Kamala Harris, Obama Versi Perempuan
INDEX

BISNIS-27 434.406 (1.13)   |   COMPOSITE 4934.09 (10.52)   |   DBX 924.804 (3.31)   |   I-GRADE 130.838 (0.06)   |   IDX30 413.425 (0.53)   |   IDX80 108.094 (0.16)   |   IDXBUMN20 272.657 (-1.08)   |   IDXG30 115.379 (0.54)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-0.48)   |   IDXQ30 120.916 (0.27)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.24)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (0.92)   |   IDXV30 102.468 (0.36)   |   INFOBANK15 776.883 (1.39)   |   Investor33 360.093 (0.83)   |   ISSI 144.765 (0.4)   |   JII 523.909 (0.94)   |   JII70 177.568 (0.29)   |   KOMPAS100 966.07 (1.78)   |   LQ45 756.376 (1.43)   |   MBX 1366.8 (2.63)   |   MNC36 270.277 (0.39)   |   PEFINDO25 258.891 (0.48)   |   SMInfra18 233.321 (-0.03)   |   SRI-KEHATI 303.606 (0.27)   |  

Kamala Harris, Obama Versi Perempuan

Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:23 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Kamala Harris, calon wakil presiden pilihan Joe Biden, ramai disebut sebagai perempuan kulit hitam pertama yang mendapat tiket mendampingi seorang calon presiden Amerika Serikat. Namun, pada dasarnya dia berdarah campuran atau mixed-race.

Ibunya, Shyamala Gopalan, lahir di Chennai, India, dan bermigrasi ke AS untuk mendapatkan gelar doktor di University of California, Berkeley. Ayahnya adalah seorang keturunan Jamaika.

Seperti Barack Obama, yang campuran kulit hitam dan kulit putih, riwayat keluarga ini memungkinkan Harris untuk berbaur ke berbagai kelompok identitas dan menggapai kantung-kantung suara yang lebih beragam.

“Saya sudah cukup lama mengenal Senator Kamala Harris. Dia lebih dari siap untuk menjalankan tugas ini [wakil presiden]. Dia menghabiskan karirnya untuk membela konstitusi dan orang-orang yang butuh keadilan. Ini hari yang baik untuk negara kita, dan mari kita menangkan,” tulis Obama di Twitter.

Kehadiran Harris dipastikan menambah panas pertarungan politik di AS, melawan petahana Donald Trump yang mengusung retorika anti-imigran.

Harris bukan orang sembarangan, ditilik dari latar belakang ibunya. Kakeknya dari garis ibu adalah salah satu pejuang kemerdekaan India dan pernah menduduki jabatan setara menteri luar negeri.

Dia adalah mantan jaksa wilayah San Fransisco, jaksa agung negara bagian California dan kemudian terpilih sebagai senator dengan kepiawaiannya berorasi dan pemahamannya yang sangat mendalam soal hukum. Debat politik yang menghadirkan wanita itu dipastikan bakal seru dan panas.

Harris adalah cawapres perempuan ketiga dalam sejarah AS, setelah Geraldine Ferraro (Partai Demokrat) pada 1984 dan Sarah Palin (Partai Republik) pada 2008.

Uniknya, Palin memberi pesan bersahabat ketika mendengar berita nominasinya, tidak seperti kubu Republik pro-Trump yang bersuara sinis.

“Jangan mau disetir -- berinteraksilah dengan media dan pemilih dengan caramu sendiri. Sebagian kampanye di Yahoo akan mencekik Anda dengan agenda mereka sendiri, jadi ingatlah ANDA ditunjuk karena siapa ANDA. Tetaplah terikat dengan Amerika sembari menebar senyum dan abaikan para "pengatur" yang penuh muslihat ketika berusaha mengubah diri Anda,” kata Palin di akun Instagram.

Respons Kubu Trump
Tim kampanye Trump memberi Harris julukan “phony” atau kurang lebih “tukang pura-pura”, melengkapi julukan “sleepy Joe” pada Biden.

Selain itu, mereka juga membuat pernyataan resmi yang mencoba mengadu domba pasangan Biden-Harris: “Belum lama berselang, Kamala Harris menyebut Biden seorang rasialis dan menuntut permintaan maaf, yang tidak pernah diterimanya.”

Tuduhan itu merujuk pada debat internal Demokrat di Miami Juni tahun lalu antara Biden melawan Harris, yang sebelumnya juga berambisi jadi capres dari partai tersebut.

Sebetulnya dalam debat tersebut Harris tidak secara eksplisit menyebut Biden seorang rasialis, tetapi mengkritik Biden karena bekerja dengan dua senator yang dikenal segregationist atau orang yang anti dengan ras lain.

Uniknya, kurang dari dua pekan yang lalu, Trump “mengharapkan” Harris akan dipilih Biden sebagai pendamping.

“Kamala Harris akan jadi pilihan yang bagus,” kata Trump ketika itu.

Solid
Harris tentu memberi jaminan lebih dulu bahwa dia dan Biden adalah paket yang sangat solid dan tidak bisa dipecah belah.

“Joe Biden bisa mempersatukan rakyat Amerika karena dia telah menjalani hidupnya dengan berjuang demi kita. Dan sebagai seorang presiden, dia akan membangun Amerika sesuai dengan idealisme kita,” tanggapan pertama Harris setelah penunjukannya.

“Saya merasa terhormat bisa bergabung dengannya sebagai bakal calon wakil presiden dari partai kita, dan akan melakukan apa pun untuk menjadikannya panglima tertinggi kita.”

Para petinggi Demokrat menyambut baik kehadiran Harris sebagai cawapres.

Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan penunjukan Harris merupakan “tonggak bersejarah dan membanggakan bagi negara kita”.

Mantan presiden Bill Clinton menyebutnya sebagai “pilihan yang luar biasa”.

Hal senada diucapkan istrinya, Hillary, yang pernah merasakan sendiri serangan-serangan pribadi dan di luar batas dalam kontestasi politik melawan Trump pada pilpres 2016.

“Saya sangat antusias menyambut Kamala Harris yang mendapat tiket bersejarah dari Demokrat,” kata Hillary.

“Dan saya tahu dia akan menjadi mitra yang sangat tangguh untuk Joe Biden,” imbuhnya.

Berani
Harris, 55, meroket di pentas politik Demokrat setelah dia ikut “menginterogasi” para pejabat publik kontroversial yang ditunjuk Trump, seperti mantan Jaksa Agung Federal Jeff Sessions dan Hakim Agung Brett Kavanaugh.

Yang terbaru, Harris memojokkan dan tidak memberi kesempatan pada Jaksa Agung William Barr untuk bisa membela diri dalam dengar pendapat Kongres dan video adegan itu sangat viral.

Dia menginterogasi para petinggi hukum itu di rapat Kongres seperti menginterogasi terdakwa di ruang sidangnya di California dulu, dengan argumen-argumen yang sulit dibantah dan pilihan kata yang sangat lugas.

Trump bahkan masih menyimpan dendam pada Harris karena interogasi yang sangat berani dan keras pada Kavanaugh, yang pernah dituduh melakukan pelecehan seksual.

"Pendapat saya, dia adalah orang paling jahat, paling mengerikan, dan paling tidak hormat pada sesama di Senat AS," kata Trump Selasa kemarin.

“Saya tidak akan melupakan itu.”

Trump juga menuduh Harris akan memangkas belanja pertahanan AS menjadi sekecil mungkin dan menghapus jaminan kesehatan.

Selain itu, Trump mengingatkan bahwa Harris kalah dari Biden dalam nominasi capres internal Demokrat, walau pun kurang relevan karena faktanya dua orang itu justru bersatu dalam satu paket sekarang.

Sebagai pengusaha, pertarungan politik Trump masih minim, dan satu-satunya lawan yang pernah dihadapi juga seorang perempuan Demokrat, Hillary.

Baik pada Hillary dan Harris, Trump menggunakan istilah “nasty” atau “jahat” dalam konteks ini.

Uniknya, Trump dan putrinya Ivanka pernah menjadi donatur Harris saat dia mencalonkan diri sebagai jaksa agung California pada 2011 dan 2013.

Usia Harris yang relatif muda mengimbangi sosok renta Biden yang sudah berusia 77 tahun. Selain itu, Harris merupakan sosok berintegritas yang menyulitkan kubu Trump untuk membangun serangan.

Sejauh ini, tuduhan Harris menyebut Biden seorang rasialis adalah satu-satunya serangan yang bisa dilancarkan tim kampanye Trump, dan tanpa dampak berarti.



Sumber:CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Filipina Laporkan Lonjakan Harian Tertinggi 6.958 Kasus

Pemerintah Filipina telah menetapkan Metro Manila, Laguna, Rizal, Cavite, dan Bulacan sebagai wilayah karantina masyarakat yang ditingkatkan.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Penjarahan di Chicago, 100 Orang Ditangkap dan 13 Polisi Luka

Peristiwa itu bukan protes terorganisasi, melainkan murni insiden kriminalitas yang dimulai setelah penembakkan seseorang oleh polisi sehari sebelumnya.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Produsen Masker Tiongkok Berjuang di Tengah Anjloknya Harga

Sekarang, dengan kondisi pandemi sudah terkendali di Tiongkok daratan, permintaan masker untuk pasar domestik turun drastis, sehingga mendorong harga anjlok.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Tiongkok Pamerkan Kisah Heroik Lawan Covid-19

Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus berusaha mengklaim dirinya sebagai pelopor dalam perang melawan Covid-19.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Trump Tak Bisa Pamer Vaksin Covid-19 Saat Hari Pilpres

Setelah meninjau data tahapan dari Moderna, Senin (10/8), para ahli vaksin memastikan Trump tidak akan mendapatkan vaksin pada hari pemilihan.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Soroti Kesehatan Mental, Trump Justru Untungkan Biden

“Harapan yang sangat rendah kepada performa Biden dalam debat pemilu adalah berkah baginya."

DUNIA | 12 Agustus 2020

PM Thailand Nyatakan Prihatin Demo Antipemerintah

Para demonstran dari kelompok pro-demokrasi Universitas Thammasat juga mengeluarkan 10 poin seruan untuk reformasi monarki

DUNIA | 12 Agustus 2020

Pemerintah Baru Lebanon Harus Independen dan Profesional

Kelak pemerintah ini bisa melaksanakan reformasi yang diperlukan tanpa dimanipulasi oleh para pemimpin sektarian.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Tentara Malaysia Tangkap 18 WNI Ilegal

Akhir Juli, Infantri Malaysia juga menangkap 42 orang WNI pendatang ilegal.

DUNIA | 12 Agustus 2020

Presiden DK PBB, Indonesia Akan Gelar Debat Terbuka Pandemi dan Perdamaian

Debat akan dihadiri Sekjen PBB Antonio Guterres dan mantan Sekjen PBB Ban Ki-Moon.

DUNIA | 12 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS