Peran Pendidikan dalam Persoalan Industri Perfilman
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Peran Pendidikan dalam Persoalan Industri Perfilman

Kamis, 26 Juli 2018 | 13:56 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / FMB

Tangerang - Industri film dan animasi di Indonesia dewasa ini terus berkembang dan bergerak maju. Hal ini didasari oleh perkembangan teknologi yang serba cepat, regulasi pemerintah yang telah mendukung perkembangan industri kreatif ini, minat masyarakat menonton film lokal meningkat, dan pada akhirnya muncul banyak industri bisnis yang masuk ke ranah film.

Hal tersebut dikatakan oleh Koordinator Peminatan Cinematografi DKV-UPH, J. Baptista Anton. Ia menyatakan bahwa, segala peluang dan kemudahan yang telah disuguhkan tersebut patut untuk disyukuri karena mampu mendukung industri perfilman Indonesia terus berkembang.

Namun, ada satu hal kekurangan yang perlu ditelisik kembali, yaitu sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, industri film di Indonesia masih belum mampu mengimbangi percepatan industri yang tengah bergerak ini dengan kemampuan dan keberadaan SDM yang mumpuni.

“Kalau kita berbicara soal produksi film yang satu dengan yang lainnya, mungkin dari segi sutradara dan produsernya bisa berbeda. Namun jangan heran bila kita sering temukan credit title, krunya adalah orang-orang yang sama lagi. Tidak hanya di film layar lebar, hal ini juga terjadi untuk video komersial (iklan). Inilah kekurangan industri kita,” terangnya saat diskusi Film Screening 2018 yang bertajuk Representation di Maxxbox, Tangerang, Rabu (25/7).

Menurutnya, inilah peran penting institusi pendidikan atau akademi untuk memberikan SDM yang berkualitas demi kemajuan positif industri perfilman untuk saat ini. Dengan demikian ia pun yakin, semakin banyaknya SDM yang berkualitas, perfilman Indonesia pun juga akan semakin berkembang.

Setelah berkembang, yang kemudian perlu diperhatikan adalah kualitas, bukan sekedar kuantitas. Perfilman Indonesia belakangan ini selalu dikatakan sedang berada di masa keemasan karena sekitar ratusan film hadir dalam satu tahun terakhir. Namun, di balik itu semua, tidak sedikit yang hanya sekedar mencari pundi dibandingkan edukasi.

Aktor Lukman Sardi mengatakan bahwa, saat ini film horor sedang ramai diperbincangkan di Indonesia, di sanalah banyak rumah produksi yang memanfaatkan momen tersebut untuk membuat film asal, tetapi bisa dapat banyak keuntungan.

“Buatlah film yang tidak sekedar hanya menakuti orang dan kaget, tetapi ada tatanan cerita yang baik, konten yang bagus, dan struktur yang dibuat dengan rapi. Namun lihat sekarang, yang terjadi adalah banyak yang aji mumpung, modal Rp 700 juta laku 500.000 penonton, sudah dapat untung. Inilah yang bisa merusak genre dan industri film itu sendiri,” terangnya.

Hal tersebut pun juga menjadi tonggak utama mengapa intitusi pendidikan memiliki peran penting untuk memperbaiki keadaan industri film saat ini. Anton kembali menjelaskan bahwa, UPH memiliki proses yang panjang untuk mendidik mahasiswanya dalam menghasilkan sebuah karya.

Yaitu dimulai dengan belajar dengan form (bentuk), kaitannya dengan kemampuan teknis, dan dasar-dasar teknik perfilman. Setelah teknis, mereka akan difokuskan untuk membuat konten cerita yang dibekali dengan form. Bagaimana membuat script yang baik.

Ia pun menambahkan bahwa, mahasiswanya untuk tidak sekedar menguasai kemampuan teknis, namun juga mampu menciptakan sebuah konsep yang kuat melalui pemikiran kritis dalam memaknai apa yang terjadi pada masyarakat secara sosial, politik, budaya, serta aspek lainnya ada dalam masyarakat.

Dengan kemampuan konteks yang menggabungkan antara teknis dan konsep, diharapkan mahasiswa mampu menyajikan sebuah tontonan yang relevan dan juga bermanfaat bagi masyarakat. “Inilah puncak pembelajarannya. Bagaimana mahasiswa harus berfikir, untuk apa film tersebut di buat, apakah manfaatnya? Bisakah memberikan hal yang positif untuk masyarakat?,” terangnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

66 Film dan Animasi Warnai Film Screening UPH

Film screening dibuat untuk menampilkan karya-karya mahasiswa UPH.

HIBURAN | 26 Juli 2018

Fatin Shidqia Masuk Jajaran Musisi Asia Terbaik

Fatin sejajar dengan penyanyi Lea Salonga dari Filipina

HIBURAN | 25 Juli 2018

Penyanyi Dangdut Kristina Akhirnya Kepincut Panggung Politik

Kristina sempat menolak tawaran dari tujuh partai politik.

HIBURAN | 25 Juli 2018

Rayakan Hari Anak, J-Sky Ferriswhell Uji Keberanian dan Kreativitas Anak

“Coloring Competition In The Sky” digelar pada 28 Juli mendatang.

HIBURAN | 25 Juli 2018

Dinda Kanya Dewi Jadikan Parfum Pendongkrak Percaya Diri

Wewangian parfum membuat Dinda merasa tenang dan nyaman.

HIBURAN | 24 Juli 2018

We The Fest 2018 Juga Hadirkan Edukasi Bijak Berplastik

Gerakan #BijakBerplastik mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga lingkungan dengan membuang sampah botol plastik di tempat sampah yang disediakan.

HIBURAN | 24 Juli 2018

Baim Wong Matangkan Persiapkan Pernikahannya dengan Paula

Sebelumnya Baim Wong melakukan prosesi lamaran di Balemong Resort, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (21/7) kemarin.

HIBURAN | 23 Juli 2018

Miss Grand Indonesia Sampaikan Pesan Perdamaian

Ia mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya para generasi muda untuk bergerak maju dan juga menghargai segala perbedaan yang ada.

HIBURAN | 23 Juli 2018

Equalizer 2 Ungguli Mamma Mia di Box Office

Meski hanya berada di urutan kedua di Amerika Utara, "Mama Mia" mendapat sambutan positif di pasar global.

HIBURAN | 23 Juli 2018

Juara Miss Grand Indonesia, Ini Misi Nadia untuk Perdamaian Dunia

Nadia berhak mendapat gelar Miss Grand Indonesia dengan mengalahkan 30 finalis.

HIBURAN | 22 Juli 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS