Eks Menhan Amerika: Baru Kali ini Ada Presiden Pengadu Domba
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

Eks Menhan Amerika: Baru Kali ini Ada Presiden Pengadu Domba

Kamis, 4 Juni 2020 | 09:28 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Mantan menteri pertahanan Amerika Serikat James Mattis menyebut Presiden Donald Trump sebagai "presiden pertama sepanjang hidup saya yang tidak berusaha mempersatukan rakyat Amerika”, dalam sebuah pernyataan pedas yang dirilis Rabu (3/6/2020) waktu setempat atau Kamis WIB.

Pernyataan itu disampaikan Mattis ketika Amerika tengah dilanda aksi protes selama sepekan lebih di seantero negeri terkait kematian George Floyd.

"Donald Trump adalah presiden pertama dalam hidup saya yang tidak berusaha mempersatukan rakyat Amerika -- bahkan tidak juga berpura-pura melakukannya. Justru, dia berusaha memecah belah kita," ujar Mattis.

"Kita tengah menyaksikan konsekuensi dari ulah yang disengaja selama kurun waktu tiga tahun ini. Kita bisa bersatu tanpa dia, bertopang pada kekuatan yang melekat dalam masyarakat sipil kita. Ini tidak akan mudah seperti yang terlihat dalam beberapa hari terakhir, tetapi kita berutang hal tersebut kepada rekan sebangsa; kepada generasi sebelumnya yang menumpahkan darah untuk mempertahankan sumpah kita; dan kepada anak-anak kita."

Ketegangan melanda Amerika saat ini setelah Floyd, pria kulit hitam berusia 46 tahun, tewas di tangan polisi Minneapolis 25 Mei lalu. Sebagai respon, Senin lalu Trump mendeklarasikan dirinya sebagai “presiden penjaga hukum dan ketertiban” dan berjanji untuk mengirim militer kalau kerusuhan tidak berhenti.

Mattis sebelumnya lebih banyak berdiam diri sejak meninggalkan kabinet Trump. Pensiunan jenderal marinir itu menolak berkomentar soal Trump, masalah pertahanan, dan kebijakan pengerahan pasukan AS karena tidak ingin memberi suara berlawanan dengan para prajurit.

Namun rupanya perkembangan selama sepekan ini membuatnya tidak tahan untuk tidak bicara.

Ada satu kalimat Mattis yang kemungkinan akan membuat Trump murka.

"Slogan NAZI untuk menghancurkan kita adalah 'adu domba dan taklukkan.' Jawaban kita sebagai warga Amerika adalah 'dalam persatuan ada kekuatan’. Kita harus panggil kembali persatuan itu untuk menghadapi krisis ini – yakinlah diri kita lebih baik dari politik kita,” kata Mattis.

Mattis, yang mundur dari kabinet Trump, juga secara tidak langsung mengkritik penggunaan kata “medan tempur” oleh Menteri Pertahanan Mark Esper ketika merujuk pada kota-kota yang dilanda kerusuhan.

"Kita harus menolak pemikiran tentang kota-kota kita sebagai ‘medan tempur’ militer berseragam yang dipanggil untuk ‘mendominasi’,” kata Mattis.

"Menggunakan militer sebagai respon, seperti yang kita saksikan di Washington DC, memicu sebuah konflik -- konflik yang keliru -- antara militer dan masyarakat sipil.”

Saat Trump berpidato di Gedung Putih Senin lalu, pasukan paspampres dikerahkan untuk membubarkan aksi damai di jalanan sekitarnya, dan kemudian diketahui upaya itu untuk memberi jalan kepada Trump agar bisa melakukan sesi foto bersama para staf di gereja terdekat.

"Belum pernah saya bermimpi bahwa tentara yang sama sumpahnya akan diperintahkan untuk melanggar hak konstitusional sesama warga negara -- tak lebih hanya untuk memberi kesempatan sesi foto bagi Panglima Tertinggi, dengan jajaran pimpinan militer di sampingnya," sindir Mattis.

"Hanya dengan mengambil jalan baru – yang arti sebenarnya adalah kembali ke jalan semula sesuai tujuan pendirian bangsa ini – barulah kita bisa kembali menjadi negara yang dikagumi dan dihormati di dalam dan di luar negeri.”



Sumber:CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Maskapai Tiongkok Dilarang Terbang ke AS

Amerika Serikat melarang maskapai penumpang Tiongkok terbang ke AS mulai 16 Juni nanti.

DUNIA | 4 Juni 2020

Pangeran Charles: Covid-19 Adalah Peluang untuk Mengatur Kembali Ekonomi

Pangeran Charles mendesak tindakan nyata untuk mendorong bioekonomi yang seimbang dengan alam.

DUNIA | 4 Juni 2020

Italia Mulai Cabut Lockdown, PM: “Kita Berhak Tersenyum”

Dengan 33.600 korban jiwa dan 234.000 kasus infeksi, Italia adalah salah negara yang paling parah terdampak.

DUNIA | 4 Juni 2020

Tolak Lockdown, Swedia Tanggung Akibatnya Sekarang

Swedia, dengan populasi 10 juta, memiliki 40.803 kasus Covid-19 dan 4.542 korban jiwa sampai Rabu kemarin.

DUNIA | 4 Juni 2020

Trump Umumkan Perang pada Negaranya Sendiri?

Pidato Trump Senin lalu menegaskan dia tidak akan pergi tanpa perlawanan. Bisa jadi, hal seperti ini membuatnya menang lagi.

DUNIA | 3 Juni 2020

Amerika Siap Balas Pajak Netflix Indonesia Dengan Tarif Dagang

Pemerintah Amerika mneilai rencana pajak atas Netflix, Amazon, Google, Apple, Facebokk dan lain-lain tidak adil bagi negaranya.

DUNIA | 3 Juni 2020

Vietnam Usulkan KTT ASEAN dalam Format Pertemuan Fisik

Vietnam mengusulkan pelaksanaan KTT ASEAN dilakukan dalam format pertemuan fisik seperti lazimnya sebelum pandemi.

DUNIA | 3 Juni 2020

Atasi Pandemi, Indonesia Bisa Belajar dari Regionalisasi Jerman

Pertemuan rutin antara kanselir dan pimpinan negara bagian satu kali tiap dua minggu.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Simak Berapa Lama Trudeau Berpikir Saat Ditanya Soal Trump

Dia butuh waktu lama, cukup lama sampai decapan bibirnya bisa mengisi keheningan.

DUNIA | 3 Juni 2020

Dr Fauci Prediksi Vaksin Covid-19 Tidak Beri Kekebalan Jangka Panjang

Pejabat dan ilmuwan AS berharap vaksin Covid-19 akan siap pada paruh pertama 2021.

DUNIA | 3 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS