Airlangga Ingatkan Mahar Politik Buat Orang Benci Parpol
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Airlangga Ingatkan Mahar Politik Buat Orang Benci Parpol

Selasa, 22 Maret 2016 | 03:25 WIB
Oleh : Robertus Wardi / HA

Denpasar - Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto (AH) menilai munculnya gerakan melawan partai politik atau yang biasa disebut deparpolisasi, salah satunya karena adanya praktik mahar politik di parpol.

Adanya mahar itu membuat banyak anak bangsa berkualitas tidak bisa maju menjadi calon pemimpin, baik di tingkat lokal maupun nasional karena harus membayar mahar ke parpol.

"Salah satu penyebab deparpolisasi adalah mahar politik. Rakyat muak cara-cara seperti itu," kata AH saat roadshow dengan pimpinan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PG se-provinsi Bali di Denpasar, Senin (21/3).

Acara itu dihadiri semua pimpinan DPD I dan DPD II Bali, sementara AH didampingi Ketua Tim Sukses (Timses) Melchias Markus Mekeng, anggota tim Lawrence Siburian, Indra Piliang dan Lamhot Sinaga.

AH mengakui secara terus terang ada mahar itu di parpol dan menurutnya semua parpol yang ada di negara ini melakukan hal tersebut.

Baginya, pembangunan demokrasi di negara ini tidak akan menjadi lebih baik jika didasarkan pada praktik-praktik mahar tersebut. Artinya, demokrasi yang dibangun bukan peningkatan kualitas tetapi lebih berkembang karena besarnya uang (kapital).

Jika terpilih menjadi Ketum Golkar, dia bertekad mengikis, bahkan menghilangkan praktik-praktik tersebut.

"Saya jadikan mahar itu sebagai modal kampanye bagi sang calon kepala daerah. Bukan meminta mahar kepada calon supaya bisa dicalonkan. Bagaimana mau menang kalau uang sudah habis untuk bayar mahar," jelasnya.

Dia menjelaskan, apa yang terjadi dengan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok saat ini adalah perlawanan dari generasi Y atau generasi milenium terhadap perilaku parpol yang korup, pragmatis, dan sarat praktik mahar setiap ada pencalonan kepala daerah.

Para generasi Y tersebut sesungguhnya tidak anti parpol, tetapi praktik-praktik parpol yang tidak benar tersebut menimbulkan gerakan deparpolisasi.

"Kondisi ini tidak bisa disalahkan para generasi tersebut karena parpol gagal bekerja sesuai harapan rakyat. Parpol harus koreksi diri," tegas anggota Komisi XI DPR ini.

Sebagaimana diketahui, generasi Y merupakan istilah bagi para anak muda yang lahir di tahun 1980-an. Generasi ini biasa disebut generasi millenium yang muncul setelah Generasi X.

Generasi ini dicirikan menguasai dunia media sosial (medsos), anti kemapanan dan status quo, dan selalu menginginkan ada hal baru atau perubahan. Generasi ini sangat menghormati egaliterian.

Mahar Jangan Jadi Penghalang
Dia menyadari fenomena deparpolisasi tidak positif bagi pengembangan demokrasi. Alasannya, parpol adalah pilar utama pembangunan demokrasi. Namun dengan praktik mahar politik, parpol harus memperbaiki diri agar tidak ditinggal masyarakat.

"Memang demokratisasi di Indonesia perlu mengalami proses pendewasaan. Undang-undang katakan proses (pemilihan kepala negara maupun kepala daerah,red) lewat parpol. Karena itu deparpolisasi merupakan fenomena yang tak positif. Pemicu salah satunya mahar," tuturnya.

Menurutnya, praktik mahar terjadi karena tidak ada pengaturan yang baik dalam organisasi. Karena itu untuk mengatasinya, perlu ada langkah yang positif. Paling tidak, mahar jangan menjadi penghalang calon untuk maju.

"Kebijakan masing-masing partai berbeda. Tapi ke depan Golkar akan mendorong mahar tak jadi penghalang. Perlu ada kriteria tertentu, sebaiknya mahar menjadi modal untuk maju. Bagi saya memenangi pilkada lebih baik dari pada mahar," tutupnya.

Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PPP Djan Faridz Kecam "Campur Tangan" Parmusi

"Kami sangat serius apa yang disebut dengan islah."

NASIONAL | 22 Maret 2016

Airlangga: Ketum Golkar Baru Tentukan Suara Pemilu

Saat ini, pemilih lebih melihat figur perorangan daripada parpol.

NASIONAL | 22 Maret 2016

Presiden Fokus Pemberantasan Pencucian Uang

BI dan OJK diminta bekerjasama mengawasi sektor-sektor yang rawan pencucian uang.

NASIONAL | 22 Maret 2016

Program PNPM Dinilai Sengaja Dijadikan Bancakan

Sejumlah fasilitator program eks PNPM tersangkut kasus hukum, sedangkan aset PNPM pun masih tidak jelas.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Lagi, Politisi PDIP Kembalikan Uang Suap kepada KPK

Uang sebesar SGD 240 ribu yang dikembalikan di luar dari uang sebesar SGD 33 ribu yang disita tim penyidik saat menangkap Damayanti beberapa waktu lalu.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Heli yang Jatuh di Poso Bukan Ditembak Jaringan Santoso

"Lokasinya bukan pada daerah yang rawan, daerah itu sudah di perkotaan dekat bandara,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Kembali, BNN Bekuk Sindikat Peredaran Narkoba di Medan

Sebanyak enam tersangka, berhasil ditangkap bersama barang bukti sebanyak 11 kilogram sabu-sabu dan 4 ribu pil ekstasi.

NASIONAL | 21 Maret 2016

TNI Berikan Penghargaan kepada 13 Prajurit Korban Heli Jatuh

Menurut Panglima TNI Gatot Nurmantyo, para prajurit tersebut gugur dalam menjalankan tugas.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Bupati Ogan Ilir Diberhentikan, Kepala BNN: Itu Kewenangan Mendagri

Dikatakan Buwas, Ahmad Wazir terancam pidana 4 tahun dan maksimal 12 tahun.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Wapres Ucapkan Belasungkawa Atas Jatuhnya Helikopter di Poso

"Kita berbelasungkawa atas terjadinya musibah ini," kata JK.

NASIONAL | 21 Maret 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS