Gencar Serang Tiongkok, Trump Ternyata Punya Rekening di Sana
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Gencar Serang Tiongkok, Trump Ternyata Punya Rekening di Sana

Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:27 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengakui bahwa perusahaannya memiliki sebuah rekening di Tiongkok, menurut berita di The New York Times.

Rekening itu dikelola oleh Trump International Hotels Management dan membayar pajak lokal antara 2013 dan 2015. Tujuan pembukaan rekening itu adalah "untuk menjajaki potensi kerja sama perhotelan di Asia", menurut seorang juru bicara Trump.

Trump dikenal sangat gencar mengkritik perusahaan-perusahaan Amerika yang berbisnis di Tiongkok dan bahkan selama menjabat presiden dia melancarkan perang dagang terhadap negara tersebut.

The NYT mengungkap keberadaan rekening tersebut setelah mendapat dokumen pajak Trump, yang juga berisi rincian keuangan pribadi dan perusahaannya.

Sebelumnya, surat kabar itu memberitakan bahwa Trump hanya membayar pajak federal senilai US$ 750 (Rp 11 juta) saja selama 2016 dan 2017, ketika dia sudah menjadi presiden.

Sementara, rekening perusahaannya di Tiongkok membayar pajak lokal senilai US$ 188.561 (Rp 2,8 miliar).

Trump juga menyerang calon presiden Joe Biden terkait kebijakannya di Tiongkok semasa menjadi wakil presiden di era Barack Obama. Pemerintahan Trump bahkan memojokkan putra Biden, Hunter, dengan tuduhan telah membuat kesepakatan dengan Tiongkok.

Tidak Aktif
Alan Garten, pengacara Trump Organization, mengatakan kepada The NYT bahwa Trump International Hotels Management telah "membuka sebuah rekening di bank Tiongkok yang punya cabang di AS untuk membayar pajak lokal ".

"Tidak ada kesepakatan, transaksi, atau aktivitas bisnis lainnya sejak pembukaan dan kantor itu tidak aktif lagi sejak 2015," kata Garten.

"Meskipun rekening bank itu tetap dibuka, tetapi tidak pernah digunakan untuk maksud lain [kecuali membayar pajak]," jelasnya.

Pada Agustus lalu, Trump mengatakan dia ingin menawarkan kredit pajak untuk membujuk perusahaan-perusahaan AS agar bersedia memindahkan pabrik mereka dari Tiongkok.

Dia juga mengancam akan membatalkan kontrak-kontrak pemerintah dengan perusahaan yang terus melakukan kegiatan produksi atau outsource di Tiongkok.

Dalam sebuah pidatonya, Trump bersumpah akan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru dalam 10 bulan, dan menggarisbawahi "kita akan mengakhiri ketergantungan pada Tiongkok ".

Ironisnya, menurut berita The NYT, Trump aktif memburu bisnis lahan di Tiongkok. Upayanya makin gencar pada 2012 dengan membuka sebuah kantor di Shanghai.

Laporan pajaknya menyebut bahwa dia telah berinvestasi sedikitnya US$ 192.000 di lima perusahaan kecil yang khusus diciptakan untuk mengejar proyek-proyek di Tiongkok selama beberapa tahun.



Sumber:BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Terima Surat Kepercayaan Dubes 7 Negara

Saat foto bersama, terlihat Jokowi maupun tujuh dubes itu tidak melepaskan masker dan tetap menjaga jarak.

NASIONAL | 21 Oktober 2020

Serangan Trump Makin Panas, Jawaban Fauci Sedingin “The Godfather”

Trump menyebut Fauci sebagai bagian dari orang-orang idiot.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Rachmat Gobel: Kedatangan PM Jepang Membawa Pesan Khusus

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia bukan sekedar kunjungan kenegaraan biasa tapi juga membawa pesan khusus.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Total Nilai Kekayaan Orang Tajir Tiongkok Bertambah US$ 1,5 T

Tiongkok sekarang memiliki total 878 miliarder. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) memiliki 626 orang di kelompok teratas pada awal tahun.

DUNIA | 21 Oktober 2020

RI Tolak Permintaan Pangkalan Pesawat Mata-mata AS

Indonesia menolak permintaan dari Amerika Serikat (AS) untuk dijadikan tempat pendaratan dan pesawat pengawas maritim P-8 Poseidon,

DUNIA | 21 Oktober 2020

Embargo Berakhir, Iran Pastikan Akan Banyak Menjual Senjata

Iran menyatakan cenderung menjual senjata daripada membeli, setelah berakhirnya embargo senjata konvensional PBB yang berakhir setelah 13 tahun.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Jelang Debat Capres AS Ketiga, Trump Keberatan Sistem Mikrofon Senyap

Mikrofon tanpa suara digunakan pada debat terakhir calon presiden AS pada Kamis (22/10) untuk mencegah interupsi tanpa izin moderator

DUNIA | 21 Oktober 2020

PM Suga Puji Indonesia Sebagai Negara Besar di Asean

PM Suga yang datang bersama Ibu Suga Mariko mengaku kagum atas eksistensi Indonesia di Kawasan Asia Tenggara.

DUNIA | 20 Oktober 2020

Presiden Jokowi-PM Suga Bahas Empat Isu Strategis

Topik yang dibahas diantaranya politik, keamanan, perdamaian, dan kerja sama di bidang kesehatan.

DUNIA | 20 Oktober 2020

Jokowi Sangat Hargai Kunjungan PM Jepang Saat Pandemi Covid-19

Presiden Jokowi mengatakan sangat menghargai kunjungan PM Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia di saat pandemi Covid-19.

DUNIA | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS