Kemhan Pastikan Proyek Swadaya Pesawat Tempur Jalan Terus
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-1.88)   |   COMPOSITE 4879.1 (-3.1)   |   DBX 933.193 (4.62)   |   I-GRADE 128.434 (-0.03)   |   IDX30 404.523 (-2.08)   |   IDX80 106.174 (-0.32)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.11)   |   IDXG30 113.341 (0.12)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-2.9)   |   IDXQ30 118.527 (-0.51)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.26)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.79)   |   IDXV30 100.803 (-0.54)   |   INFOBANK15 767.134 (-6.78)   |   Investor33 355.071 (-2.01)   |   ISSI 143.565 (0.43)   |   JII 517.566 (2.4)   |   JII70 175.828 (0.83)   |   KOMPAS100 953.068 (-0.95)   |   LQ45 742.375 (-3.01)   |   MBX 1347.52 (-1.77)   |   MNC36 265.633 (-0.69)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (0.1)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-1.71)   |  

Kemhan Pastikan Proyek Swadaya Pesawat Tempur Jalan Terus

Jumat, 28 Juli 2017 | 19:22 WIB
Oleh : Robertus Wardi / HA

Jakarta - Pemerintah melanjutkan proyek pesawat tempur rakitan sendiri yang disebut KFX/IFX, dan bahkan diklaim progress proyek ini sudah mencapai 14 persen.

"Pelaksanaan program engineering manufacture development (EMD) sudah mencapai 14 persen dari keseluruhan perencanaan program sampai tahun 2026. Saat ini, masih dalam tahap awal yaitu peningkatan kesiapan teknologi nasional bagi PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk menghadapi tahap EMD sampai dengan pembangunan enam prototipe," kata Kepala Litbang Kementerian Pertahanan (Kemhan) Anne Kusmayati dalam konferensi pers di Jakart, Jumat (28/7).

Ia menjelaskan pesawat yang dirakit adalah jet tempur generasi 4.5. Perakitan dilakukan bekerjasama dengan industri pesawat Korea Selatan yaitu Korean Aerospace Industry (KAI).

Saat ini, PT DI telah mengirimkan 81 insinyur ke KAI di Sacheon City. Total keseluruhan akan mencapai 200 insinyur. ‎

"Mereka dikirim untuk mendapatkan pembekalan tentang sistem dan standar prosedur di KAI. Mereka juga melakukan pendalaman terkait konfigurasi pesawat sesuai pesyaratan ROK (Republic of Korea) dan RI," ujar Anne.

Menurutnya, perakitan pesawat tempur KFX/IFX fase EMD merupakan program berjangka waktu 10 tahun. Pembangunan dimulai dari tahun 2016 dan dijadwalkan berakhir tahun 2026. Total investasi kedua negara terkait proyek ini mencapai US$ 8 miliar dari APBN Indonesia dan Korsel.

Ditargetkan tahun 2021 pesawat tempur KFX/IFX bisa diperkenalkan ke masyarakat, lalu dibuat prototipe ke-5 oleh PTDI pada 2022. Setelah itu akan dikirimkan ke Korea Selatan untuk disempurnakan dan akan dikirimkan kembali ke Indonesia sebagai flying test bed untuk pengembangan dan wahana pembelajaran generasi muda PTDI.

"Diharapkan pesawat tempur KFX/IFX bisa mendapatkan Type Certificate di tahun 2025 atau 2026," kata Anne.

Dia menambahkan masih ada beberapa kendala terkait perakitan pesawat tersebut yaitu masalah lisensi produk dari AS. Untuk meminta lisensi, Indonesia dipastikan tidak bekerja sendirian. Korsel terus digandeng demi mendesak AS mengeluarkan lisensi pembuatan pesawat tempur ini.

Indonesia dan Korsel harus meminta lisensi dari AS karena direncanakan pesawat tempur KFX/IFX akan memakai empat komponen utama teknologi jet tempur yang dimiliki Negeri Paman Sam, yaitu electronically scanned array (AESA) radar, infrared search and track (IRST), electronic optics targeting pod (EOTGP), dan radio frequency jammer.

"Indonesia sebenarnya telah meminta izin AS lebih dulu. Namun, hal tersebut dilakukan sendiri tanpa disertai delegasi Korsel," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Indonesia menargetkan ‎Pada 2035-2040 sudah ada 200 jet tempur KFX/IFX yang dirakit. Jet tempur yang dihasilkan dari kerja sama dua negara ini akan memiliki generasi 4.5. Sekarang pesawat militer dunia masih berada di generasi 4.

KFX/IFX merupakan pesawat tempur tipe semi siluman (stealth). Rancangan model jet ini telah dipamerkan pada Indo Defence 2016 di JIExpo.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA


Hari Kemerdekaan Tahun Ini Akan Diperingati Sebulan Penuh

Pada 1 Agustus 2017 diadakan pameran lukisan koleksi istana kepresidenan bertajuk 'Senandung Ibu Pertiwi'

NASIONAL | 28 Juli 2017

Gubernur Aher Lepas 404 Jemaah Haji Asal Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan melepas Kelompok Terbang pertama Jamaah Haji Jawa Barat.

NASIONAL | 28 Juli 2017

Ini Tanggapan Jokowi terhadap Kritik SBY

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi serius kritikan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

NASIONAL | 28 Juli 2017

Pres-T 20%, Jokowi: Kenapa Dahulu Tak Ramai?

Jokowi menyindir partai politik yang tidak setuju dengan Pres-T 20 persen.

NASIONAL | 28 Juli 2017

Politisi PDIP: Besar Kemungkinan Jokowi vs Prabowo Lagi di Pilpres 2019

PDIP dan PPP solid dukung Jokowi untuk Pilpres 2019

NASIONAL | 28 Juli 2017

9 Orang Mendaftar Pilgub Jateng untuk PDIP

Pendaftar mulai dari kalangan bupati hingga pekerja swasta

NASIONAL | 28 Juli 2017

Chairuman Harahap Akui Pernah Bertemu Andi Narogong di DPR

Mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap mengaku pernah bertemu dengan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong di Gedung DPR Senayan.

NASIONAL | 28 Juli 2017

Polisi Kejar Aset Pejabat Sumbar Tersangka Korupsi Rp 60 Miliar

Tersangka adalah pejabat pembuat komitmen dan selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan dalam proyek pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur strategis.

NASIONAL | 28 Juli 2017

Gubernur DKI: Indonesia Tak Layak Impor Garam

Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menegaskan Indonesia negara kepulauan, sehingga tak layak mengimpor garam.

NASIONAL | 28 Juli 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS