Menikmati Jaz Bersama Bonita di Rumah Kopi Ranin

Menikmati Jaz Bersama Bonita di Rumah Kopi Ranin
Grup musik Bonita and The Husband (BNTHB) saat tampil menjumpai fans mereka di Rumah Kopi Ranin, Bogor, Rabu (8/3). ( Foto: Istimewa )
PR / HS Minggu, 12 Maret 2017 | 07:08 WIB

Bogor - Grup musik Bonita and The Husband (BNTHB) menjumpai fans mereka dengan menampilkan komposisi musik dan lirik mereka sangat apik di Rumah Kopi Ranin, Bogor, Rabu (8/3). Rumah Kopi Ranin menjadi persinggahan keenam BNTHB dalam tour #BelongToEachOther. Tempat ngopi berkonsep rumahan di Jalan Kresna Raya 46, Bantarjati, Bogor, Jawa Barat, dipilih mengingat konsep yang ditawarkan memiliki kemiripan dengan tema album terbaru BNTHB yang berjudul Rumah.

Seiring dengan hujan di Kota Bogor, Bonita yang sekaligus menjadi vokalis, disambut dengan mengalunkan lagu berjudul Bromo. Lagu Bromo adalah narasi musik yang merdu tentang desiran angin di pasir, bulan purnama yang lembut cahayanya dan diri manusia yang teramat kecil di semesta. Eksplorasi suara khas vokalis Bonita diiringi dengan permainan akustik gitar dan tiupan saxofon serta sesekali timpaan bunyi jimbe dengan mudah membawa pengunjung pada suasana pegunungan Bromo. Dalam situasi berbeda pun tidak mengurangi suasana bahwa lagu yang sedang dibawakan berkisah tentang kesederhanaan dalam menikmati alam sekitar.

Ditingkahi oleh suara titik-titik hujan di atap Rumah Kopi Ranin, penampilan BNTHB seolah disempurnakan dan memukau penggemar kopi di Bogor. Lagu Rumah Teman Kami dipersembahkan untuk Rumah Kopi Ranin. Bagi penggemar kopi, nama Ranin sangat melekat karena menggunakan kopi-kopi yang diperoleh langsung dari keluarga pekebun kopi dari seluruh Indonesia.

“Kami melakukan kurasi dengan sortasi, grading, dan menyangrai sendiri. Sejalan dengan itu, ada semangat pemberdayaan bagi para produsen atau petani kopi di Indonesia,” kata Tejo Pramono yang juga pemilik Rumah Kopi Ranin. Tejo bersama Uzi Sapitu yang merupakan sahabat semasa kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini sudah empat tahun menjadikan Rumah Kopi Ranin sebagai rumah kedua yang nyaman bagi penggemar kopi di Bogor, termasuk juga pengunjung dari Jakarta dan sekitarnya.

Sambil menikmati kopi, para penggemar musik jaz alternatif benar-benar menikmati penampilan BNTHB dengan alunan lagu Lord Guide Me, Tekad Ku Iklas, Small Miracle, Huhu, termasuk Juwita Malam. Lord Guide Me memberi gambaran universal dari kemanusiaan itu sendiri dalam hubungannya antarsesama. Semangat lagu itu tercermin dari personel BNTHB yang berbeda keyakinan, namun memiliki napas yang sama dalam menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan. Dalam lagu Satu Hari Sebelum Esok yang dinyanyikan dalam bahasa Indonesia, Nias, Batak Toba, dan Jawa menjadi representasi dari asal keempat personel BNTHB sekaligus menjadi eksplorasi dari kekuatan masing-masing personel.

Bonita and BNTHB digawangi oleh Petrus Briyanto Adi (Adoy/gitar), Jimmy Tobing (saksofon), Bharata (jimbe/perkusi), Bonita (ukulele/vokalis). Kekuatan grup ini adalah menyatukan potensi masing-masing personel yang sama-sama kuat dalam sebuah irama permainan. Vokal Bonita yang khas tidak lantas berdiri sendirian namun didukung permainan gitar akustik Adoy, tiupan saksofon Jimmy yang sering berimprovisasi, serta pukulan perkusi Bharata Eli Ghulo. Bonita sendiri kerap melengkapi dengan permainan ukulele dan tamborin.





Sumber: Suara Pembaruan