Belajar Nasionalisme dan Kemanusiaan Melalui Film Soegija
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Belajar Nasionalisme dan Kemanusiaan Melalui Film Soegija

Kamis, 24 Mei 2012 | 16:44 WIB
Oleh : B1

Kisah Soegija diangkat di tengah situasi gejolak perang Asia Pasifik.

Mengambil latar waktu pada tahun 1940-1950 film Soegija mengisahkan seorang Uskup pribumi pertama di Indonesia yang diangkat oleh Vatikan bernama Romo Soegijapranata yang diperankan oleh Nirwan Dewanto.

Kisah Soegija diangkat di tengah situasi gejolak perang Asia Pasifik ketika harapan tumbuhnya keadilan disertai berbagai bentuk kekerasan dan penderitaan yang melibatkan bangsa-bangsa dunia, persoalan nasionalisme dan transisi kepemimpinan di daerah-daerah di Indonesia.

Saat situasi penuh kekacauan di Semarang, Soegija berusaha memandu sifat keagamaan dalam perspektif nasionalis yang humanis. Diceritakan juga bahwa Soegija menjalankan diplomasi secara diam-diam dengan melakukan perundingan damai yang melibatkan sekutu (termasuk Belanda), Jepang, dan Indonesia di tengah perang lima hari di Semarang.

Ia melakukan panduan nilai kepemimpinan lewat kunjungan warga, khotbah dan tulisan-tulisan antara lain 'Apa artinya menjadi bangsa merdeka jika kita gagal mendidik diri sendiri'. Pasca kemerdekaan, Belanda tetap ingin berkuasa di Indonesia dengan melanggar perjanjian Linggarjati yang menyatakan bahwa akan melakukan gencatan senjata.

Wilayah RI pun menjadi sangat kecil, dan Soegija pun memutuskan untuk memindahkan Keuskupan dari Semarang ke Yogyakarta untuk mendukung RI yang ibukotanya saat itu dipindah ke kota pendidikan dan budaya tersebut. Diplomasinya dengan pihak Vatikan untuk memperoleh dukungan dari dunia Internasional dianggap sangat berpengaruh.

Tak hanya mengisahkan sifat kepemimpinan Soegija seorang, film ini juga menceritakan kisah ragam tokoh seperti Mariyem (Anissa Hertami), seorang remaja yang ingin menjadi perawat dan mencari kakaknya yang ikut berperang memperjuangkan kemerdekaan RI, serdadu Jepang bernama Suzuki ( Nobuyuki Suzuki) yang harus berperang namun mencintai anak-anak, Robert (Wouter Zweers) seorang serdadu Belanda yang kejam namun di tengah perjalanannya sebagai seorang serdadu ia bertemu dengan peristiwa kemanusiaan yang merubah dirinya.

Hendrick (Wouter Braaf) wartawan foto dari Belanda yang terjebak di antara perang dan cinta, Banteng (Andreano Fidelis) seorang gerilyawan remaja yang buta huruf, Ling-Ling (Andrea Reva) gadis kecil yang mencari ibunya (Olga Lidya) dan mempertanyakan nasibnya sebagai seorang keturunan Tionghoa yang tinggal di Indonesia, Lantip (Rukman Rosadi) seorang gerilyawan yang mengorganisir anak muda untuk berjuang dan Koster Toegimin (Butet Kartaredjasa) sebagai pembantu Uskup yang hidup sendiri dan menjadi teman dialog Soegija dalam kesehariannya.

Memaparkan nilai kemanusiaan dan kepemimpinan sejati lewat latar sejarah yang didukung dengan akting luar biasa oleh para pemain serta properti yang detail membuat film ini terasa begitu kaya. Belum lagi penggabungan multikultur musik serta visual yang dimasukkan kedalam unsur film ini membuat penonton seolah menyaksikan kejadian aktual pada rentang tahun 1940-1950.

"Kepemimpinan dan nilai-nilai yang diyakini oleh Soegijapranata terasa sangat relevan dengan kondisi sekarang meski dalam perspektif berbeda. Panduan nilai seperti pada penggalan narasi 'Politikus tanpa mental politik, hanya jadi kekuasaan dan benalu negara', 'Masih banyak fatalisme, egoisme, chauvinisme dan fanatisme yang mengganggu kehidupan bermasyarakat' serta kegundahannya lewat ucapan 'Apa artinya merdeka tanpa bisa mendidik diri sendiri?' hanyalah beberapa contoh yang menunjukkan relevansi tersebut," ucap Garin Nugroho selaku sutradara saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan hari ini.

Kemasan keindahan lewat gaya Hollywood dan Eropa yang dipadukan dengan drama Asia dipilih untuk menyesuaikan sebagai bagian budaya populer masa kini. "Tentunya tanpa mengurangi nilai hiburan yang mengelola rasa kemanusiaan dan kebangsaan," kata Garin.

Akan dirilis pada tanggal 7 Juni 2012 secara serempak di bioskop-bioskop tanah air, film yang berdurasi selama lebih kurang 115 menit ini dinilai mampu memuaskan para penikmat film yang mendambakan hiburan berbobot serta sarat dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan lewat sajian sinematografi, narasi dan detail properti yang sangat memukau.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kali Ini, Jason Statham Lindungi Gadis Berotak Komputer

Dalam Safe, Jason Statham kembali berperan sebagai penyelamat.

HIBURAN | 24 Mei 2012

Jual Shabu, Putri Imam S Arifin Dibekuk

"Putri dari Imam Arifin. Ia kedapatan petugas Bareskrim membawa shabu-shabu seberat 0,24 gram di Raya Kapuk, Jakarta Barat, dalam operasi pada 22 Mei lalu, sekitar pukul 22.00. Bersama Resti turut ditangkap kawan lelakinya."

HIBURAN | 24 Mei 2012

Edison Chen Dituduh Melecehkan Aktris China

Chen dianggap melakukan tindakan tidak senonoh.

HIBURAN | 24 Mei 2012

Proyek Baru Charly van Houten

"Kalau aku lagi belajar bikin lagu sementara Charly jadi produsernya."

HIBURAN | 24 Mei 2012

Gara-gara Promo Album, Eno 'Netral' Lupa Menikah

"Masih sibuk promo, yang lain sampai kelupaan".

HIBURAN | 24 Mei 2012

Nancy Reagan Pulih dari Patah Tulang Rusuk

Mantan ibu negara Nancy Reagan sudah mulai pulih dari patah tulang rusuk yang dideritanya musim gugur di rumahnya Los Angeles.

HIBURAN | 24 Mei 2012

Phillip Phillips Pemenang American Idol

Pemain gitar asal Georgia ini dinobatkan menjadi "American Idol" baru pada Rabu (23/5) waktu setempat mengalahkan Jessica Sanchez. Dia menjadi laki-laki kelima yang menjadi pemenang ajang ini berturut-turut.

HIBURAN | 24 Mei 2012

Punya Anak, Pembuktian Indra Bekti Sebagai Lelaki Sejati

"Ini hadiah luar biasa, karena aku sudah satu tahun menantinya".

HIBURAN | 24 Mei 2012

Indra Bekti: Banyak Anak Banyak Rezeki

Tapi sepakat dengan istri hanya punya dua anak saja.

HIBURAN | 24 Mei 2012

Indra Bekti Dapat Momongan

Istrinya melahirkan seorang bayi perempuan dengan normal.

HIBURAN | 24 Mei 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS