CNN: Rusia Janjikan Taliban Uang untuk Nyawa Tentara Amerika
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

CNN: Rusia Janjikan Taliban Uang untuk Nyawa Tentara Amerika

Senin, 29 Juni 2020 | 01:33 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Para pejabat di dinas intelijen militer Rusia atau GRU telah menawarkan hadiah tunai kepada kelompok militan Taliban di Afghanistan jika mereka membunuh pasukan Amerika Serikat atau Inggris di sana, demikian diberitakan stasiun televisi CNN, akhir pekan kemarin.

Mengutip seorang pejabat intelijen Eropa yang tidak disebutkan namanya, CNN mengatakan bahwa insentif dari Rusia itu berkontribusi pada jatuhnya korban jiwa pasukan koalisi.

Meskipun demikian, belum jelas apa motivasi Rusia dengan tindakannya itu dan berapa banyak korban yang jatuh sebagai akibatnya.

"Pendekatan yang dingin oleh GRU ini mencengangkan dan tercela. Soal motivasi mereka, itu masih membingungkan," kata sumber tersebut.

Surat kabar New York Times sebelumnya juga memuat berita terkait. Disebutkan bahwa sejak beberapa bulan yang lalu intelijen AS juga sudah menyimpulkan adanya hadiah uang Rusia tersebut.

Pihak intelijen AS sampai pada kesimpulan tersebut berdasarkan hasil interogasi para anggota Taliban yang tertangkap, tulis NYT.

Presiden Donald Trump sudah diberi tahu soal temuan intelijen itu, dan juga sudah dibahas oleh Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih pada akhir Maret.

Namun, juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany mengatakan Presiden Trump dan Wakil Presiden Mike Pence tidak diberi tahu soal kasus ini.

McEnany mengatakan pernyataannya itu untuk menjawab ketidakakuratan berita New York Times, bukan untuk membenarkan atau membantah temuan intelijen.

Direktur Intelijen Nasional John Ratcliffe juga mendukung pernyataan McEnany, bahwa berita New York Times tidak akurat.

Menurut New York Times, pemerintahan Trump membagi informasi intelijen ini dengan pemerintah Inggris, yang pasukannya diduga juga menjadi target.

Kedutaan Rusia di Washington DC mengecam berita NYT itu sebagai “tuduhan tanpa dasar" yang berdampak pada munculnya ancaman pembunuhan terhadap para diplomat Rusia di Washington dan London.

Taliban juga membantah adanya hadiah uang dari Rusia untuk nyawa tentara Amerika.

"Kami membantah keras tuduhan tersebut. Jihad selama 19 tahun di Emirat Islam tidak berutang kepada lembaga intelijen mana pun atau negara mana pun," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam pernyataan tertulis.

Pejabat intelijen Eropa yang diwawancarai CNN mengatakan para agen intelijen GRU itu bertugas di unit 29155, yang juga dituduh mengotaki rencana pembunuhan Sergei Skripal, mantan agen dinas rahasia KGB yang direkrut intelijen Inggris, dan putrinya di Salisbury, Inggris, apda 2018.

Amerika sebelumnya menuduh GRU mencampuri pemilihan presiden 2016 dan serangan siber di Partai Demokrat. Dalam beberapa tahun terakhir, GRU juga diaggap bertanggung jawab pada percobaan pembunuhan dan serangan racun di Eropa.

Kandidat presiden Joe Biden menyambar berita ini untuk mengkritik lawannya, bahwa kemenangan Trump pada 2016 lalu adalah “hadiah” untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya jelas marah karena berita ini, dan kalau saya terpilih presiden, jangan salah, Vladimir Putin akan dihadapi," kata Biden.



Sumber:CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rolling Stones Peringatkan Trump Tidak Gunakan Lagu Mereka dalam Kampanye

Sebelumnya Trump pada minggu lalu menggunakan lagu Rolling Stone berjudul “You Can’t Always Get What You Want” di Tulsa, Oklahoma.

DUNIA | 28 Juni 2020

Sampai Hari Ini 222 Jenazah Pekerja Migran Dipulangkan ke Indonesia

Para pekerja migran Indonesia yang meninggal ini disebabkan berbagai masalah.

DUNIA | 28 Juni 2020

Diduga Terinfeksi Covid-19, 300 Pengunjung Klub Malam di Swiss Dikarantina

Lima orang lainnya yang berada di klub bersama pria itu juga telah dinyatakan positif.

DUNIA | 28 Juni 2020

Pertemuan Global Penggalangan Dana Covid-19 Hasilkan Rp 99 Triliun

Mayoritas peserta menekankan bahwa vaksin harus tersedia untuk siapa pun yang membutuhkan.

DUNIA | 28 Juni 2020

Kasus Covid-19 di Dunia Lampaui 10 Juta, di AS 45.000 Orang Terinfeksi Sehari

AS melaporkan lebih 45.000 kasus corona pada Jumat (26/6/2020), peningkatan rekor harian, sehingga total kasus menjadi lebih 2,594 juta kasus.

DUNIA | 28 Juni 2020

Usai Kampanye di Tusla, 8 Staf Presiden Trump Terinfeksi Covid-19

Delapan staf tim kampanye Presiden Donald Trump, dikonfirmasi positif terinfeksi Covid-19, pascakampanye di Tusla, pada 20 Juni 2020.

DUNIA | 27 Juni 2020

Lebih dari 100 Orang di India Tewas Tersambar Petir

Lebih dari 100 orang di India bagian utara tewas akibat tersambar petir yang terjadi puluhan kali saat hujan lebat melanda wilayah Bihar dan Uttar Pradesh.

DUNIA | 27 Juni 2020

Tiongkok Tingkatkan Pembangunan di Perbatasan Himalaya

Tiongkok terus meningkatkan pembangunan di dekat Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC), di wilayah Ladakh, Himalaya, yang berbatasa dengan India.

DUNIA | 27 Juni 2020

Soal Kebijakan Covid-19, Biden Sebut Trump “Seperti Anak Kecil”

Joe Biden menyebut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertindak “seperti anak kecil” dalam membuat kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19.

DUNIA | 27 Juni 2020

WNI yang Meninggal Akibat Covid-19 Paling Banyak di Arab Saudi

Kementerian Luar Negeri RI melaporkan jumlah kasus WNI di luar negeri yang meninggal akibat virus corona (Covid-19) paling banyak berada di India.

DUNIA | 27 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS