Solo Gagal Menarik Penonton

Solo Gagal Menarik Penonton
Poster film Solo: A Star Wars Story. ( Foto: ist )
Dina Fitri Anisa / FMB Senin, 4 Juni 2018 | 15:07 WIB

Los Angeles - Bertahan di posisi teratas box office tak mampu membuat Solo: A Star Wars Story menarik lebih banyak penonton. Pada pekan kedua, film garapan sutradara pengganti Ron Howard justru kian bergerak lemah dan hanya mampu mencetak pendapatan US$ 29,3 juta, atau sekitar Rp 394 miliar dari 4.381 lokasi pemutaran.

Menurut data yang dilansir dari Box Office Mojo, penghasilan di pekan kedua itu jatuh 65 persen dari tiga hari debutnya di akhir pekan yang hanya memberi US$ 84 juta. Jauh dari target yang ditentukan yaitu US$ 130-150 juta di pekan pertama.

Hingga kini, total pendapatan domestik yang diraih Solo sampai pekan kedua pun hanya US$ 149,5 juta, sementara penghasilan globalnya, hanya US$ 30,3 juta. Dengan demikian, total kotor keseluruhan pendapatan dalam dua minggu pemutaran adalah sebesar US$ 264 juta.

Tiongkok memberikan sumbangan paling lumayan dalam meningkatkan pundi Solo di kawasan global. Sekitar US$ 9,8 juta adalah keuntungan yang diberikan oleh negeri Tirai Bambu ini. sedangkan penyumbang terbesar kedua adalah Inggris dengan total, US$ 8 juta.

Melihat total pendapatan secara keseluruhan, rasanya tak membuat rumah produksi Disney dan Lucasfilm tidak begitu bahagia. Pasalnya, pendapatan tersebut sangat berbeda tipis dengan besarnya biaya produksi yang dikeluarkan, yaitu sekitar US$ 250 juta.

Meledaknya biaya produksi antara lain bukan hanya digunakan untuk kebutuhan film, namun ada beberapa spekulasi yang mengatakan bahwa kegagalan itu berawal dari permasalahan pergantian pemegang kendali film ini. Awalnya, Phil Lord dan Chris Miller adalah duo sutradara yang telah siap meramu Solo. Namun, mereka berdua harus turun tangan tengah produksi karena punya visi yang berbeda dengan Presiden LucasFilm, Kathleen Kennedy. Akhirnya, Ron Howard pun menggantikannya.

Setelah pemecatan itu, ada beberapa adegan yang harus syuting ulang. Diduga itu yang membuat Solo flop atau melempem. Mengutip Vanity Fair, dugaan lain adalah Solo mengisahkan latar belakang karakter yang tidak dibutuhkan. Film itu menceritakan asal-usul Han Solo yang dahulu diperankan Harrison Ford, salah satu karakter utama Star Wars.

Dengan begitu, hampir semua pemeran dalam film itu baru dan belum berkarakter kuat. Apalagi Solo -yang kini tak lagi ada di film Star Wars karena karakternya tewas- sudah melekat dengan Ford.

Meski begitu, pada akhirnya pun Solo tetap bertahan di puncak box office walau pendapatan yang diraih jauh dari espektasi. Bahkan, penghasilan tersebut tidak terlalu jauh dengan Deadpool 2 yang mendapatkan US$ 23,3 juta di pekan ketiganya.

Film yang dibintangi Ryan Reynolds kini telah mendapatkan keuntungan yang terbilang besar US$ 254 juta di kawasan AS, dan US$ 344 juta di pasar internasional. Jika dihitung secara total pendapatan, film ini mampu mencapai angka US$ 598,6 juta.

Kemudian, di posisi ketiga diisi oleh pendatang baru, Adrift. Film drama garapan Baltasar Kormakur yang diadptasi dari kisah nyata ini berhasil mendapatkan perhatian masyarakat di Amerika Utara. Pada pekan pertama, Adrift mendapatkan US$ 11,5 juta di kawasan AS, dan US$ 350.000 di pasar internasional.

Selanjutnya, mantan jawara box office, Avengers: Infinity War ternyata masih eksis di lima besar, namun harus turun ke peringkat keempat. Infinity War sendiri mengantongi US$ 10,5 juta dari pekan keenamnya di Amerika Utara. Posisi terakhir ditempati oleh Book Club yang memperoleh pendapatan sekitar US$ 6,8 juta. 

Berikut 10 daftar box office minggu ini:

1. Solo: A Star Wars Story – US$ 29 juta

2. Deadpool 2 – US$ 23 juta

3. Adrift – US$ 11,5 juta

4. Avengers: Infinity War – US$ 10 juta

5. Book Club – US$ 6,8 juta

6. Upgrade – US$ 4 juta

7. Life of the Party – US$ 3 juta

8. Breaking In (2018) – US$ 2,8 juta

9. Action Point – US$ 2 juta

10. Overboard (2018) –US$ 1,9 juta



Sumber: BeritaSatu.com