Polda Metro: Eggi Tidak Kooperatif
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Polda Metro: Eggi Tidak Kooperatif

Selasa, 14 Mei 2019 | 19:04 WIB
Oleh : HA

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya mengatakan penangkapan atas tersangka dugaan makar Eggi Sudjana saat caleg Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut selesai menjalani pemeriksaan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya selama 13 jam, dikarenakan yang bersangkutan tidak kooperatif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan penangkapan Eggi Sudjana oleh penyidik dilakukan usai Eggi menjalani pemeriksaan Selasa pagi. Eggi diperiksa sejak pukul 16.30 WIB Senin (13/5).

Pertimbangan penyidik di antaranya Eggi dianggap sempat menolak menjalani pemeriksaan pada Senin sore saat menemui penyidik dan enggan memberikan ponselnya saat penyidik memintanya untuk disita.

"Kemarin saat mau diperiksa, ia menolak dan keluar. Lalu kita mau sita HP-nya tidak dikasihkan, karena itu tujuannya untuk barang bukti. Setelah buka puasa atau magrib, yang bersangkutan datang kembali untuk diperiksa. Penyidik dengan senang hati menerima beliau dalam pemeriksaan sebagai tersangka," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Karena beberapa alasan itulah, penyidik akhirnya melakukan penangkapan terhadap Eggi, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan makar, yang disebutnya sebagai pertimbangan subjektivitas penyidik.

Penangkapan tersebut, kata Argo, dilakukan penyidik dengan membacakan dan menyampaikan surat penangkapan terhadap Eggi yang didampingi tim kuasa hukumnya, di ruang penyidik, Selasa dini hari.

Setelah dilakukan penangkapan, kata Argo, penyidik memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan apakah tersangka ditahan atau tidak.

"Jadi kita tunggu, setelah nanti 1×24 jam penyidik bersikap seperti apa. Apakah menahan yang bersangkutan atau tidak, adalah wewenang penyidik dan semua kemungkinan bisa terjadi," kata Argo.

Eggi memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan, Senin (13/5) petang sekitar pukul 16:30 bersama sedikitnya lima orang tim kuasa hukumnya.

Eggi yang waktu itu mengenakan kemeja putih dan peci warna hitam putih serta menenteng dua kitab suci Al Quran tampak tenang.

Saat ditemui awak media, Eggi mempersilakan satu persatu kuasa hukumnya memberikan pernyataan terkait kasusnya dan penetapan dirinya sebagai tersangka. Mereka intinya mengecam penetapan status tersangka Eggi dengan berbagai argumen.

Adapun Eggi menyatakan ia mau melihat sampai dimana profesionalisme polisi dalam menangani kasusnya.

"Kita minta bapak polisi objektif karena anda sudah mengklaim profesional, modern dan terpercaya (Promoter). Jadi janganlah mengingkari jargonnya sendiri. Saya mau lihat nanti profesionalitasnya sampai di mana," ujar Eggi.

Ia juga berharap pemeriksaan atas dirinya berjalan lancar, walau demikian dia menilai jika terjadi penahanan pada dirinya, maka telah terjadi kriminalisasi dan pihak kepolisian tidak sesuai dengan jargonnya Promoter.

Bahkan sebelumnya, Eggi menilai Presiden Jokowi bisa memerintahkan Kapolri untuk tidak menahan dirinya dalam kasus ini jika Jokowi siap berdemokrasi.

"Terkait saya, Jokowi bisa perintahkan kepada Kapolri untuk tidak menahan saya. Itu kalau dia berdemokrasi dengan baik. Jadi jangan pakai alasan tidak boleh karena intervensi. Anda jangan lupa Anda itu pemimpin di negeri ini. Anda itu pimpinan Kapolri, TNI dan semua angkatan perang. Semua bisa diperintah, jadi intervensi itu nggak ada. Itu adalah instruksi," kata Eggi di Mapolda Metro Jaya sebelum menjalani pemeriksaan, Senin (13/5).



Sumber:ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Ratna Sarumpaet Sebut Inisiatif Konferensi Pers dari Prabowo

Ratna mengatakan tidak ada yang mengajaknya untuk ikut konferensi pers terkait penganiayaan dirinya.

NASIONAL | 14 Mei 2019

Densus Tangkap Delapan Terduga Teroris di Jateng

Densus 88 Mabes Polri menangkap delapan terduga teroris di sejumlah daerah di Jawa Tengah beberapa hari terakhir.

NASIONAL | 14 Mei 2019

Dituduh Adu Domba Polri-TNI, Iwan Klaim Tak Punya Motif

Tersangka membuat dan mengunggah sebuah video berdurasi 1.53 detik di akun Facebook miliknya.

NASIONAL | 14 Mei 2019

Ratna Sebut Publik Figur Boleh Bohong

Ratna menyatakan bahwa figur publik boleh melakukan kebohongan.

NASIONAL | 14 Mei 2019

Jika Diajak People Power, Pakar: Tolak Saja

Masyarakat diimbau untuk menolak jika diajak untuk mengikuti gerakan "people power" atau pengerahan kekuatan massa.

NASIONAL | 14 Mei 2019

Ratna Dinilai Tidak Konsisten Berikan Keterangan

Ratna Sarumpaet dianggap tidak konsisten dalam memberikan keterangan dalam persidangan.

NASIONAL | 14 Mei 2019

Polisi Jadwalkan Pemanggilan Kedua Permadi dan Lieus

Penyidik Badan Reserse Kriminal menjadwalkan pemanggilan kedua untuk politisi Permadi serta aktivis Lieus Sungkharisma pada Jumat (17/5/2019).

NASIONAL | 14 Mei 2019

Ramadan Bulan untuk Kuatkan Daya Rekat Persaudaraan

Makna jihad adalah memperjuangkan nilai Islam berupa perdamaian, kesejahteraan, dan keadilan.

NASIONAL | 14 Mei 2019

Permadi Akan Penuhi Panggilan Polisi

Permadi mengatakan akan memenuhi panggilan pertama pemeriksaan Polda Metro Jaya sebagai saksi terkait dugaan tindakan makar pada Rabu (15/5/2019).

NASIONAL | 14 Mei 2019

Pembangunan Jembatan di Nduga Tak Terganggu Kontak Tembak

Kontak tembak antara TNI dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB), tidak mempengaruhi pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga.

NASIONAL | 14 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS