Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel: UU Ciptaker Perlu Segera Diikuti Roadmap Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel: UU Ciptaker Perlu Segera Diikuti Roadmap Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2020 | 00:27 WIB
Oleh : Primus Dorimulu / HA

Jakarta, Beritasatu.com – Undang-Undang Cipta Kerja (ciptaker) perlu segera diikuti oleh roadmap atau peta jalan ekonomi Indonesia dengan rincian per sektor. Pembuatan peta jalan sangat penting sebagai pedoman pemerintah, pusat hingga daerah, dan para pelaku bisnis. Peta jalan juga penting untuk mendapatkan investor kelas satu dan menghindari masuknya investor yang tidak membawa teknologi.

"UU Ciptaker merupakan sebuah terobosan besar di bidang hukum," kata Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel dalam diskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi di ruangan kerjanya, Gedung DPR RI, Senayan, Senin (19/10/2020). Dia yakin, UU Ciptaker yang dibahas di DPR selama 5,5 bulan cukup bagus sebagai payung hukum bagi transformasi ekonomi.

Sepekan setelah rapat paripurna DPR RI, Senin (5/10/2020), RUU Ciptaker yang sudah disahkan menjadi UU dalam rapat puripurna diserahkan ke Presiden RI, Rabu (14/10/2020). Dia mengharapkan, pemerintah segera merampungkan peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (Perpres).

Pemerintah berencana menerbitkan 35 PP dan lima Perpres yang akan diselesaikan dalam waktu paling lama tiga bulan.

Rachmat mengakui, pro-kontra akan selalu ada, apalagi omnibus law, sebuah UU yang belum pernah ada di Indonesia. Oleh karena itu, ia menyarankan agar berbagai saran dan masukan yang baik dari berbagai pihak diakomodasi dalam PP dan Perpres.

Meski namanya Cipta Kerja, demikian Rachmat, UU ini mengatur banyak hal. Ada peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha, UMKM, koperasi, kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, pengadaan tanah, kawasan ekonomi, lingkungan hidup, perpajakan, investasi pemerintah pusat dan proyek strategis nasional. "Yang disoroti, umumnya, hanya soal ketenagakerjaan," tambahnya.

Semangat UU Ciptaker, kata Rachmat, tidak sekadar mendatangkan investor, melainkan mendorong masuk industri yang padat teknologi selain padat tenaga kerja. Karena pertaruhan ke depan adalah industri yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan yang mampu memberikan tingkat kesejahteraan yang baik kepada tenaga kerja Indonesia.

Dengan kriteria yang jelas dan tegas bagi industri yang masuk, upah minimum tidak lagi menjadi isu. Karena seiring dengan kenaikan nilai tambah produk yang dihasilkan, tingkat kesejahteraan pekerja ikut terkerek naik. Selain itu, perusahaan yang datang ke Indonesia adalah perusahaan kelas satu, yang memiliki modal besar dan keahlian.

Masuknya industri yang membawa teknologi tinggi harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja Indonesia. Dalam peraturan pelaksanaan UU Ciptaker perlu ditegaskan kewajiban setiap perusahaan membangun training center. "Lihat Toyota dan Suzuki, mereka membawa training center, sehingga keterampilan pekerja lokal meningkat," ujar Rachmat memberikan contoh.

Rachmat mengimbau pemerintah memberikan perhatian lebih besar pada sektor pertanian. Selain pupuk, pendampingan oleh tenaga ahli, perlu produk industri yang membantu sektor pertanian, mulai dari pematangan lahan hingga pengolahan pasca panen. Seperti yang sudah dicapai negara maju, pembangunan pertanian perlu juga sentuhan teknologi.

Dengan jumlah penduduk 273 juta, angkatan kerja 139 juta, 29 juta yang bekerja di sektor pertanian, dan lahan yang cukup luas dan subur, Indonesia perlu memajukan sektor pertanian. Kemajuan sektor pertanian memberikan peningkatan kesejahteraan kepada 29 juta orang yang bekerja di sektor pertanian dan mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia. Dengan produk pangan berkualitas dan harga terjangkau, Indonesia bakal memiliki SDM yang lebih baik.

"Saya sekarang sedang membangun pertanian di Gorontalo, provinsi kelima termiskin di Indonesia," ungkap Rachmat. Para petani didorong untuk bersatu di wadah koperasi. Mereka diberikan bantuan modal, pembiayaan, pupuk, dan pendampingan agar bisa bertani dengan benar.

Hasil panen dijual lewat koperasi. Di koperasi ada tenaga ahli yang memiliki akses pasar. "Dengan cara ini, petani mampu menghasil produk pertanian yang bagus dan terhindar dari cengkeraman tengkulak," papar Rachmat.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hingga September 2020, Penerimaan Negara Masih Terkontraksi 13,65 %

Pandemi Covid-19 masih memberi tekanan pada pendapatan negara, terutama dari sisi perpajakan.

EKONOMI | 19 Oktober 2020

Pegadaian Terima Gadai Efek Hingga Rp 20 Miliar

Pegadaian terus mengembangkan bisnis dengan produk gadai efek.

EKONOMI | 19 Oktober 2020

Rumah dengan Harga Kurang dari Rp 300 Juta Masih Mendominasi Pencarian

Pencarian rumah murah masih mendominasi.

EKONOMI | 19 Oktober 2020

Telkomsel Perluas Pemerataan Akses Broadband 4G LTE

Telkomsel terus memperluas ketersediaan akses broadband di seluruh penjuru negeri.

EKONOMI | 19 Oktober 2020

BKPM : Minat Usaha Mikro Tetap Juara di Masa Pandemi

UMKM hanya perlu memiliki NIB yang diproses dalam waktu 3 jam melalui OSS.

EKONOMI | 19 Oktober 2020

Midea Perkuat Penetrasi di Industri Peralatan Rumah

Midea meluncurkan fitur Xtreme Dura dan memberikan tambahan garansi pada produk air conditioner (AC) terbarunya.

EKONOMI | 19 Oktober 2020

Bangun Rumah untuk MBR, Ciputra Dukung Program 1 Juta Rumah

Sejak tahun 2015, Citra Maja Raya telah membangun dan memasarkan lebih 18.000 unit rumah dan ruko beserta infrastruktur skala kota.

EKONOMI | 19 Oktober 2020

Ziegler Indonesia Bidik Industri Minyak dan Gas

Ziegler Indonesia meluncurkan kendaraan pemadam dual pump berbasis sistem operasi komputer canggih.

EKONOMI | 19 Oktober 2020

Menggugat Tata Kelola Perusahaan Asuransi Jiwa

Dengan kemajuan digital, penjualan produk asuransi akan lebih cepat dan masif.

EKONOMI | 19 Oktober 2020

Bonus Demografi Jadi Peluang Pembiayaan Perumahan

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan bonus demografi di Indonesia pada 2020-2030 membuat kebutuhan rumah meningkat pesat.

EKONOMI | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS