Polri Akui Salah Tembak, Pengacara Korban: Selanjutnya Apa?
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Polri Akui Salah Tembak, Pengacara Korban: Selanjutnya Apa?

Minggu, 5 Juli 2020 | 18:15 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Pengusutan dugaan salah tembak dengan korban warga Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) bernama Qidam Al Fariski Mofance masih jalan di tempat. Pengacara keluarga korban mengatakan belum ada keadilan yang diterima keluarga korban atas meninggalnya pemuda 20 tahun itu.

“Sampai sekarang kasus Qidam jalan di tempat. Tak ada kemajuan sejak kita laporkan tiga bulan lalu. Menurut penyidik Polda Sulteng kasus ini diambi oleh Mabes Polri sementara dari Mabes juga tak ada penjelasan. Ini tak masuk di akal,” kata anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Sulteng Andi Akbar saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (5/7/2020).

Padahal, masih kata Akbar, sudah jelas Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto telah meralat pernyataannya. Didik mengatakan korban tak termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pelaku tindak pidana teroris Poso yang selama ini sudah beredar.

“Mohon maaf apabila klarifikasi yang disampaikan melalui media ini terkesan terlambat,” kata Didik, Jumat (26/6/2020) lalu. Didik awalnya memang menyebut korban memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Atas hal tersebut, Akbar mempertanyakan kelanjutan sikap Polri tentang kasus ini.

“Kabid Humas sudah menyatakan demikian, itu pun setelah kami melaporkannya karena ia awalnya menyebut Qidam ditembak karena ia teroris. Lalu jika almarhum bukan teroris, mengapa korban ditembak? Siapa pelakunya?” ujarnya.

Semakin lama kasus ini didiamkan, masih kata Akbar, semakin menunjukkan tidak adanya itikad baik dari kepolisian.

Ia mengingatkan jika kasus pembunuhan adalah delik umum, tanpa ada laporan pun seharusnya tetap diusut demi keadilan dan penegakan hukum.

”Kami segera berkunjung ke Jakarta untuk mencari kejelasan. Kami akan ke Mabes Polri, ke Kontras, ke YLBHI, dan Komnas HAM. Ini supaya segera clear dan ada yang bertanggungjawab,” urainya.

Sebelumnya diberitakan Qidam tewas setelah ditembak saat melintas di belakang Polsek Poso Pesisir Utara pada Kamis, 9 April 2020. Di tubuhnya ditemukan luka tusuk dan sayatan. Saat kejadian ia membawa ransel berisi baju, dan menurut informasi yang dihimpun saat itu ia kabur dari rumah karena masalah internal keluarga.

Menurut keterangan pihak keluarga, semasa hidupnya almarhum bekerja serabutan di salah satu SPBU di Poso dan sebagai buruh bangunan.

Di sisi lain, Polda Sulteng mengaku kasus ini sudah ditangani Oleh Div Propam Mabes Polri dan KorBrimob Polri. Namun dua juru bicara Polri Irjen Argo Yuwono dan Brigjen Awi Setiyono belum merespon saat ditanya Beritasatu.com secara terpisah terkait perkembangan isu panas ini.

Padahal kematian Qidam kini jadi isu di ibu kota. Kematiannya bahkan menarik perhatian hingga Pengurus Pusat Muhammadiyah. Organisasi besar ini menyurati Kapolri Jenderal Idham Azis terkait tewasnya Qidam yang di nilai tak wajar.

Diduga ia merupakan korban salah sasaran satuan tugas Tinombala yang memang fokus mengejar kelompk Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Ali Kalora di pegunungan Poso, Sulteng. Saat ini ada 13 terduga teroris yang masuk dalam DPO.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menko Polhukam dan BUMN Serahkan Bantuan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyalurkan berbagai kebutuhan untuk mendukung upaya penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

NASIONAL | 5 Juli 2020

KM Kasih 25 Tujuan Rote Tenggelam di Selat Pukuafu

Kapal Motor (KM) Kasih 25 tenggelam di Selat Pukuafu antara Kupang dan Pulau Rote, Minggu (5/7/2020) sekitar pukul 14.05 Wita.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Perempuan Terduka Teroris Ditangkap di Semarang

Seorang perempuan terduga teroris berhasil diamankan Densus 88 Antiteror di sebuah rumah di kampung Purwosari Perbalan, Semarang Utara.

NASIONAL | 5 Juli 2020

UTBK SBMPTN di Unib Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Pelaksanaan UTBK SBMPTN di Universitas Bengkulu (Unib), dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Eks Dirut Perum Perindo Mulai Jalani Hukuman di Lapas Sukamiskin

Jaksa KPK mengeksekusi mantan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Risyanto Suanda ke Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Polri Kekurangan 270.000 Personel, Termasuk 95.000 Perwira

Polri masih kekurangan 270.068 personel jika personel yang ada saat ini dibandingkan dengan daftar susunan personel (DSP) yang dirancang.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Selama 6 Bulan, Polda Bengkulu Amankan 63 Tersangka Kasus Narkoba

Sejak Januari sampai Juni 2020 ini, Polda Bengkulu telah berhasil menangkap sebanyak 63 tersangka penyalahgunaan berbagai jenis narkotika di daerah ini.

NASIONAL | 5 Juli 2020

KEI Akan Operasikan Utility Boat Buatan Anak Negeri

Pembangunan kapal pembawa material dan logistik itu dikerjakan oleh putra-putri terbaik Indonesia dengan tingkat kandungan lokal (TKDN) hampir 100 persen.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Pernyataan Kapolri soal Api Dalam Sekam Buat Kondisi Internal Jadi Rikuh

Efek pernyataan Kapolri Jenderal Idham Azis Polri tentang Polri kompak-kompak saja hanya “kaya api dalam sekam tapinya” berlanjut.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Enam Pekan Dokter di Makassar Sendirian Rawat Pasien Corona

Dokter Sugih Wibowo merawat 190 pasien positif Covid-19 seorang diri selama 6 pekan di Hotel Harper, Makassar, Sulsel.

NASIONAL | 5 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS