Tanggapan Jenderal Kardus, Dari Pendukung Prabowo Sampai Markobar
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

Tanggapan Jenderal Kardus, Dari Pendukung Prabowo Sampai Markobar

Kamis, 9 Agustus 2018 | 04:34 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta - Rabu (7/8) malam hingga Kamis dini hari jejaring media sosial di Indonesia memanas oleh cuitan politikus Partai Demokrat Andi Arief, yang secara emosional menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai "jenderal kardus".

Di akun Twitter @AndiArief_ Andi menulis "Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus." Hingga pukul 05.00 WIB, cuitan itu mendapat 900 komentar dan dibagikan oleh lebih dari 1.300 akun.

Andi menuduh Prabowo mengingkari kesepakatan dengan Demokrat setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menggelontorkan dana kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga dibidik Gerindra sebagai mitra koalisi.

Sontak tuduhan serius itu memicu banyak komentar dan tanggapan, dari yang marah sampai yang bercanda. Banyak dari tanggapan itu tampaknya berasal dari akun-akun pendukung Prabowo.

Kemarahan itu dituangkan dalam sindiran, bahwa Partai Demokrat yang baru beberapa hari mendekati Gerindra tiba-tiba merasa sok paling penting dan minta didahulukan.

"Penumpang terakhir tapi maunya diduluin, Gerindra, PKS, PAN sdh lama susah senang bersama," tulis pemilik akun @jakasurya75.

Ada juga yang menganalisis bahwa tulisan Andi itu dipicu oleh batalnya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginginkan putra sulungnya itu ikut berkompetisi di Pilpres 2019 meskipun sebagai cawapres.

Namun, dalam beberapa kesempatan, SBY mengatakan bahwa soal cawapres merupakan hak Prabowo untuk memutuskan.

"Makanya yg JANTAN!! Mau Cawapres ya ngomong langsung. Gak usah sok nyerahin ke Jendral Kardus tp begitu gak dipilih kyk emak2 kehilangan tutup tupperware," tulis pemilik akun @yudisanjaya.

Ada juga yang masih tidak mempercayai cuitan Andi tersebut, dan meminta klarifikasi kepada para petinggi Demokrat termasuk SBY sendiri.

"Yth Pak @SBYudhoyono Mas @AgusYudhoyono Bang @hincapandjaitan dan Partai @PDemokrat yg saya hormati. Apakah benar ini tulisan Mas @AndiArief__ yg saya hormati juga? Semoga hoax. Jika bukan hoax, mohon di klarifikasi di media, sebab tendensius dan kasar sekali pada pak @prabowo," tulis @oyahyaputra.

Uniknya, gaung "jenderal kardus" itu sampai juga ke @chilli_Pari, akun perusahaan martabak Markobar yang dikelola oleh putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming.

"Oya, karena ini para politikus lagi pada ngomongin “kardus”. Rencananya @markobar1996 akan mengeluarkan design kardus baru yg ada board game nya dan bisa dimainkan 4 orang," bunyi cuitan di akun tersebut, sekitar satu jam setelah Andi mengunggah ucapan "jenderal kardus".

Namun, cuitan itu disusul unggahan lain yang menampilkan video aktual tentang kardus martabak yang memang benar-benar bisa dipakai sebagai papan permainan dan dijanjikan "bisa membuat suasana makin bahagia, suka cita & tidak bikin ngambek."

Cuitan @chilli_Pari ini tidak secara langsung menanggapi tulisan Andi, tetapi ditautkan ke kolom komentar oleh pemilik akun lain.

Tanggapan yang sama emosionalnya dengan Andi ditulis oleh pemilik akun @Ican38496602, hanya saja dari sisi yang berlawanan: "Memang kalian Demokrat penghianat, Dari pilpres 2014 kalian mengkhianati Prabowo. Jangan salahkan beliau, klu skrg beliau mulai sadar bhw musuh dlm selimut lbh bahaya."

Sedangkan pemilik akun @PasirahPolitik menulis: "Sulit jika ego di kedepankan, Prabowo pasti lebih berhati-hati memilih wakil bung. Jika demokrat berada di jalur tengah lagi siap siap di tabrak ditengah jalan."

Ada cukup banyak tanggapan yang singkat, misalnya seperti yang ditulis @Ridwan10036528: "Jenderal kardus dan jenderal baper pecah kongsi".



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sekjen Gerindra Sebut Andi Arief Distorsi

Harapan terlalu tinggi dan tidak sesuai realitas membuat orang kaget, kata Muzani.

POLITIK | 9 Agustus 2018

Sempat Panas, Prabowo Akan Kembali Bertemu SBY Kamis Pagi

Surat Prabowo ke SBY lebih bersifat diskusi, bukan keputusan.

POLITIK | 9 Agustus 2018

Muhaimin Belum Berpikir Bentuk Koalisi Baru

Ketika ditanya soal Mahfud MD jadi cawapres Jokowi, Cak Imin enggan menanggapi.

POLITIK | 8 Agustus 2018

Mayoritas Kader PAN Ingin Tetap di Kubu Prabowo

Pertemuan Zulkifli dan Jokowi tidak berarti PAN bergabung ke koalisi petahana.

POLITIK | 9 Agustus 2018

Jumat, Koalisi Jokowi Daftar Pilpres

Hasto memastikan nama cawapres sudah diputuskan.

POLITIK | 8 Agustus 2018

Gerindra-PD Pecah, Petinggi PKS Gaungkan Poros Gatot-Cak Imin

Mahfuz Sidik mendukung terbentuknya poros ketiga dalam pilpres 2019.

POLITIK | 9 Agustus 2018

Waketum Gerindra: Justru Demokrat yang Dipimpin Jenderal Kardus

"Demokrat itu partai yang kadernya paling banyak ditangkap KPK."

POLITIK | 9 Agustus 2018

PKS Minta Andi Arief Buktikan Ucapan Soal Rp 500 Miliar

PKS pertimbangkan gugatan hukum atas Andi Arief.

POLITIK | 9 Agustus 2018

Sandiaga Disebut Siapkan Rp 500 M untuk Cawapres, Demokrat Geram

Sandiaga, disebut bersedia menyetorkan uang sekitar Rp 500 miliar untuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

POLITIK | 8 Agustus 2018

PBNU Akan Tarik Dukungan dari Jokowi, Jika...

NU akan menarik dukungan terhadap Joko Widodo apabila Cawapres bukan berasal dari kader NU.

POLITIK | 8 Agustus 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS