Sejarah Kontroversi Penyelenggaraan FFI
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sejarah Kontroversi Penyelenggaraan FFI

Sabtu, 10 Desember 2011 | 21:28 WIB
Oleh : B1

Kisruh penyelenggaraan FFI, sebenarnya sudah terjadi sejak pertama kali digelar tahun 1955 silam.

Festival Film Indonesia yang diprakarsai oleh Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI), menuai kontroversi saat Dewan Juri FFI memenangkan film 'Tarmania' Karya sutradara Lilik Sudjio. Padahal saat itu, banyak kritikus film merasa film 'Lewat Jam Malam' karya Usmar Ismail akan mendapatkan Piala Citra.

Keputusan kontroversial tersebut terulang di tahun 1960, saat film 'Pejoang' karya Usmar Ismail, dikandaskan film 'Turang' karya sutradara Bachtiar Siagian. Lantaran kecewa dengan keputusan tersebut, Usmar Ismail tak lagi berniat menyertakan karyanya dalam FFI selanjutnya.

Tahun 1967, sineas tanah air pun dikejutkan dengan keputusan kontroversial panitia FFI, lantaran dinyatakan tidak ada pemenang dalam katagori film terbaik. Di tahun tersebut, Misbach Yusa Biran dinobatkan sebagai sutradara terbaik, dengan film yang berjudul 'Di bawah Cahaya Gemerlapan.'

Kejadian di tahun 1967 terulang kembali. Panitia tidak memilih satupun dari karya film yang disertakan untuk memenangkan katagori film terbaik. Tentu saja keputusan tersebut melukai hati insan perfilman tanah air saat itu.

Di tahun 1980, kontroversi pun berlanjut, lantaran film karya sutradara Arifin C Noer yang berjudul 'Yuyun, Pasien Rumah Sakit Jiwa' dimasukkan dalam katagori film cerita panjang. Sejumlah wartawan film memprotes keputusan tersebut karena diketahui, film tersebut diproduksi dengan izin film dokumenter.

Tahun 1984, para sineas tanah air pun dikecewakan dengan kesalahan yang dilakukan panitia penyelenggara, yang memberikan kertas kosong pada pembacaan katagori film terbaik kepada Harmoko, Menteri Penerangan saat itu. Padahal sebenarnya, dewan juri telah memberikan keputusan dengan beberapa judul film sebagai nominasi film terbaik.

Kasus korupsi juga sempat mengguncang penyelenggaraan perfilman tanah air di tahun 1976, 1983 dan 2007. Meski demikian, kasus tersebut tidak pernah terbukti secara hukum.

Tidak kalah menghebohkan, penyelenggaraan FFI tahun 2006 pun diwarnai protes sejumlah sineas, lantaran dewan juri memenangkan film 'Ekskul' yang dinilai telah melanggar aturan hak cipta, dengan menggunakan ilustrasi musik dari film Hollywood dan mengandung unsur plagiat.

Bentuk protes dan kekecewaan sejumlah sineas tanah air, ditunjukkan dengan pengembalian piala citra kepada panitia, dan mengancam tidak akan mengikutsertakan film karya mereka dalam FFI selanjutnya.

tahun 2007, melalui BP2N yang dikepalai Deddy Mizwar, akhirnya film 'Ekskul' dicabut sebagai sebagai peraih piala citra

Di tahun 2008, dewan juri FFI kembali membuat keputusan kontroversial. Sejumlah kritikus film menyayangkan tidak masuknya sejumlah film seperti 'Ayat-Ayat Cinta', 'The Tarix Jabrix', 'Mengaku Rasul', 'Kunfayakunn' dan 'Doa yang Mengancam' dalam katagori film terbaik. DI tahun itu pula, film 'Laskar Pelangi' yang fenomenal tidak ikut mendaftar. Menurut Dedi Mizwar saat itu, film dalam katagori Box Office belum tentu berkualitas.

Carut marut penyelenggaraan FFI, akhirnya membuat pemerintah membentuk Komite Festival Film Indonesia, untuk menyelenggarakan FFI tahun 2009, yang diketuai Ninik L Karim.

Tahun 2010, dewan juri tidak memasukkan film 'Darah Garuda' dan Sang Pencerah sebagai nominasi. Hal tersebut tentu saja menuai kontroversi, lantaran film tersebut selain menjadi film yang laris, juga memiliki kualitas. Ninik L Karim beralasan, film 'Darah Garuda' tidak lolos dalam kualifikasi lantaran dibesut oleh sutradara asing, sementara peraturan di FFI, film yang berhak masuk nominasi adalah film yang disutradari oleh sutradara berkewarganegaraan Indonesia. Sementara film Sang Pencerah, tidak masuk nominasi lantaran tidak banyak mengungkapkan fakta sejarah.

Lantas bagaimana dengan pelaksanaan FFI tahun 2011 ini? Adakah kontroversi akan berulang?




TAG: 


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Membangkitkan Kembali Semangat Piala Citra

Menjadi pemenang piala citra bukanlah sebuah tujuan para sineas, untuk membuat karya.

HIBURAN | 10 Desember 2011

Festival Jazz di Tana Toraja

Syaharani dan Gilang Ramadhan akan meramaikan puncak festival musik jazz yang digelar dalam rangka kunjungan wisata Tana Toraja, Sulawesi Selatan "Lovely December" 2011.

HIBURAN | 10 Desember 2011

Sosialiasi Program Pendidikan Lewat Wayang

Sosialisasi program rehabilitasi sekolah, sertifikasi guru, sarjana mengajar, BOS, dan sebagainya lewat media tradisional wayang kulit dengan lakon "Semar Pamong Sejati" digelar hari ini di lapangan parkir Jatim Expo, Surabaya, hari ini.

HIBURAN | 10 Desember 2011

Tio Pakusadewo Siap Kalah di FFI 2011

Tio Pakusadewo berikan kesempatan para artis muda untuk meraih Piala Citra FFI 2011

HIBURAN | 10 Desember 2011

X-The Last Moment (Xlas)

Film anak negeri ini bercerita tentang Dido,Ikang, Ijul, Anung dan Angga, 5 sahabat kecil yang bertemu kembali dalam situasi dan keadaan yang jauh berbeda.

HIBURAN | 10 Desember 2011

Minat Masyarakat Rangsang Munculnya Tempat Kebugaran

Hal tersebut diungkap Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dalam ulang tahun Namarina ke-55.

HIBURAN | 10 Desember 2011

Sinead O'Connor Menikah Kali Keempat

Sinead menikahi kekasih yang dikenalnya di dunia maya atau secara online.

HIBURAN | 10 Desember 2011

Sejumlah Artis Berjuang Melawan Phobia

Sejumlah artis berjuang melawan rasa ketakutan yang berlebih atau phobia, seperti Tiwi T2, Asti Ananta dan Ayu 3 Macan

HIBURAN | 10 Desember 2011

Ashlee Simpson & Pete Wentz Resmi Bercerai

Rumah tangga pasangan musisi ini goyah saat Pete Wentz mendapati Ashlee berselingkuh dengan Craig Owens.

HIBURAN | 10 Desember 2011

Debut Putri Jacko di Layar Lebar

Film ini merupakan adaptasi dari novel fantasi karya Dennis H. Christen dengan judul yang sama.

HIBURAN | 10 Desember 2011


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS