Pentas Berbeda Bahagia, Ajang Unjuk Gigi Penyandang Disabilitas Berkesenian

Pentas Berbeda Bahagia, Ajang Unjuk Gigi Penyandang Disabilitas Berkesenian
Salah satu aksi penampil dalam pentas Berbeda Bahagia ( Foto: Beritasatu.com/Yanuar Rahman )
/ FMB Jumat, 14 Desember 2012 | 15:59 WIB
"Ini show yang hebat dimana orang-orang bisa menunjukkan bahwa mereka bisa menciptakan sesuatu.


Sebuah ajang apresiasi seni bagi para penyandang disabilitas digelar di @america, Pacific Place, Kamis (13/12) dengan tajuk Hear Artists, Hear Ability: Pentas Berbeda Bahagia yang menampilkan kemampuan penyandang disabilitas dalam berpuisi, berpantun, menyanyi serta memainkan alat musik.

Adalah Khairani Barokka atau yang akrab disapa Okka, selaku penyair sekaligus advokat untuk inklusifitas seni yang menggagas gelaran ini dengan dukungan gerakan Count Me In dari Berita Satu Media Holding.

Dibuka dengan penampilan Okka yang membacakan sebuah puisi karyanya dengan bahasa Inggris berjudul Sense/Ability, acara yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB itu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi Lin Manning, seorang tuna netra dari Amerika Serikat yang juga mengepalai organisasi seni performance, teater disabilitas di Negeri Paman Sam.

Acara dilanjutkan dengan penampilan dari anak-anak panti asuhan Wisma Cheshire, ISDI (Ikatan Sindroma Down Indonesia), Mitra Netra, Yayasan Tuna Rungu Sehjira, dan perwakilan dari Majalah Diffa, Jonna Damanik yang membawakan sebuah monolog mengenai disabilitas.

Acara yang berlangsung selama lebih kurang 1 jam lamanya itu nampak sangat meriah. Para penampil yang kebanyakan adalah anak-anak dan remaja sangat antusias dalam membawakan karya-karya seni mereka. Mereka seolah ingin menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk seseorang yang ingin berkarya.

"Ini show yang hebat dimana orang-orang bisa menunjukkan bahwa mereka bisa menciptakan sesuatu. Kalau seseorang bisa berkarya, sulit sekali meremehkan mereka. Itu langkah menuju menghilangkan stigma para disable di Indonesia dan dunia," kata Okka yang dijumpai usai pergelaran Hear Artists, Hear Ability: Pentas Berbeda Bahagia, Kamis (13/12) di @america, Pacific Place, Jakarta.

Bertujuan untuk menghilangkan stigma terhadap para disabilitas dan stigma acara pembacaan puisi dan kesenian lain yang membosankan, Okka yang kesehariannya disibukkan dengan kegiatan menulis dan menjadi seorang riset independen itu mengatakan sangat bangga dengan adanya para penampil penyandang disabilitas yang berbakat.

"Saya juga sangat bangga bisa satu panggung dengan mereka," tutupnya.
CLOSE