Rhoma Irama Akan Bersihkan Dangdut dari Musik Koplo

Rhoma Irama Akan Bersihkan Dangdut dari Musik Koplo
Rhoma Irama secara telak mengalahkan Ikke Nurjanah dalam pemilihan ketua PAMMI ( Foto: PAMMI )
Selasa, 13 Maret 2012 | 10:49 WIB
Rhoma Irama akhirnya terpilih lagi menjadi Ketua Umum Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) Periode 2012-2017.

Terpilihnya artis yang mendapat julukan Raja Dangdut ini terjadi secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) PAMMI ke-3 yang berlangsung sejak 3-4 Maret 2012 di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa Timur.

Dari 20 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAMMI se-Indonesia yang mengikuti Munas ini, mayoritas masih menghendaki pimpinan Soneta Group tersebut menjadi Ketua Umum selama lima tahun ke depan.

Sebelumnya, di sesi penjaringan, terseleksi empat kandidat yang menjadi bakal calon Ketua Umum, namun Khalid Karim (Ketua DPD PAMMI DKI Jakarta) mengundurkan diri. Lalu, Ikke Nurjanah akhirnya lolos menjadi calon Ketua Umum setelah mendapatkan minimal 10 persen dari 20 pengurus DPD PAMMI yang hadir. Dengan komposisi, masing-masing DPD mendapat jatah tiga suara untuk Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.

Sayang, pelantun tembang hits Terlena ini kalah telak ketika mayoritas pengurus DPD PAMMI masih menghendaki figur Rhoma Irama untuk menjadi Ketua Umum PAMMI kali ketiga.

Dalam pidato kemenangannya, Bang Haji (panggilan akrab Rhoma Irama) tetap berkomitmen untuk membersihkan musik dangdut dari tampilan pola berbusana yang menimbulkan kesan seronok dan jorok serta goyangan yang erotis.

“Dangdut tanpa goyang itu bukan dangdut, tapi dilihat dulu model goyangannya,” kata musisi kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946 ini.

Lebih lanjut dikatakan Rhoma, bahwa model goyangan itu ada dua macam, yakni mengandung estetis koreografis dan erotis sensual. Sebagai contoh, penyanyi dangdut yang memiliki goyangan mengandung estetis koreografis yakni Elvie Sukaesih, Camelia Malik, Ayu Soraya, dan Ikke Nurjanah.

“Mereka adalah penyanyi-penyanyi dangdut yang sudah berpuluh-puluh tahun berkiprah namun tanpa menimbulkan kontroversi perihal busana maupun goyangannya,” ujar pemilik tembang hits Bujangan ini.

Pemilik nama asli Raden Oma Irama ini juga memiliki program yakni “membersihkan” musik dangdut dari nuansa musik koplo.

“Secara pakem, musik koplo menyimpang dari musik dangdut itu sendiri,” tegas ayah kandung Ridho Rhoma ini. Bahkan musisi dangdut yang sudah membintangi puluhan film layar lebar tersebut malah menyarankan untuk musik koplo dapat berdiri sendiri di luar musik dangdut.

“Karena saya khawatir, musik koplo dapat mengubah musik dangdut yang sebenarnya. Untuk itu, biarlah musik koplo menjadi genre musik baru di luar musik dangdut,” kata Rhoma yang pernah mencicipi dunia politik itu.

Sementara itu, Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur yang hadir dan berkenan menutup acara Munas PAMMI ke-3 ini menyatakan dukungan serta mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terpilihnya lagi Rhoma Irama sebagai Ketua Umum PAMMI untuk periode ketiga.

“Memang, sosok Bang Rhoma ini masih belum tergantikan sebagai Ketua Umum sebuah organisasi bernama PAMMI. Juga layak menjadi legenda dan tetap layak menyandang predikat Raja Dangdut,” ungkap Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul ini.

Bahkan, Gus Ipul juga sempat didaulat duet bersama Ketua Umum PAMMI terpilih Rhoma Irama. Ditemani artis-artis PAMMI lainnya seperti Jaja Mihardja, Dorce Gamalama, Cyntiasari, Ikke Nurjanah, dan beberapa lainnya, Gus Ipul melantunkan tembang hits milik Rhoma berjudul Terajana.