Selepas Bacakan Petisi, Aksi Kawal MK Bubarkan Diri
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Selepas Bacakan Petisi, Aksi Kawal MK Bubarkan Diri

Rabu, 26 Juni 2019 | 18:33 WIB
Oleh : Erwin C Sihombing / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Massa peserta aksi "kawal MK" membubarkan diri tak lama setelah perwakilan tokoh membacakan petisi secara bergilir di patung kuda silang Monas, Rabu (26/6/2019) sore. Tokoh-tokoh yang hadir identik dengan pendukung pasangan capres-cawapres 02 seperti Neno Warisman dan Yusuf Martak, sekalipun koordinator aksi Abdullah Hehamahua menegaskan, aksi tidak terkait dengan dukungan pada Pilpres 2019.

Aksi massa yang menamakan diri Gerakan Tahlil Akbar dan Halal Bihalal 266 terdiri dari sejumlah elemen seperti GNPF Ulama, FPI, dan PA 212. Kendati tidak mengantongi izin, mereka berdemonstrasi sekitar pukul 11.00 WIB dan bubar sebelum pukul 17.00 WIB.

Salah satu poin dalam petisi yang dibacakan berkaitan dengan dugaan kecurangan penyelenggaraan pemilu dan mereka bakal menolak putusan hakim yang menjustifikasi kecurangan. Mereka menuntut MK memutus perkara sengketa pilpres secara adil.

Kegiatan aksi yang berlangsung tertib dan damai diisi dengan kegiatan shalat bersama dan mendoakan korban jiwa buntut dari kerusuhan yang terjadi saat aksi di depan Kantor Bawaslu pada 21-22 Mei yang lalu. Tokoh-tokoh dari massa juga berorasi.

Pada saat memulai aksi, Abdullah Hehamahua menegaskan kegiatan aksi tidak bertentangan dengan hukum dan dilindungi konstitusi. Dia memastikan kegiatan bakal berlangsung tertib dan massa bakal membubarkan diri pukul 17.00 WIB.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Moeldoko: Penutupan Media Sosial Tergantung Situasi

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan penutupan akses media sosial tergantung situasi yang berkembang terkait putusan sidang PHPU, Kamis (27/6/2019).

POLITIK | 26 Juni 2019

KPU Yakini Semua Gugatan Prabowo-Sandi Bakal Ditolak

KPU meyakini bahwa MK akan menolak semua gugatan yang diajukan Prabowo-Sandi dalam PHPU Pilpres 2019.

POLITIK | 26 Juni 2019

Sidang Putusan MK, TKN: Jokowi-Ma'ruf Tidak Akan Hadir

Jokowi-Ma'ruf tidak akan menghadiri sidang pembacaan putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

POLITIK | 26 Juni 2019

Gandeng ICW, PSI Bekali Anggota Legislatif Terpilih Pelatihan Antikorupsi

Pelatihan ini bagian dari upaya membangun kapasitas anggota legislatif PSI dan diharapkan bisa menjadi pembeda dari politisi-politisi lain.

POLITIK | 26 Juni 2019

Pengacara Prabowo Klaim Semua Kecurangan Sudah Dibuktikan di Sidang

Kuasa hukum Prabowo-Sandi menilai segala bukti terjadinya kecurangan telah dibuktikan dalam sidang PHPU di MK.

POLITIK | 26 Juni 2019

Jelang Putusan MK, KPU Tegaskan Jokowi-Ma'ruf Pemenang Pilpres

Berdasar keputusan KPU, pasangan 01 mendapatkan suara lebih banyak dari 02.

POLITIK | 26 Juni 2019

Kubu Prabowo Tuduh KPU Lembaga Paling Tidak Jujur

Batas kemampuan KPU dalam menyelenggarakan pemilu sudah nampak terlihat sejak penyelenggaraan debat kandidat.

POLITIK | 26 Juni 2019

KPU Telah Berupaya Memenangkan Proses Hukum di MK

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak termohon telah berupaya untuk memenangkan proses hukum di MK.

POLITIK | 26 Juni 2019

Tanpa Izin, Massa Tetap Gelar Aksi Kawal MK

Abdullah menegaskan, aksi demonstrasi dilakukan secara damai dan mereka bakal membubarkan diri pada pukul 17.00 WIB.

POLITIK | 26 Juni 2019

Wiranto: Kalau Ada Demonstrasi Liar, Pasti Ada yang Menggerakkan

“Pokoknya kita tidak kasih izin untuk demonstrasi sekitar MK. Kalau ada demonstrasi berarti enggak ada izin. Berarti polisi berhak membubarkan," kata Wiranto.

POLITIK | 26 Juni 2019


TAG POPULER

B1 Livestream

TERKINI

BERITA TERPOPULER

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS