Garin: Soegija, Bukan Film untuk Mempengaruhi Keimanan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 519.025 (-3.92)   |   COMPOSITE 6272.81 (-21.75)   |   DBX 1330.29 (-0.42)   |   I-GRADE 182.472 (-1.68)   |   IDX30 510.293 (-3.9)   |   IDX80 137.737 (-1.03)   |   IDXBUMN20 404.067 (-0.98)   |   IDXESGL 141.069 (-0.73)   |   IDXG30 145.194 (-2.06)   |   IDXHIDIV20 448.644 (-2.61)   |   IDXQ30 146.152 (-0.92)   |   IDXSMC-COM 292.826 (0.9)   |   IDXSMC-LIQ 361.358 (-1.22)   |   IDXV30 136.548 (-0.99)   |   INFOBANK15 1048.43 (-4.87)   |   Investor33 438.363 (-2.95)   |   ISSI 184.542 (-1.51)   |   JII 638 (-8.27)   |   JII70 224.272 (-2.33)   |   KOMPAS100 1230.76 (-10.05)   |   LQ45 959.21 (-8.49)   |   MBX 1703.46 (-6.83)   |   MNC36 324.477 (-2.15)   |   PEFINDO25 329.449 (-3.58)   |   SMInfra18 310.851 (-3.95)   |   SRI-KEHATI 373.532 (-2.89)   |  

Garin: Soegija, Bukan Film untuk Mempengaruhi Keimanan

Kamis, 24 Mei 2012 | 18:15 WIB
Oleh : B1

"Selama saya mencintai sebuah karya saya tidak akan takut."

Berani menampilkan sebuah suguhan hiburan mendidik lewat tokoh yang mungkin tidak terpikir oleh sineas-sineas lain dengan mengedepankan Uskup Soegijapranata, seorang tokoh keagaaman yang hidup dan menginspirasi rakyat Semarang pada masa penjajahan Belanda serta Jepang dan pasca kemerdekaan RI, dinilai Garin Nugroho sebagai bentuk apresiasinya terhadap kepeduliannya atas apa yang terjadi belakangan ini di kehidupan bermasyarakat dan politik di Indonesia.

"Film hiburan memang harus komunikatif tanpa mendangkalkan kemanusiaan kita. Film ini tentang kepemimpinan di tengah kekacauan. Orang politik tidak punya mental politik ini jadi surat catatannya Romo Soegija, dan ini tepat untuk kehidupan sekarang ini. Jadi kata-kata di masa lampau ini buat kehidupan kita sekarang ini relevan," jelas Garin saat dijumpai di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan dalam acara jumpa pers film Soegija hari ini.

Pilihan sosok Soegija sendiri menurut Garin ialah karena alasan dialog dan narasi yang dalam tentang nilai moral dan kemanusiaan yang dimiliki Uskup pribumi pertama yang dipilih Vatikan tersebut.

"Saya selalu yakin kata-kata tokoh dalam film saya lewat Soegija itu akan membuka persoalan yang masih menjadi kelemahan terbesar bangsa ini. Founding Father kita baik Soegija, ataupun Soekarno mengatakan multikultur akan menjadi masalah di kemudian hari. Untuk itu saya pilih Soegija," paparnya.

Gagasan Garin yang kemudian ia eksekusi bersama tim produksi ini mendapat sambutan dari para artis pendukung film Soegija, tak terkecuali Nirwan Dewanto yang memerankan uskup asal Semarang tersebut.

"Pada akhirnya saya mengatakan iya, karena saya tertarik dengan ide besar, sikap yang tegas menghadapi, menghargai perbedaan dan toleransi lewat tokoh yang saya mainkan. Saya harus mengatakan bahwa Garin harus bergulat menghidupkan tokoh-tokoh, saya yakin ide besar ini akan hidup melalui tokoh ini," kata Nirwan.

Senada dengan Nirwan, aktor gaek Henky Solaiman yang berperan sebagai seorang Tionghoa sekaligus kakek dari tokoh Ling-Ling juga menyatakan kekagumannya atas karya terbaru Garin ini.

"Perlu diingat ini film Garin yang sangat tidak lamban, penuh edukasi dan sangat menghibur. Saya sangat bersyukur bisa terlibat di film ini yang menurut saya sangat indah," jelasnya.

Garin memang patut berbangga atas film teranyarnya ini karena mampu mengangkat sebuah isu yang relevan lewat pesan moral dalam kemasan sejarah bangsa. Namun begitu, ada komentar-komentar negatif yang menyertai film ini.

Dalam beberapa kesempatan dialog di dunia maya, beberapa pihak menganggap film Soegija coba mempengaruhi keimanan seseorang lewat pendekatan unsur agama tertentu. "Selama saya mencintai sebuah karya saya tidak akan takut. Semua adalah kegembiraan. Risiko kritik pasti akan ditemukan," ungkapnya.

Moeslim Abdurrachman selaku seorang Antropolog yang ditemui pada kesempatan yang sama ikut mengomentari hal tersebut. Baginya, film Soegija memiliki pemaknaan yang reflektif, sebagai perenungan dan bukan film picisan.

"Kalau saya Katolik dan membiayai film Garin ini, saya kecewa karena ini bukan film Uskup. Ini film tentang keberagaman, nasionalisme dan pluralisme, bukan film propaganda," tutur Moeslim.

BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Adam Lambert Jawara Billboard Minggu Ini

Mantan runner up "American Idol" ini menggeser Underwood lewat lagu "Trespassing".

HIBURAN | 24 Mei 2012

Frank Capra, John Ford, John Huston dan Billy Wilder Diabadikan di Perangko

Perangko tersebut berupa foto mereka saat berakting di film yang paling terkenal.

HIBURAN | 24 Mei 2012

Manajer Lady Gaga: Tak Ada Kata "Menyesuaikan Diri"

Menurut sang manajer, konser Gaga sudah disiapkan secara khusus dan akan selalu ditampilkan apa apanya, atau lebih baik batal saja.

HIBURAN | 24 Mei 2012

Belajar Nasionalisme dan Kemanusiaan Melalui Film Soegija

Kisah Soegija diangkat di tengah situasi gejolak perang Asia Pasifik.

HIBURAN | 24 Mei 2012

Kali Ini, Jason Statham Lindungi Gadis Berotak Komputer

Dalam Safe, Jason Statham kembali berperan sebagai penyelamat.

HIBURAN | 24 Mei 2012

Jual Shabu, Putri Imam S Arifin Dibekuk

"Putri dari Imam Arifin. Ia kedapatan petugas Bareskrim membawa shabu-shabu seberat 0,24 gram di Raya Kapuk, Jakarta Barat, dalam operasi pada 22 Mei lalu, sekitar pukul 22.00. Bersama Resti turut ditangkap kawan lelakinya."

HIBURAN | 24 Mei 2012

Edison Chen Dituduh Melecehkan Aktris China

Chen dianggap melakukan tindakan tidak senonoh.

HIBURAN | 24 Mei 2012

Proyek Baru Charly van Houten

"Kalau aku lagi belajar bikin lagu sementara Charly jadi produsernya."

HIBURAN | 24 Mei 2012

Gara-gara Promo Album, Eno 'Netral' Lupa Menikah

"Masih sibuk promo, yang lain sampai kelupaan".

HIBURAN | 24 Mei 2012

Nancy Reagan Pulih dari Patah Tulang Rusuk

Mantan ibu negara Nancy Reagan sudah mulai pulih dari patah tulang rusuk yang dideritanya musim gugur di rumahnya Los Angeles.

HIBURAN | 24 Mei 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS