Gerakan BISA di Wisata Kampung Adat Wae Rebo
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Gerakan BISA di Wisata Kampung Adat Wae Rebo

Rabu, 16 September 2020 | 20:14 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / HA

Labuan Bajo, Beritasatu.com - Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo (BOPLBF) Shana Fatina menyatakan tekadnya untuk terus menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (cleanliness, health, safety, environment/CHSE) secara ketat seiring dimulainya aktivitas pariwisata di kampung adat Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wae Rebo adalah sebuah desa adat terpencil di Kabupaten Manggarai, yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Di kampung ini hanya terdapat tujuh rumah utama, yang disebut sebagai Mbaru Niang.

“Ini sebagai tindak lanjut dari reaktivasi wisata kampung adat Wae Rebo, yang secara resmi dilakukan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada 6 September 2020 lalu,” kata Shana melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Shana mengatakan, langkah-langkah konkret yang ditempuh BOPLBF adalah menyelenggarakan kegiatan padat karya melalui Gerakan BISA (bersih, indah, sehat, dan aman) di Wae Rebo. Sebelumnya, BOPLBF juga mengadakan gerakan serupa di Kabupaten Sikka, Pulau Komodo, Kabupaten Ende, Kampung Air Labuan Bajo.

Program yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan sektor pariwisata melalui penguatan destinasi-destinasi wisata dengan menerapkan protokol CHSE secara ketat.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung 13-14 September 2020 dengan melibatkan masyarakat kampung adat Wae Rebo. Selain mengadakan kegiatan bersih-bersih bersama dan simulasi penerapan protokol kesehatan, pada kesempatan itu Shana juga menyerahkan secara simbolis sejumlah peralatan pendukung untuk kelancaran penerapan normal baru di destinasi wisata adat seperti alat pengukur suhu tubuh (thermo gun), masker, face shield, sapu lidi, dan alat kebersihan lainnya.

“Kami berharap masyarakat Wae Rebo akan menerima kembali kunjungan wisatawan dan sekaligus sebagai upaya kami menyosialisasikan penerapan tatanan normal baru menggunakan standar protokol CHSE di destinasi wisata,” jelas Shana.

Dikatakan, letak geografis Wae Rebo yang cukup jauh dari keramaian dan berada di ketinggian menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi wisatawan untuk mencapai daerah itu.

“Wae Rebo letaknya jauh dan berada di ketinggian. Jadi, penerapan protokol CHSE harus benar-benar disiplin demi keselamatan wisatawan dan masyarakat. Nah, ini yang kita dorong dan kita terus mengedukasi masyarakat agar memahami betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” jelas Shana.

Selain mengedukasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan secara ketat, BOPLBF juga mendesain jalur evakuasi di kampung adat Wae Rebo. Hal itu dilakukan untuk menjamin terlaksananya sistem pengamanan keselamatan dan kesehatan bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.

“Ke depannya masyarakat Wae Rebo juga akan dilatih tentang bagaimana mengatasi masalah kesehatan yang mendesak. Perlu didesain jalur evakuasi, sehingga bisa menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat maupun wisatawan,” jelas Shana.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pelestarian Budaya dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alam dan Budaya Wae Rebo, Fransiskus Mudir mengapreasiasi upaya pemerintah pusat dan daerah yang telah memperhatikan masyarakat di kampung adat Wae Rebo.

“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata melalui BOPLBF, yang tak henti-hentinya memberikan dukungan kepada kami. Ini menjadi awal yang baik. Kegiatan seperti ini kami perlukan saat ini, sehingga kami tidak terus-terusan terkurung dalam rasa takut yang berlebihan,” ungkap Fransiskus.

Fransiskus berharap, Gerakan BISA dapat menjadi pemicu bagi masyarakat Wae Rebo untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.

“Kiranya ke depannya ini menjadi gaya hidup masyarakat kampung Wae Rebo, selain memberikan keindahan dan kenyamanan kepada semua pihak,” kata Fransiskus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

PepsiCo Luncurkan Minuman untuk Atasi Insomnia

PepsiCo meluncurkan inovasi minuman baru dengan memperkenalkan Driftwell, yang dapat mengatasi masalah stres.

GAYA HIDUP | 16 September 2020

Brand Lokal Worth ID Tak Kalah Keren dengan Bahan Impor

Siap menemani outfit selama pandemi, brand lokal Worth ID telah mendapat kepercayaan konsumen di Indonesia.

GAYA HIDUP | 15 September 2020

Faith Industries, Fashion Pop Culture Membidik Milenial

Fashion Faith Industries yang mengusung tema Pop Culture berdiri sejak tahun 2019 kini mulai digandrungi kalangan milenial.

GAYA HIDUP | 15 September 2020

Masuk Taman Nasional Komodo Kini Harus Daftar Online

Sistem pendaftaran online ini dikatakan Iqbal juga sangat erat kaitannya dengan masa Pandemi Covid-19.

GAYA HIDUP | 15 September 2020

Gurih Lezat Se’i, Kuliner Khas Kupang yang Diolah dari Daging Sapi

Se'i merupakan olahan daging khas Kupang yang biasanya terbuat dari daging babi. Namun, Se’i juga bisa diolah menggunakan daging sapi sehingga halal untuk umat Islam.

GAYA HIDUP | 14 September 2020

Inovasi Mustika Ratu Tingkatkan Imunitas Lewat Tanaman Herbal

Menjaga imunitas tubuh adalah salah satu kunci untuk tidak tertular virus Covid-19 karen. Sistem imun memiliki fungsi sangat sentral.

GAYA HIDUP | 14 September 2020

Bangkit di Masa Pandemi, Bakmi Naga Tetap Eksis

Pembukaan outlet tersebut, Bakmi Naga Resto ingin memperlihatkan bahwa outlet franchise Bakmi itu tetap eksis walaupun Indonesia tengah di landa wabah Covid 19.

GAYA HIDUP | 13 September 2020

Jovi Adhiguna Rambah Bisnis Camilan Ala Korea

Gildak merupakan usaha jajanan yang merupakan inovasi baru dari kolaborasi Jovi Adhiguna dan Nikmat Group.

GAYA HIDUP | 12 September 2020

Pentingnya Menjaga Kebugaran di Masa Pandemi Covid-19

Muscle First menggelar ajang fitness online dengan hadiah tunai Rp 10 juta.

GAYA HIDUP | 12 September 2020

Batik Betawi Tambora Dipamerkan di Festival Kreatif dan Seni Jakarta

koleksi batik betawi Tambora dipamerkan di acara Festival Kreatif dan Seni Jakarta (FKSJ) yang dilaksanakan pada 11-13 September 2020 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

GAYA HIDUP | 12 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS