Ginanti Rona Memulai Debut Jadi Sutradara

Ginanti Rona Memulai Debut Jadi Sutradara
Ginanti Rona memulai debut sebagai sutradara di film "Midnight Show". ( Foto: suara pembaruan / Carla Isati Octama )
Carla Isati Octama / EAS Sabtu, 9 Januari 2016 | 11:36 WIB

Jakarta - Nama Ginanti Rona di daftar jajaran sutradara Indonesia masih terbilang baru. Dia baru saja menyelesaikan film perdana garapannya, Midnight Show yang dibintangi oleh Acha Septriasa dan Gandhi Fernando.

Namun bukan berarti pengalaman Ginanti di dunia perfilman sedikit. Ginanti sebelumnya sudah terjun dengan menjadi asisten sutradara untuk film-film terkenal Indonesia, seperti The Raid dan The Raid 2, Killers dan Rumah Dara.

Saat ditanya mengenai kesulitannya menggarap film pertama, Gina menjawab bahwa kini tanggung jawabnya sebagai sutradara berbeda dan lebih besar dibandingkan saat dirinya masih menjadi asisten sutradara.

“Kalau asisten sutradara hanya menjalankan apa yang sudah didesain sutradara, ibaratnya seorang eksekutor. Namun sutradara itu ibarat seorang kreator dan desainer, jadi tanggung jawabnya lebh besar baik dari segi moril atau apapun itu. Respon baik buruknya film kembali lagi ke sutradaranya,” ujar Ginanti saat ditemui Suara Pembaruan di Jakarta, Jumat (8/1).

Melihat pengalamannya yang sering berhubungan dengan film bergenre thriller maupun slasher, Ginanti sebenarnya tidak ingin dicap sebagai sutradara bergenre thriller.

“Saya lebih tertarik dengan ide cerita dan karakter di dalamnya. Kebetulan Midnight Show ini bisa digarap secara thriller. Tidak menutup kemungkinan juga untuk saya di proyek film selanjtunya mengerjakan sesuatu yang diluar genre thriller,” lanjut penggemar film Psycho karya Alfred Hitchcock ini.

Saat menggarap Midnight Show, menurut Ginanti tantangan terbesarnya adalah saat penulisan skenario, bagaimana membuat struktur cerita menjadi masuk akal dan tidak ada plot hole.

“Selebihnya hal standar teknis seperti saat shooting scene yang membutuhkan practical effects, dan kebalikan jam kerjanya dari sore hingga pagi,” paparnya.

Dalam bekerja, Ginanti juga suka mendapat masukan dari rekan-rekannya. Sebut saja para sutradara yang sebelumnya bekerjasama dengannya di film-film sebelumnya, seperti Gareth Evans dan Mo Brothers.

“Gareth Evans selain kerja sama dengan saya, dia juga saya anggap sebagai mentor. Dia sempat menonton Midnight Show dan memberikan masukan yang cukup baik untuk saya. Mo Brothers juga saya anggap mentor. Mereka memberikan dukungan yang cukup bagus untuk saya,” tutup Ginanti.

Sumber: Suara Pembaruan