James Riady Berikan Solusi untuk Tingkatkan Tes PCR
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

James Riady Berikan Solusi untuk Tingkatkan Tes PCR

Kamis, 14 Mei 2020 | 04:05 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com – Pengusaha nasional James Riady menyampaikan sejumlah strategi yang bisa dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk meningkatkan jumlah tes diagnostik yang sangat krusial dalam upaya memutus mata rantai penularan penyakit ini.

Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja itu, sejumlah kendala yang selama ini menghambat dilakukannya tes secara massal bisa diatasi dengan cepat.

“Kapasitas testing ini suatu hal yang kelihatannya kompleks tapi sebenarnya enggak,” kata James dalam diskusi virtual berjudul “Gaduh Gara-gara Covid-19”, Rabu (13/5/2020).

Ada dua kendala utama yang menurut James bisa segera diatasi. Pertama adalah pasokan reagen, komponen yang dibutuhkan untuk melakukan tes polymerase chain reaction (PCR), metode yang saat ini dianggap paling akurat untuk mendeteksi infeksi virus corona.

Menurut James, Indonesia tidak perlu khawatir kekurangan reagen karena pasokan di dunia cukup banyak.

“Pengamatan kita sendiri sebenarnya reagen itu banyak sekali. Umpamanya di lab kita, kita ada 100.000 reagen,” kata James, yang juga CEO Lippo Group, kelompok usaha yang salah satunya mengendalikan jaringan Rumah Sakit Siloam di seluruh Indonesia dan sejumlah negara lain.

Masalahnya, menurut James, selama ini pemerintah terlalu fokus pada satu produk reagen buatan Roche.

“Selama ini dari sistem di Indonesia yang disetujui hanya reagen dari Roche. Karena selama ini hanya Roche yang mendaftar di Indonesia,” ujarnya.

“Tapi kita sendiri berpengalaman bahwa ada enam atau delapan [merek] reagen. Jadi kalau kita tidak kaku dengan satu reagen, kita membuka, ternyata banyak. Reagen sebenarnya not a problem [bukan masalah],” kata James.

Dia menambahkan bahwa saat ini berbagai laboratorium di Indonesia sudah mulai menggunakan reagen dari produsen lain sehingga kapasitas pengetesan mulai naik.

Kendala kedua adalah kurangnya tenaga laboratorium. Untuk mengatasi masalah ini, mau tidak mau pemerintah atau gugus tugas harus menyediakan anggaran untuk merekrut tenaga baru dan memberi insentif, kata James.

James mengatakan ada cukup banyak petugas laboratorium dan microbiologist di Indonesia, tetapi mereka tidak akan bersedia melakukan pekerjaan berisiko tanpa insentif yang menarik.

“Pengalaman kita, orangnya ada banyak kalau dibayar,” ujarnya.

Saat ini 39 Rumah Sakit Siloam di seluruh Indonesia menerima pasien Covid-19 dan bahkan ada dua rumah sakit sementara yang khusus diperuntukkan bagi kasus ini, yaitu di Mampang, Jakarta Selatan, dan di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

James mengapresiasi keputusan pemerintah yang membuka pintu bagi rumah sakit swasta dan laboratorium swasta untuk terlibat menangani pasien Covid-19 dan melakukan tes PCR, asalkan memenuhi standar yang ditetapkan.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini ada sekitar 150-200 mesin PCR di Indonesia. Jika diterapkan dua atau tiga shift kerja, satu mesin PCR bisa melakukan tes pada 500 pasien.

“Jadi dengan demikian semestinya kapasitas ini ada untuk bisa digunakan,” kata James.

Kunci kesuksesan program ini bukan hanya pada berapa banyak tes yang mampu dilakukan per hari per mesin, tetapi juga seberapa cepat hasilnya bisa keluar, imbuhnya.

“PCR testing itu mestinya … dalam tujuh-delapan jam sudah dapat hasil. Pada saat ini kita [Siloam] bisa dalam tujuh jam dapat hasil, bisa dapat same day result,” kata James.

Testing adalah Segalanya
James sepakat dengan pemerintah bahwa uji diagnostik menjadi kunci dalam menghentikan mata rantai penularan Covid-19.

Tanpa uji diagnostik, upaya pemerintah menghentikan penularan virus corona seperti berjalan dalam kegelapan karena tidak diketahui kluster-kluster penularan baru atau wilayah baru yang terdampak.

James menambahkan dalam situasi sekarang, Indonesia harus berasumsi bahwa 12 bulan atau bahkan 24 bulan ke depan mungkin belum akan ditemukan vaksin virus corona. Kurun waktu yang cukup lama ini akan memaksa masyarakat untuk kembali beraktivitas, dan pemerintah juga harus merelaksasi pembatasan sosial.

“Dalam situasi seperti itu testing adalah segalanya. Saya tidak bisa mengerti bagaimana bisa ambil keputusan apa pun juga, apakah itu pasien, dokter, rumah sakit, atau perusahaan tanpa kapasitas testing,” kata James.

“Tanpa testing kita tidak bisa isolasi, kita tidak bisa merawat pasien, dirawat di mana, dan harusnya dirawat seawal mungkin. Tanpa testing kita tidak bisa melakukan contact tracing [penelusuran kontak], dan sebagainya. Jadi testing ini segalanya,” tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pekerja Berusia di Atas 45 Sebaiknya Tak Masuk Kerja

Kelompok usia di atas 45 tahun rentan terhadap virus Covid-19.

KESEHATAN | 14 Mei 2020

Ada Daerah yang Sukses Atasi Covid Tanpa PSBB

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang paling utama adalah kepatuhan semua pihak melaksanakan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 14 Mei 2020

ARSSI: RS Terhambat Banyaknya Berkas untuk Ajukan Klaim Layanan Covid-19

Karena pelayanan Covid-19 yang dapat diklaim berlaku mundur ke 28 Januari 2020, tentu berkas yang harus disiapkan banyak sekali.

KESEHATAN | 13 Mei 2020

Pemerintah Sebar 6.300 Cartridge untuk Deteksi Covid-19

Pemerintah sudah mengirimkan 6.300 cartridge ke 64 rumah sakit di 30 provinsi sehingga kabupaten mampu melakukan pemeriksaan Covid-19 secara mandiri.

KESEHATAN | 13 Mei 2020

8 Laboratorium Diimbau Melapor ke Gugus Tugas

Laporan hasil kegiatan pemeriksaan data Covid sangat penting agar publik dapat memperoleh informasi utuh.

KESEHATAN | 14 Mei 2020

Iuran BPJS Naik Lagi, Komunitas Pasien Cuci Darah Ajukan Uji Materi ke MA

Sebelumnya, komunitas ini pernah menggugat kenaikan iuran peserta mandiri sesuai Perpres 75/2019 dan disetujui oleh Mahkamah Agung.

KESEHATAN | 13 Mei 2020

Iuran BPJS Naik Lagi, Pemerintah Dinilai Tidak Peka

Timboel menilai, pemerintah seenaknya menaikan iuran tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat.

KESEHATAN | 13 Mei 2020

Pasien Covid-19 Santap Ikan Ambon Manise

Salah satu penghasil ikan terbaik di Indonesia adalah Laut Maluku. Sebab, di sana, kedalaman laut rata-rata 300 meter sampai 500 meter.

KESEHATAN | 13 Mei 2020

196 WNI yang Dipulangkan dari Bangladesh Bebas Covid-19

Semua hasil pemeriksaan WNI yang akan pulang menunjukkan hasil yang baik dan tidak terdapat gejala Covid-19.

KESEHATAN | 13 Mei 2020

KKI: Hadapi Covid-19, Indonesia Kekurangan Dokter Paru-paru

jumlah dokter paru-paru yang kurang dari 2.000 tidak signifikan dalam menangani membeludaknya masyarakat yang terinfeksi.

KESEHATAN | 13 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS