Kivlan Diperiksa Soal Dana dari Habil
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Kivlan Diperiksa Soal Dana dari Habil

Sabtu, 15 Juni 2019 | 16:37 WIB
Oleh : HA

Jakarta, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menyatakan pemeriksaan Kivlan Zen (KZ) sebagai saksi atas tersangka percobaan pembunuhan Habil Marati (HM), Jumat (14/6/2019) petang hingga malam, terkait dengan aliran dana dari tersangka pada Kivlan.

"Tadi malam KZ diperiksa sebagai saksi HM berkaitan dengan uang pemberian HM pada KZ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di RS Polri Raden Said Sukanto, Jakarta, Sabtu, (15/6/2019).

Dari informasi yang akhirnya terkuak, Habil berperan sebagai pemberi uang kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebesar 15.000 dolar Singapura atau setara Rp 150 juta yang disiapkan untuk pembelian senjata api.

"Ya beliau ditanya berkaitan pemberian uang 15.000 dolar Singapura itu," Argo menambahkan.

Sebelumnya, tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen selesai diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya sebagai saksi tersangka dugaan percobaan pembunuhan Habil Marati pada pukul 22:30 WIB sejak petang hari.

Kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri, mengatakan kliennya digali terkait penerimaan dana dengan 11 pertanyaan.

"Intinya mempertanyakan masalah sumber dana. Benar terima dana atau tidak. Sumber dana yang diterima antara Pak Kivlan dengan yang diterima oleh Iwan berapa," kata Kuasa Hukum Kivlan, Muhammad Yuntri saat dikonfirmasi.

Yuntri mengatakan kliennya yang diperiksa mulai pukul 17:00 WIB hingga 22.30 WIB itu dinilai penyidik belum selesai. Pemeriksaan sendiri dihentikan, karena Kivlan tiba-tiba mengalami sakit gigi dan akan diperiksa lagi pada agenda berikutnya.

"Jadwalnya, besok kepastian dari penyidik. Karena disesuaikan dengan jadwal penyidik, jadwal penyidik juga cukup padat dan juga kondisi Pak Kivlan yang kambuh sakit giginya. Jadi belum tuntas BAP-nya tadi," ujar Yuntri.

Untuk diketahui, saat Kivlan keluar ruang penyidik pukul 22.30 WIB, ia langsung lari ke anak tangga menghindari awak media. Ia naik tangga dari Gedung Ditreskrimum menuju gedung utama Polda Metro Jaya menembus halaman Main Hall. Di sana, telah terparkir mobil polisi yang akan mengantarkannya kembali ke Rumah Tahanan (Rutan) Guntur, Jakarta Selatan.

Kivlan yang mengenakan kemeja biru langit dan celana hitam hanya melambaikan tangan dan melempar senyum ke awak media. Ia enggan berkomentar.

"Sama pengacara saja ya," ucapnya.

Kemudian, mobil yang ditumpanginya meninggalkan Polda Metro Jaya. Ia dikawal oleh sejumlah penyidik.

Habil Marati, politikus PPP, disebut sebagai donatur eksekutor empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan. Ia menyerahkan uang Rp 60 juta kepada para calon eksekutor.

Habil kini telah ditangkap polisi. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan Habil Marati berperan sebagai pemberi uang kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebesar 15.000 dolar Singapura atau setara Rp 150 juta.

Kivlan disebut memberikan uang itu kepada anak buahnya, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan untuk membeli senjata laras panjang dan pendek yang akan digunakan untuk membunuh beberapa tokoh nasional.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pakar: Bambang Widjojanto Bisa Merusak Citra Peradilan

Orang atau advokat yang sedang menjabat sebagai pegawai atau pejabat dalam pemerintahan tidak boleh beracara.

NASIONAL | 15 Juni 2019

Kejari Surabaya: Rutan Medaeng Wajib Kembalikan Henry Gunawan

Pembebasan bersyarat Henry J Gunawan tidak memiliki dasar hukum.

NASIONAL | 15 Juni 2019

5 Varietas Lokal Padang Pariaman Raih Pengakuan Kemtan

Varietas tersebut hasil pengembangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman bersama pihak terkait.

NASIONAL | 15 Juni 2019

100 Tersangka Kericuhan Ditangguhkan, Polisi: Sesuai Prosedur

Polda Metro Jaya menyatakan penangguhan penahanan untuk 100 dari 447 tersangka kericuhan 21-22 Mei sesuai dengan prosedur.

NASIONAL | 15 Juni 2019

Romahurmuziy Ungkap Keterlibatan Menag dalam Jual Beli Jabatan

Rommy mengakui menyodorkan nama Haris dan Muafaq ke Lukman.

NASIONAL | 15 Juni 2019

MK Bantah Adanya Ancaman terhadap Hakim Konstitusi

Pemberitaan ancaman terhadap hakim konstitusi muncul setelah konferensi lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

NASIONAL | 15 Juni 2019

Jual Beli Jabatan di Kemag, KPK Bakal Periksa 3 Calon Rektor UIN

Mantan Rektor UIN Ar-Raniry, Farid Wajdi Ibrahim turut dipanggil sebagai saksi untuk penyidikan Rommy pada Selasa, 18 Juni 2019.

NASIONAL | 15 Juni 2019

Masih di Bawah Umur, Empat Nelayan Dipulangkan dari Australia

Keempat nelayan tersebut segera dipulangkan ke Indonesia dengan pertimbangan masih di bawah umur.

NASIONAL | 15 Juni 2019

Jalur KA ke Bandara Baru Yogya Segera Dibangun

Setelah dokumen ini mendapat persetujuan dari Sultan maka langkah selanjutnya adalah eksekusi rencana dan pembebasan lahan.

NASIONAL | 15 Juni 2019

Berobat Kanker ke Guangzhou, Sutopo Mohon Maaf

Sutopo juga memohon maaf kepada khalayak, apabila tidak bisa menyampaikan info bencana dengan cepat.

NASIONAL | 15 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS