KPK: E-Procurement Dikalahkan Akal Licik
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Korupsi Bupati Batubara

KPK: E-Procurement Dikalahkan Akal Licik

Jumat, 15 September 2017 | 04:03 WIB
Oleh : Fana Suparman / HA

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan kasus korupsi yang menjerat Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen mengungkap fakta bahwa e-procurement yang dimaksudkan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pengadaan oleh negara menjadi percuma jika pejabat yang menguasai sistem memanipulasi bersama sekongkol dari swasta.

OK Arya diduga menerima suap sebesar Rp 4,4 miliar dari dua kontraktor yaitu Syaiful Azhar dan Maringan Situmorang terkait proyek pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp 32 miliar yang dimenangkan oleh PT Gunung Mega Jaya dan proyek pembangunan Jembatan Sei Magung senilai Rp 12 miliar yang dimenangkan PT Tombang serta proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, senilai Rp 3,2 miliar.

Ketiganya bersama Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batubara Helman Hendardi diduga telah mengatur proyek infrastruktur yang telah menerapkan sistem e-procurement. Syaiful dan Maringan diduga menyewa atau meminjam bendera perusahaan lain agar dapat ikut serta dan memenangkan proses lelang.

"Sementara dari hasil pemeriksaan memang (perusahaannya) tidak murni milik kontraktor MAS (Maringan Situmorang). Tidak murni punya dia, ada yang sewa. Jadi pinjam nama. Ada beberapa perusahaan diatur sedemikian rupa sehingga pemenangannya tetap saja menjadi MAS," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9).

Menurut Basaria modus operandi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Batubara saja. Sistem e-procurement merupakan upaya untuk mencegah korupsi. Namun, teknologi dan sistem secanggih apapun tak akan efektif mencegah korupsi jika para pihak yang terlibat dalam proses lelang tersebut tidak memiliki integritas.

"Kenapa (sudah e-procurement) masih terjadi suap? Ya, secanggih apapun alat itu tapi yang mengendalikan manusia juga," ungkapnya.

Wakil Ketua KPK lainnya, Alexander Marwata menuturkan, saat ini hampir seluruh proses pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintahan telah melalui sistem online. Namun, 80 persen kasus korupsi justru menyangkut pengadaan barang dan jasa.

"Kenapa masih terjadi (korupsi)? Karena sebagus apapun sistem kalau kolusi, jebol juga," katanya.

Menurut Alex, selain kongkalikong antara penyedia barang dan jasa dengan pihak perserta lelang, persekongkolan juga dapat terjadi antar perusahaan yang ikut lelang. Tak menutup kemungkinan para pihak swasta itu mengikuti proses lelang hanya sekadar formalitas seolah lelang tersebut diikuti banyak peserta. Padahal, antara pihak swasta sudah membagi proyek-proyek yang akan mereka garap.

Selain itu, korupsi akan berjalan semakin mulus jika sudah ada kesepakatan dengan pejabat terkait.

"Apalagi kalau ada fee untuk kepala daerah. Jadi sistem hanya masalah teknis. Kejadian dalam korupsi pengadaan barang dan jasa modusnya sama," ungkapnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Yusril: Jangankan KPK, BI Saja Bisa Diangket

"BI yang disebutkan dalam UUD 1945 saja bisa diangket, apalagi yang hanya disebutkan dalam UU."

NASIONAL | 15 September 2017

Ahli Hukum: Perppu Ormas Sah dan Hak Subjektif Presiden

Kores Tambunan: Hak-hak subjektif ini digunakan presiden-presiden sebelumnya.

NASIONAL | 15 September 2017

Maju Pilgub Papua Lagi, Lukas Enembe Paparkan Visi Misi

Gubernur Papua Lukas Enembe memaparkan visi-misi di depan Pengurus DPD Gerindra Provinsi Papua di Jakarta,

NASIONAL | 15 September 2017

Panglima: Yang Ingin Ganti Pancasila Pengkhianat Bangsa

"Jika ada yang mengajak untuk mengubahnya jangan dipercaya dan jangan diikuti."

NASIONAL | 14 September 2017

Komisi Yudisial Sambut Baik Maklumat Tegas MA

"Pimpinan pengadilan tidak bisa hanya di belakang meja tetapi turun ke bawah untuk mengawasi."

NASIONAL | 14 September 2017

IJP Terancam Dipecat dari Partai Golkar

Golkar sudah punya pakta integritas terkait kadernya yang tersangkut kasus narkoba.

NASIONAL | 14 September 2017

Eggi: Rizieq Pilih di Arab daripada Ditangkap

Rizieq mengklaim kalau dia ditangkap Indonesia akan rusuh.

NASIONAL | 14 September 2017

Pasien Penyakit Kronis Rasakan Manfaat Prolanis

Ikut Prolanis, Nanan Gunawan berhasil mengontrol penyakit hipertensi.

NASIONAL | 14 September 2017

Prolanis Bantu Pasien Penyakit Kronis Kelola Kesehatan

Prolanis dikembangkan secara khusus di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

NASIONAL | 14 September 2017

Aktivitas Gunung Agung Alami Peningkatan

Peningkatan aktivitas belum mempengaruhi aktivitas pendakian.

NASIONAL | 14 September 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS