Indonesia Bidik Jadi Produsen Kendaraan Listrik Dunia, ini Alasannya
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Indonesia Bidik Jadi Produsen Kendaraan Listrik Dunia, ini Alasannya

Jumat, 9 Oktober 2020 | 03:45 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah sudah mencanangkan program percepatan industri kendaraan listrik berbasis baterai karena sejumlah alasan yang sangat penting. Menurut seorang pakar, Indonesia punya peluang besar menjadi pemain kelas dunia di sektor ini.

Jika Indonesia membidik proyek mobil nasional berbahan bakar minyak fosil justru akan kesulitan untuk bersaing karena sudah tertinggal jauh dari produsen-produsen negara lain yang sudah puluhan tahun menguasai teknologi tersebut, kata Profesor Satryo Soemantri Brodjonegoro, pakar mesin lulusan University of California, Barkeley.

“Dalam hal ini, kendaraan listrik adalah target kita untuk Indonesia nantinya menjadi salah satu pemain industri tingkat dunia,” kata Satryo dalam program Zooming with Primus Dorimulu di Beritasatu TV, Kamis (8/10/2020).

“Mengapa demikian, karena pengembangan mobil listrik adalah sesuatu yang saya anggap masih bisa kita raih dengan kemampuan kita sekarang dan masih bisa bersaing dengan teman-teman dari China, Jepang, Eropa dan Korea,” kata Satryo.

Satryo mengatakan kendaraan listrik menggunakan teknologi yang lebih sederhana dibandingkan mobil bensin, karena komponen jantungnya hanya motor listrik dan baterai. Selain itu, belum banyak negara yang sudah secara serius menggarap atau menerapkan teknologi ini sehingga persaingan masih sangat terbuka.

“Oleh karena itu, ketika Presiden Jokowi mencanangkan perlunya kita kembangkan mobil listrik, saya katakan kepada Pak Menko (Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan) ‘inilah saatnya Indonesia bangkit’,” kata Satryo.

Pria berusia 64 tahun itu sekarang menjadi penasihat khusus bidang kebijakan inovasi dan daya saing industri di kantor Luhut.

Alasan lain yang tidak kalah penting, Indonesia memiliki tambang nikel, cobalt dan mangan yang besar, semuanya merupakan material pokok dalam pembuatan baterai lithium yang menjadi jantung kendaraan listrik, kata Satryo.

Dia lalu mengungkap bahwa pemerintah sudah merintis pabrik baterai lithium bekerja sama dengan Tiongkok di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

“Kita sudah mulai, di Morowali sudah ada industri nikel dan cobalt. China yang mengusai lithium sudah bikin pabrik [baterai] lithium di Morowali, sudah mulai semua,” kata Satryo.

Selain itu pemerintah juga memikirkan daur ulang baterai lithium dengan membangun pabrik recycle secara terpisah, imbuhnya.

Kenapa Mobil Listrik?
Ada tiga hal utama yang mendorong pemerintah menggerakkan industri kendaraan listrik.

Pertama adalah alasan lingkungan, yaitu untuk mengurangi emisi karbon yang juga menjadi gerakan global saat ini.

“Kedua, untuk mengurangi impor BBM, karena setiap hari Indonesia mengimpor BBM sejumlah 800.000 barel per hari. Kalau kita gunakan listrik, maka impor tersebut pasti akan jauh berkurang,” kata Satryo.

Ketiga, mengembangkan kapasitas industri nasional di mana Indonesia bisa memiliki daya saing global dan berpotensi sebagai bagian dari rantai pasokan dunia yang penting, kata dia.

Dilema Impor
Indonesia tidak mungkin memulai industri kendaraan listrik dari nol, sementara tuntutan menuju teknologi baru ini sudah sangat mendesak.

Untuk itu, dalam tahap tertentu impor akan difasilitasi guna menciptakan populasi kendaraan listrik di Indonesia terlebih dulu dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan kelebihannya, kata Satryo.

Perusahaan taksi Blue Bird sudah memiliki armada mobil listrik walau jumlahnya terbatas, demikian juga TransJakarta sudah menguji coba bus listrik yang diimpor oleh PT Bakrie Autoparts.

Namun, baik importir maupun operatornya mengeluhkan bea masuk yang sangat tinggi.

“Saya kira untuk program yang bisa berkelanjutan kita mungkin impor dulu sebagian, tapi at the same time kita juga mulai membangun industri bus listrik di Indonesia,” kata Satryo.

“Harapannya tiga-empat tahun lagi sudah bisa kita sediakan sendiri bus listrik itu oleh industri di Indonesia,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat ini, sudah disiapkan skema penurunan bea masuk impor kendaraan listrik untuk membantu perusahaan transportasi darat.

“Khususnya di bus listrik, karena kita belum bisa produksi banyak maka untuk memenuhi kebutuhan TransJakarta mesti impor. Dikasih keringanan dulu sementara, supaya populasi bus listriknya ada dulu,” kata Satryo.

Insentif tentu juga diberikan kepada industri lokal yang mulai terjun ke sektor ini, seperti Mobil Anak Bangsa.

Fokus pemerintah saat ini adalah bus listrik dan sepeda motor listrik karena menyangkut lebih banyak pengguna.

Untuk mempercepat sosialisasi program kendaraan listrik, pemerintah berencana mewajibkan kantor-kantor pemerintah pusat dan daerah untuk menggunakan bus listrik. Kemudian aparatur sipil negara juga akan diminta memakai sepeda motor listrik dengan dibantu anggaran dari negara, kata Satryo.

Sayangnya, menurut Satryo, raksasa industri otomotif dari Jepang yang sudah sangat lama berbisnis di Indonesia belum tertarik untuk menjadi mitra pemerintah dalam program mobil listrik ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bakrie Autoparts Siap Jadi Pelopor Bus Listrik di Indonesia

Perusahaan menargetkan dalam 10 tahun sudah bisa memproduksi bus listrik sendiri.

OTOMOTIF | 9 Oktober 2020

Suzuki Hadir Bersama Shopee di Acara Virtual IMX 2020

Shopee turut berkolaborasi bersama Suzuki dalam meluncurkan produk terbaru secara eksklusif dan menghadirkan rangkaian produk-produk unggulan lainnya.

OTOMOTIF | 8 Oktober 2020

JJ Airbrush Diajak Yamaha Wujudkan Predator All New NMax 155

Selain menciptakan ide predator, JJ Airbrush juga mempersembahkan airbrush grafis di motor Yamaha NMax.

OTOMOTIF | 7 Oktober 2020

Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Masa Pandemi

Asuransi kendaraan dapat meminimalisir risiko finansial yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.

OTOMOTIF | 1 Oktober 2020

BBM RON Rendah Berpotensi Merusak Mesin Kendaraan

Ibarat tubuh yang membutuhkan makanan bergizi, maka BBM berangka oktan tinggi ini adalah makanan sehat untuk kendaraan bermotor.

OTOMOTIF | 30 September 2020

Pakar Ingatkan Bahaya Berkendara Sepeda Motor

Sebanyak 70% kecelakaan lalu lintas (lalin) di Indonesia melibatkan sepeda motor.

OTOMOTIF | 29 September 2020

Bedah Fitur Keselamatan Wuling Almaz

Mobil ini dibekali fitur keselamatan komplet, baik aktif maupun pasif.

OTOMOTIF | 26 September 2020

Tips Mencegah Bermain HP Saat Mengemudi

Aplikasi keselamatan berkendara tdrive bisa mencegah bermain handphone saat sedang menyetir.

OTOMOTIF | 25 September 2020

Komunitas Pajero Indonesia One Pinang Komandan Kodiklat AD Jadi Penasehat

Anto Mukti Putranto memastikan akan ada sinergitas yang lebih kuat lagi antara Kodiklat AD dengan PI-One.

OTOMOTIF | 21 September 2020

Federal Oil Hadirkan Program Menarik di Masa Pandemi

Dalam progam yang ditujukan ke para pengguna motor skuter otomatik (skutik) ini, Federal Oil menawarkan sejumlah hadiah kepada konsumen beruntung.

OTOMOTIF | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS