Asosiasi Jasaboga APJI Ditantang Beri Nama 200 Soto
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Asosiasi Jasaboga APJI Ditantang Beri Nama 200 Soto

Selasa, 19 Maret 2019 | 20:47 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf melantik pengurus baru Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Senin (19/3/2019). Irwan IdePelantikan ini mengukuhkan Irwan Iden Gobel sebagai Ketua Umum APJI Periode 2019-2024, hasil Musyawarah Nasional APJI ke-3 yang telah berlangsung di Jakarta pada 19-21 Februari lalu.

Dalam sambutannya, Triawan meminta APJI untuk mengidentifikasi produk kuliner asli Indonesia yang dikenal memiliki banyak ragam dan masih belum berhasil menembus pasar internasional.

“Kuliner adalah produk pangan dan Indonesia dikenal sebagai juara kuliner,” kata Triawan seperti dalam keterangan pers yang diterima redaksi.

Menurutnya identifikasi produk kuliner sangat penting meski tidak mudah, mengingat pertumbuhan industri kuliner yang sangat pesat.

Ia mencontohkan soal soto. Tiga tahun lalu, jenis soto hanya ada sekitar 60-an, tetapi saat ini ada sekitar 200an jenis soto. Belum termasuk nama-nama produk kuliner lain seperti gado-gado, sate, pecel dan lainnya.

Triawan mengakui bahwa sektor kuliner merupakan ketiga terbesar sektor ekonomi kreatif dalam hal sumbangan pada PDB nasional. Potensinya masih sangat besar dan itu membutuhkan kreativitas para pengusaha industri kuliner.

Sementara itu Iden mengatakan APJI sebagai salah satu organisasi kuliner terbesar dan tertua di Indonesia memiliki arti yang sangat signifikan dalam perjalanan bangsa ini. APJI memiliki kewajiban untuk melestarikan kuliner Indonesia sebagai salah satu potensi kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Ia juga mengatakan, setiap daerah memiliki makanan dan minuman dengan cita rasa yang khas dan varian yang berbeda. Kekhasan kuliner Indonesia itu menjadi salah satu daya tarik yang besar.

“Kekayaan kuliner ini perlu dilestarikan, dikembangkan, bahkan dipromosikan dalam lingkup yang lebih luas,” ujarnya.

Rendang, sebagai salah satu makanan khas daerah Sumatera Barat, telah menjadi bukti sebagai makanan terlezat yang diakui masyarakat dunia.

Kehadiran APJI juga punya misi memastikan kekayaan kuliner ini tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan melindunginya dari serbuan kuliner asing. Bahkan, APJI harus berupaya terus mengembangkan kuliner Indonesia.

“Kuliner Indonesia harus mendapat tempat dan dapat bersaing di dunia global, seperti halnya kuliner Thailand yang hampir menguasai dunia,” ujarnya.

Selain itu, APJI juga turut berperan dalam tercapainya pertumbuhan industri makanan dan minuman. Sektor makanan dan minuman ini, mampu memberikan kontribusi tertinggi dengan pertumbuhan 12,7 % di tahun 2018.

Industri ini menjadi subsektor prioritas pada tahun 2018, dan diharapkan dapat menjadi pendorong tercapainya target pertumbuhan industri nonmigas serta meningkatkan realisasi investasi di tahun-tahun ke depannya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara APJI dengan MindStores, yaitu perusahaan pengembang jaringan penjualan atau toko ritel virtual. Penandatanganan ini merupakan tanda mulai diluncurkannya Aplikasi bernama APJI Mind. Platform Jaringan Toko Virtual ini membantu para pengusaha jasaboga untuk saling terkoneksi satu sama lain secara transparan, membuat kinerja menjadi lebih cepat dan memiliki nilai cost efficiency yang optimal.

Terakhir, dalam rangkaian acara pelantikan, diadakan pula talkshow, dengan menghadirkan pembicara yaitu, Dr.H. Asman Abnur E,E., M.Si (dewan Pembina APJI), Sonny Sintong Panutur (Manager Corporate Operation Support Telkomsel), Hendra Novianto (Deputy Director Business Partnership CRP Group: Upnormal, Bakso Boedjangan, Sambal Karmila, Fish Wow Cheesee), Sigit Pambudi (JAPFA Food Solution), dan ada pula Demo dari Chef Mutofik.

APJI adalah organisasi di bidang kuliner yang terbesar dan tertua di Indonesia, berdiri pada 1976 melalui sebuah perkumpulan warga pencinta kuliner di Jakarta yang memiliki kesamaan hobi memasak.

Setelah berjalan dua tahun, perkumpulan tersebut masih membentuk lagi sebuah perkumpulan lebih besar bernama Himpunan Perusahaan Catering Jakarta (HPCJ) pada tahun 1978. Selang enam tahun kemudian dibentuklah suatu wadah pemersatu usaha dari skala rantangan, katering industri, katering pesta, katering pelayanan jemaah haji sampai dengan skala usaha lepas pantai. Tepatnya pada tanggal 10 Oktober 1984 dibentuklah Asosiasi Catering/JasabogaSeluruh Indonesia (ACSI).

Proses perubahan terus terjadi di tahun 1987, hingga terbentuknya nama Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) yang disahkan pada tanggal 15 April 2003. Sejak masa inilah nama APJI berkiprah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tumbuhkan Kecintaan Sarung kepada Generasi Muda

Festival Sarung Indonesia 2019 hadir untuk mengenalkan budaya sarung kepada generasi milenial

GAYA HIDUP | 19 Maret 2019

Sea Life Sambut Kedatangan 23 Spesies Ikan

Sea Life memiliki akuarium interaktif pertama dengan elemen Lego yang menampung 13.000 mahluk laut.

GAYA HIDUP | 19 Maret 2019

Smailing Xperiences, Berwisata dengan Pengalaman Baru

Produk-produk Smailing Xperiences juga dipasarkan secara online serta akun sosial media.

GAYA HIDUP | 18 Maret 2019

Azwar Anas: Wisatawan ke Banyuwangi Tembus 5 Juta

Tingkat kepuasan orang asing terhadap Banyuwangi mencapai 76%.

GAYA HIDUP | 18 Maret 2019

Sukses Lejitkan Produk Kecantikan ke Mancanegara, Dhidit Raih Dua Penghargaan

Pemilik merek Neneq Java Essentials dan JE Java Essentials ini, mendapat penghargaan Young Entrepreneur dan Top Woman versi Majalah Penghargaan Indonesia.

GAYA HIDUP | 17 Maret 2019

2 Investor Besar Siap Kembangkan Wisata Pantai Gunungkidul

Kabupaten Gunungkidul bisa diibaratkan seperti mutiara yang siap memancarkan pesona.

NASIONAL | 17 Maret 2019

Tantangan Melestarikan Makanan Khas Indonesia di Era Digital

Para penjaja makanan asli Indonesia tertantang mencari solusi agar dapat melestarikan kelezatan asli kuliner Indonesia.

GAYA HIDUP | 17 Maret 2019

Bateeq Tampilkan 20 Koleksi Bertema Arung di Fashion Nation XIII

Menampilkan 20 koleksi Fall/Winter 2019/2020, Michelle mengusung tema “Arung” yang bermakna “untuk menyebrang”.

GAYA HIDUP | 16 Maret 2019

Makanan Khas Indonesia yang Nyaris Punah Hadir di FJB 2019

Tahun ini Bango menghadirkan tiga penjaja kuliner langka di tengah FJB 2019, yaitu Bubur Ase Bu Neh, Sate Kuah Pak H. Diding, dan Cungkring Pak Jumat.

GAYA HIDUP | 17 Maret 2019

Akulaku Dorong Inklusi Keuangan Lewat Karnaval

KarnavAL Akulaku menjadi strategi perusahaan untuk mendekatkan diri dengan rekanan dan konsumen.

GAYA HIDUP | 16 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS