Terobosan Vaksin Corona Oxford Buka Jalan ke Era Normal
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Terobosan Vaksin Corona Oxford Buka Jalan ke Era Normal

Rabu, 22 Juli 2020 | 01:00 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Universitas Oxford, Inggris, mencatat sejumlah terobosan yang sejauh ini dinilai paling konkret, setelah dilewatinya tahap uji klinis 1 dan 2.

Menurut rilis pemerintah Inggris yang diteruskan Kedutaan Inggris di Jakarta, ada sejumlah bukti nyata yang diraih dalam uji klinis tersebut.

Pertama, vaksin itu mampu memicu sistem respon kekebalan tubuh yang mantap dari 100% objek uji coba setelah diberikan dua dosis. Bahkan, 90% dari mereka sudah menghasilkan antibodi pada dosis pertama.

Kedua, tidak ada masalah kesehatan lain yang timbul sepanjang uji coba.

Ketiga, vaksin ini berhasil mengaktifkan dua sisi sistem kekebalan sekaligus. Vaksin tersebut memicu produksi sel darah putih dalam 14 hari dilakukannya vaksinasi, dan juga antibodi dalam waktu 28 hari.

Saat ini, tahap 3 uji klinis yang melibatkan anak-anak dan kelompok usia lain sudah dimulai di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Brasil, dan Afrika Selatan.

Mitra produsen vaksin tersebut, perusahaan farmasi AstraZeneca, menyampaikan optimisme khasiat vaksin ini dan sudah menerima komitmen pasokan lebih dari 2 miliar dosis untuk Inggris, AS, Eropa, India, dan sejumlah organisasi global.

Pemerintah Inggris telah menginvestasikan £ 84 juta untuk pengembangan vaksin virus corona. Namun, disebutkan tidak semua investasi ini diarahkan ke satu produsen saja, dan tetap membuka pintu untuk vaksin-vaksin lain yang menjanjikan sebagai tindakan berjaga-jaga.

Dalam istilah pemerintah Inggris, seperti dikutip kedutaan, pemerintah tidak “menaruh semua telur di satu keranjang”.

Sebagai contoh, pemerintah Inggris juga bermitra dengan perusahaan farmasi dan produsen vaksin BioNTech/Pfizer dan Valneva untuk mengembangkan vaksin corona secara terpisah.

Untuk Siapa Saja
“Berita menggembirakan dari Oxford pekan ini berbarengan dengan pengumuman beruntun dari mereka yang menggarap vaksin di Indonesia mungkin bisa dianggap sebagai momen ketika ombak akhirnya berbalik arah,” kata Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rob Fenn.

“Masih terlalu dini untuk mendeklarasikan kemenangan memang, tetapi Universitas Oxford dihuni oleh para peneliti hebat dari berbagai belahan dunia, dan AstraZeneca sedang menggarap rencana untuk memproduksi vaksin ini secara massal. Apakah memang vaksin ini yang akan membuat perbedaan, atau vaksin lain, Inggris dan Indonesia tetap menekankan pentingnya keberadaan vaksin yang terjangkau dan bisa diakses oleh siapa pun,” tegasnya.

Hasil uji klinis vaksin buatan Oxford ini sudah dipublikasikan di jurnal ilmiah The Lancet.

Disebutkan bahwa vaksin ini memicu repson sel T (sel darah putih) dalam tempo 14 hari untuk menyerang sel yang terinfeksi Covid-19.

Kemudian dalam periode 28 hari muncul antibodi yang bisa menetralkan virus sehingga tidak bisa menginfeksi sel-sel lainnya ketika pasien pertama kali terinfeksi.

Selama penelitian, para partisipan yang diberi vaksin terdeteksi memunculkan antibodi yang penting sebagai proteksi.

Disebutkan dalam jurnal tersebut bahwa darah dalam 100% partisipan menunjukkan aktivitas menetralisir virus corona. Tahap selanjutnya adalah memastikan bahwa vaksin ini benar bisa efektif melindungi pengguna dari infeksi SARS-CoV-2, nama resmi virus tersebut.

“Meskipun masih banyak yang perlu dilakukan, data hari ini meningkatkan rasa percaya diri kami bahwa vaksin ini akan manjur dan memungkinkan kami melanjutkan rencana produksi vaksin yang bisa diakses secara luas dan setara di seluruh dunia,” kata Mene Pangalos, wakil presiden riset dan pengembangan biofarmasi di AstraZeneca.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dua Bulan Terakhir, Jumlah Daerah Risiko Tinggi Covid-19 Terus Turun

Data terakhir per 19 Juli 2020 menunjukkan jumlah kabupaten dan kota yang berisiko tinggi penularan Covid-19 terus menurun dalam dua bulan terakhir.

KESEHATAN | 21 Juli 2020

Pimpin Komite Penanganan Covid-19 dan PEN, Airlangga Tancap Gas

Perencanaan dan eksekusi program-program penanganan Covid dan pemulihan ekonomi bisa berjalan beriringan.

KESEHATAN | 21 Juli 2020

PMI Bantu Evakuasi Korban Banjir Bandang di Luwu Utara

PMI berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan evakuasi korban banjir bandang di Luwu Utara.

KESEHATAN | 21 Juli 2020

Feby Febiola: Berjuang Sembuh

Febi Febiola saat ini tengah berjuang untuk sembuh dari penyakit yang bersarang di tubuhnya.

KESEHATAN | 21 Juli 2020

Kasus Positif Covid-19 Tambah 1.655, Ini Sebarannya

Jumlah penambahan kasus positif Covid-19 hari ini, Selasa (21/7/2020), mencapai 1.655. DKI Jakarta menorehkan angka tertinggi yakni 433 dan sembuh 266.

KESEHATAN | 21 Juli 2020

Update Covid-19: Tambah 1.655, Kasus Positif Jadi 89.869

Pada Selasa (21/7/2020, terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.655. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 89.869.

KESEHATAN | 21 Juli 2020

Tahap Pertama, Bio Farma Siap Produksi 40 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Tiongkok

Pada tahap pertama, pada saat vaksin Covid-19 yang didatangkan dari Tiongkok ini lulus uji klinis tahap akhir, maka Bio Farma akan memproduksi 40 juta dosis.

KESEHATAN | 21 Juli 2020

Vaksin Covid-19 Biofarma dari Tiongkok dalam Persiapan Uji Klinis Tahap Ketiga

Pemerintah sedang mempersiapkan uji klinis vaksin corona atau Covid-19 tahap ketiga. Ditargetkan uji klinis ini bisa selesai pada Januari 2021.

KESEHATAN | 21 Juli 2020

Erick Thohir Targetkan Vaksin Covid-19 dari Bio Farma Beredar Awal 2021

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan BUMN Farmasi Bio Farma akan mulai memproduksi vaksin corona pada Januari 2021 dengan kapasitas maksimal 250 juta dosis.

KESEHATAN | 21 Juli 2020

Jokowi Ingin Penanganan Tuberkulosis Ikuti Model Covid-19

Layanan diagnostik maupun pengobatan tuberkulosis harus tetap berlangsung.

KESEHATAN | 21 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS