Lippo Mall Kemang Gelar Pasar Tiban 'Gang Baru'

Lippo Mall Kemang Gelar Pasar Tiban 'Gang Baru'
Direktur PT Pikko Land Development Tbk Sicilia Alexander Setiawan (kanan) mendengarkan penjelasan Anne Avantie ( Foto: GAGARIN / GAGARIN )
Indah Handayani / YUD Rabu, 25 Januari 2017 | 21:21 WIB

Jakarta – Lippo Mall Kemang bekerjasama dengan desainer ternama Indonesia Anne Avantie menggelar Pasar Tiban 'Gang Baru' karya Anak Negeri – Anne Avantie di Atrium Lippo Mall Kemang, pada 25-29 Januari 2017. Gelaran yang juga diadakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek itu menghadirkan beragam produk karya Anne Avantie dan UKMM binaannya, mulai dari busana batik, celana, kebaya, aksesoris, tas, mainan anak-anak, dan penganan tradisioal.

General Manager Marketing Lippo Mall Kemang Cisca Najoan mengatakan Lippo Mall secara konsisten dan terus menerus menampilkan program kegiatan yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia. Hal itu mengingat keunggulan Lippo Mall Kemang yang berada di wilayah pemukiman premium di Jakarta Selatan. Ditambah lagi, Kemang juga menjadi area favorit sehingga dengan komitmen tersebut diharapkan dapat membantu dan berpartisipasi dalam mempromosikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.

Cisca menambahkan dalam rangka menyambut tahun baru Imlek kali ini, koleksi kebaya yang akan ditampilkan Anne Avantie pada parade show. Hal itu sebagai perwujudan alkulturasi budaya Tiongkok Jawa dan perpaduan budaya Tiongkok ratusan tahun lalu yang saat ini telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang ditamilka mengikuti tren kebaya modern. “Namun, tetap menampilkan unsur budaya,” kata Cisca di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Rabu (25/1).

Lebih lanjut Cisca menegaskan Lippo Mall Kemang menjadi bagian penting dalam kerjasama penyelenggaraan kegiatan tersebut dengan Anne Avantie. Mengingat Lippo Mall Kemang juga memiliki kepedulian dan perhatian yang sama terhadap UMKM dan para desainer Indonesia. Hal itu seiring dengan komitmen Lippo Mall Kemang untuk mendukung perkembangan industri kreatif Tanah Air.

“Dengan peran aktif dan komitmen tersebut, diharapkan mampu menjadikan Lippo Mall Kemang sebagai tempat ideal bagi pengunjung untuk berbelanja dan bangga memakai produk lokal yang berkualitas dengan harga terjangkau,” ujar Cisca.

Sementara itu, Anne Avantie menjelaskan harga produk yang ditawarkan di Pasar Tibang 'Gang Baru' tersebut mulai dari Rp 100.000 hingga 3 juta.

Dengan menghadirkan empat brand, seperti Avantie Artelier dengan harga mulai dari Rp 1-3 juta, Anne Avantie Indonesia sebesar Rp 500-850 ribu, Heritage desain by Anne Avantie, dan Awul-awul.

“Biasanya yang paling banyak diburu adalah produk berharga dibawah Rp 1 juta. Setiap hari saya akan berada di Pasar Tiban ini dari [ukul 10.00 pagi sampai 22.00 malam. Saya optimitis akan ada sebanyak 4 ribu pengunjung yang akan datang ke pasar Tiban ini,” paparnya.

Latar Belakang

Anne menjelaskan latar belakang diambilnya tema tersebut dilatar belakangi dari sebuah ikon kota Semarang yang bernama Pasar Gang Baru yang berlokasi di daerah pecinan, tepatnya di sebelah timur Beteng yang membentang antara Gang Pinggir dan Gang Tengah. Kota Semarang menjadi inspirase Anne karena kota ini persinggahan para leluhur Tiongkok Jawa yang kemudian menjadi pusat transformasi budaya tradisi, dan religi yang mampu berkembang dengan pluralime nan kental hingga saat ini.

Dengan alasan itu, Anne berusaha menejemahkan nuaansa Tiongkok dalam budaya kontemporer nusantara yang saling membaur. "Pada setiap sudut yang mempresentasikan dekorasi yang kental dengan ornamen Tiongkok Peranakan, yang akan memberikan sbuah pengalaman kemerian perayaan Imlek,” papar dia.

Anne menmabahkan masih dalam bagian dari penyelenggaran kegiatan Pasar Tiban Gang Baru pada 28 January 2017 pukul 19.00 WIB akan menggelar parade show dengan menampilkan tarian 6 barongsai sebagai pembuka acara. Melalui parade show yang mengangkat tema 'Jarik Gendong'. Melalui tema tersebut, Anne berbagi inspirasi dalam mengolah material sederhana namun bisa menghasilkan koleksi yang mampu berbicara mengenai kecintaan akan tradisi yang membumi. Sebuah presentasi karya yang mengetengahkan koleksi dengan siluet Pecinan yang sangat kental.

“Koleksi dengan Nuansa Tiongkok diterjemakan dalam budaya kontemporer yang merupakan perwujudan alkulturasi budaya Tiongkok Jawa,” pungkasnya.





Sumber: Investor Daily