Pengkritik Presiden Xi Diganjar 18 Tahun dengan Pasal Korupsi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Pengkritik Presiden Xi Diganjar 18 Tahun dengan Pasal Korupsi

Selasa, 22 September 2020 | 13:10 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Pengadilan Tiongkok menjatuhkan hukuman penjara 18 tahun terhadap seorang mantan pejabat BUMN properti yang pernah menyindir Presiden Xi Jinping sebagai seorang “badut”, Selasa (22/9/2020).

Ren Zhiqiang, mantan kepala grup BUMN properti Huayuan, juga didenda 4,2 juta yuan (Rp 9 miliar) karena dinyatakan bersalah melakukan korupsi.

Menurut pengadilan di Beijing, Ren bersalah menggelapkan dana 111 juta yuan dan menerima suap 1,25 juta yuan.

Selain itu, dia dinyatakan bersalah menyalahgunakan wewenang yang membuat sejumlah BUMN rugi 117 juta yuan, sementara dia mendapat keuntungan 19,41 juta yuan.

Ren telah mengembalikan semua uang yang dia terima secara tidak sah dan “suka rela mengaku bersalah atas semua dakwaan”, menerima hukuman dan tidak akan mengajukan banding, bunyi pernyataan pengadilan.

Ren ditahan Maret lalu setelah beredar informasi dia menyebut Presiden Xi sebagai seorang badut. Sindiran itu terkait pidato Xi bulan Februari tentang upaya pemerintah memerangi wabah virus corona.

Dalam sebuah essay, Ren menulis tanpa langsung menyebut nama Xi bahwa setelah mempelajari isi pidato tersebut, dia “tidak melihat seorang kaisar yang berdiri ‘memamerkan baju baru’, tetapi seorang badut yang telanjang dan berkeras mengatakan ingin terus menjadi kaisar”. Essay tersebut diterjemahkan ke Bahasa Inggris di situs China Digital Times yang berbasis di Amerika Serikat.

Partai Komunis Tiongkok memecat Ren pada Juli lalu dengan tuduhan dia telah memakai dana negara untuk main golf, menggunakan lahan perkantoran dan hunian untuk dipakai secara gratis oleh pengusaha, dan secara ilegal mendapat untung besar.

Meriam
Ren saat ini berusia 69 tahun dan akan mencapai akhir 80an jika bebas nanti.

Dia dikenal cukup kritis terhadap sistem politik Tiongkok, kadang-kadang melewati batas menurut standar negara otoriter tersebut.

Sikapnya membuat dia dijuluki “meriam” di media sosial Tiongkok.

Essay yang ditulis Ren juga menuduh Partai Komunis Tiongkok lebih mengedepankan kepentingan partai daripada nasib rakyatnya.
.
"Tanpa media yang mewakili kepentingan rakyat untuk memberitakan fakta yang aktual, nyawa rakyat dicabut oleh virus dan juga kebobrokan sistem," tulis Ren.

Pada 2016, dia diberi sanksi displiner oleh partainya karena mempertanyakan tuntutan Presiden Xi bahwa media-media milik negara harus setia sepenuhnya kepada Partai Komunis Tiongkok. Dia sempat dinon-aktifkan selama satu tahun dan akunnya di media sosial Weibo diblokir.

Sekarang ini, pemerintah Tiongkok tidak memberinya kesempatan kedua.



Sumber:CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Edward Snowden Bersedia Kembalikan $5 Juta ke AS

Namun, pemerintah AS akan kesulitan mencairkan dana Snowden kalau uang itu ditempatkan di luar AS.

DUNIA | 22 September 2020

Menlu: Unilateralisme Tidak Dapat Dibiarkan

Unilateralisme tidak dapat dibiarkan karena negara lemah akan semakin terpinggirkan.

DUNIA | 22 September 2020

Saat Kasus Infeksi Merebak, Menkes Cheska Mengundurkan Diri

Menteri Kesehatan Cheska, Adam Vojtech menyatakan pengunduran dirinya pada Senin (21/9).

DUNIA | 22 September 2020

Denda Pelanggaran Perbankan Kecil Dibandingkan Perputaran Uang Ilegal

Denda (untuk pelanggaran peraturan jasa keuangan) naik hingga US$ 40 miliar lebih sejak krisis keuangan (2008), tetapi efek jeranya dipertanyakan.

DUNIA | 22 September 2020

ByteDance Umumkan Rencana IPO untuk TikTok Global

ByteDance mengumumkan TikTok Global akan meluncurkan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

DUNIA | 22 September 2020

Biden Kecam Politisasi Penggantian Hakim MA

Kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Demokrat, Joe Biden, mengecam politisasi pemilihan hakim mahkamah agung.

DUNIA | 22 September 2020

Emisi 1% Orang Terkaya Lebih Banyak dari 3,1 Miliar Orang Termiskin

Polusi karbon yang dihasilkan 1% orang terkaya di dunia lebih banyak dibandingkan polusi dari separuh penduduk termiskin yang berjumlah 3,1 miliar oran

DUNIA | 22 September 2020

India Buka Kembali Taj Mahal di Tengah Pandemi Covid-19

Taj Mahal kembali dibuka untuk pengunjung hari Senin (21/9) sebagai langkah normalisasi bisnis.

DUNIA | 22 September 2020

Berkantor di AS, TikTok Akan Dirikan TikTok Global

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut maka TikTok akan mendirikan perusahaan baru yang disebut TikTok Global.

DUNIA | 22 September 2020

Bangunan Runtuh di India, 10 Tewas

Satu bangunan tiga lantai di pinggiran Mumbai, India, runtuh pada Senin (21/9) dini hari saat penghuninya tertidur di dalam.

DUNIA | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS