Direktur FBI: Tiongkok “Ancaman Terbesar” Amerika
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Direktur FBI: Tiongkok “Ancaman Terbesar” Amerika

Rabu, 8 Juli 2020 | 22:23 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Direktur Biro Penyidik Federal Amerika Serikat (FBI) Christopher Wray menyebut tindakan spionase dan pencurian oleh pemerintah Tiongkok merupakan “ancaman jangka panjang terbesar” bagi masa depan AS.

Saat berbicara di Hudson Institute di Washington, Selasa (7/7/2020) waktu setempat, Wray merinci sejumlah tuduhan yang dialamatkan ke Tiongkok.

Menurut dia, Tiongkok mulai mengincar warganya yang tinggal di luar negeri, memaksa mereka pulang, dan mencoba membobol riset AS tentang virus corona.

"Pertaruhannya tidak bisa lebih tinggi dari ini," kata Wray.

"Tiongkok tengah menerapkan upaya sepenuh tenaga untuk bisa menjadi satu-satunya negara superpower dengan segala cara yang dibutuhkan," imbuhnya.

Dalam pidato selama hampir 1 jam, Direktur FBI tersebut menyoroti adanya campur tangan Tiongkok, kampanye spionase bidang ekonomi, pencurian data, aktivitas moneter dan politik yang ilegal, dan penyuapan serta pemerasan untuk mempengaruhi kebijakan AS.

"Kami sudah berada dalam titik di mana FBI mendapat satu kasus kontra-intelijen baru terkait Tiongkok setiap 10 jam," kata Wray.

"Dari sekitar 5.000 kasus kontra-intelijen aktif yang sekarang masih berlangsung di berbagai penjuru negara ini, hampir setengahnya terkait dengan Tiongkok,” bebernya.

Dia lalu mengungkap adanya program bernama "Fox Hunt" (berburu rubah), yang kata dia dipimpin langsung oleh Presiden Xi Jinping, menargetkan warga negara Tiongkok yang tinggal di luar negeri dan dianggap sebagai ancaman bagi pemerintah Tiongkok.

"Yang kami bicarakan adalah para rival politik, pembangkang, dan pengkritik yang berusaha membongkar pelanggaran HAM meluas di Tiongkok," kata Wray.

"Pemerintah Tiongkok ingin memaksa mereka pulang ke Tiongkok, dan taktik yang digunakan Tiongkok untuk mencapai tujuan itu sangat mengguncang perasaan," lanjutnya.

"Kalau mereka gagal menemukan target Fox Hunt, pemerintah Tiongkok akan mengirim seorang agen untuk mendatangi keluarga target di sini di Amerika Serikat. Lalu apa pesan yang dia minta untuk diteruskan? Targetnya punya dua opsi: segera kembali ke Tiongkok atau bunuh diri."

Program ini dimulai pada 2015 untuk menargetkan orang-orang yang dituduh melakukan korupsi dan kabarnya telah membuat ribuan buronan tertangkap.

Dalam pidato yang tidak seperti biasanya itu, Wray meminta warga kelahiran Tiongkok yang tinggal di AS untuk mengontak FBI jika para pejabat Tiongkok memburu mereka untuk memaksa pulang.

Pemerintah Tiongkok sendiri membela program Fox Hunt dengan menyebutnya sebagai upaya sah dalam pemberantasan korupsi.

Wray mengatakan potensi ancaman Tiongkok ini akan dibahas lebih lanjut oleh jaksa agung dan menteri luar negeri dalam beberapa pekan ke depan.

Saat ini hubungan AS-Tiongkok tengah dilanda ketegangan. Presiden AS Donald Trump mengkritik keras Tiongkok terkait wabah virus corona dan berulang kali menyalahkan negara itu sebagai pemicu pandemik global.

Awal pekan ini Menlu Mike Pompeo mengatakan pemerintah AS menjajaki kemungkinan memblokir aplikasi asal Tiongkok, termasuk TikTok.

Aplikasi ini "berfungsi sebagai kepanjangan tangan Partai Komunis Tiongkok dalam melakukan pengintaian", kata Pompeo.



Sumber:BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 di Texas Tembus 10.000 Per Hari

Negara bagian Texas, Amerika Serikat mencatat 10.000 kasus Covid-19 dalam sehari. Angka ini merupakan rekor harian terbesar.

DUNIA | 8 Juli 2020

Remehkan Covid-19, Presiden Brasil Dinyatakan Positif

Presiden Brasil Jair Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19 pada hari Selasa (7/7/2020) waktu setempat.

DUNIA | 8 Juli 2020

Sejak Pandemi, 123.000 WNI Berhasil Dipulangkan ke RI

Hingga kini, masih banyak WNI khususnya yang memiliki izin tinggal, masih bertahan di luar negeri.

DUNIA | 7 Juli 2020

Fosil Ikan Predator Raksasa 70 Juta Tahun Ditemukan

Fosil karnivora yang memiliki gigi tajam

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Amerika Tembus 3 Juta

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Amerika juga menjadi yang tertinggi di dunia, yakni 132.947.

DUNIA | 7 Juli 2020

Sarimelati Kencana Tak Terafiliasi Operator Pizza Hut di AS

Nama NPC tidak tercatat dalam daftar pemegang saham

DUNIA | 6 Juli 2020

"Tiarap" Akibat Covid-19, Warren Buffet Akhirnya Beraksi Kembali

Berkshire Hathaway, mengakuisisi aset penyaluran/transmisi dan penyimpanan gas Dominion Energy, senilai US$ 4 miliar (Rp 58 triliun).

DUNIA | 6 Juli 2020

Hari Kemerdekaan AS, Florida dan Texas Catat Kasus Covid-19 Terbanyak

Negara bagian Florida dan Texas mencatat rekor baru penambahan kasus positif Covid-19 pada hari Sabtu (4/7/2020) atau tepat dengan perayaan hari kemerdekaan AS.

DUNIA | 6 Juli 2020

Banjir dan Longsor di Jepang, 20 Orang Tewas

Sebanyak 20 orang tewas akibat banjir dan longsor di Pulau Kyushu, Jepang.

DUNIA | 5 Juli 2020

BMW Tingkatkan Kapasitas Pabrik Mobil Listrik di Jerman

Jumlah karyawan juga akan bertambah.

DUNIA | 5 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS