Mutia Terian: Indonesia Punya Banyak Animator Berbakat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mutia Terian: Indonesia Punya Banyak Animator Berbakat

Kamis, 26 Juli 2018 | 15:46 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / FER

Karawaci - Industri kreatif saat ini menjadi salah satu bidang yang menjanjikan. Terlebih, animasi merupakan salah satu tulang punggung subsektor ekonomi kreatif Indonesia yang ditetapkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Namun, belum banyak produk animasi anak bangsa yang menghiasi televisi maupun layar lebar.

Salah satu animator Indonesia, Mutia Terian (33), mengatakan, industri animasi di Indonesia bisa diibaratkan seorang anak yang baru belajar berjalan.

"Industri animasi di Indonesia masih sangat muda, seperti anak yang baru tumbuh. Masih banyak yang masih harus dipelajari. Kalau seluruh stakeholder mendukung, pertumbuhan industri ini akan cepat," kata Mutia, saat dijumpai di Maxxbox, Karawaci, Rabu (25/7).

Wanita yang menyukai dunia animasi sejak kecil ini menambahkan, mendorong perkembangan industri animasi tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan. Apalagi, edukasi tentang animasi sendiri masih minim dan awareness dari masyarakat masih kurang.

Pelaku industri tentunya harus mulai menciptakan awareness, karena kita tidak bisa mengontrol faktor eksternal seperti pemerintah ataupun masyarakat. Cara pendekatan industri animasi harus diubah, dan gencar melakukan edukasi agar keinginan pasar bisa naik. Dengan begitu, mereka akhirnya aware dengan animasi," tambah lulusan Academy of Art University ini.

Menurutnya, kepedulian dan ketertarikan masyarakat yang menjadi salah satu faktor utama, mengapa serial kartun atau animasi lokal jarang terlihat di televisi. Apalagi, membuat animasi untuk tayangan televisi tidak mudah, karena kebanyakan stasiun televisi lebih mengejar rating system ketimbang kualitas program.

"Saat ini di Indonesia kan yang penting adalah ramai dan heboh. Itulah yang bisa diterima dan diambil oleh stasiun televisi, dan cost production yang rendah. Sebenarnya tidak bisa begitu. Kalau mau hasil bagus, investasinya juga harus besar," katanya.

Mutia mengatakan, kondisi tersebut tidak bisa disalahkan ketika berbicara secara bisnis, mengingat ada pertimbangan tersendiri. "Animasi luar sudah pasti terjual. Alasannya, dari pada ambil risiko menjual animasi lokal yang belum tentu diterima. Kalau dari segi bisnis, pasti ada pertimbnagan," tambahnya.

Wanita yang pernah memproduksi serial animasi Plentis dan Kentus ini menambahkan, rintangan ini bukanlah akhir dari segalanya. Dirinya mengimbau, animator muda untuk tetap belajar mengikuti perkembangan zaman dan jangan mudah menyerah dalam era milenial seperti sekarang ini.

"Media digital sudah terbuka. Sekarang banyak sekali konten kreator luar negeri yang tidak lagi bergantung pada televisi. Sekarang sudah banyak platform yang free. Semua itu, tentunya membutuhkan proses," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Harga Tiket Konser Syahrini Setara Celine Dion

Tiket termahal konser Syahrini senilai Rp 25 juta, setara tiket konser Celine Dion.

HIBURAN | 26 Juli 2018

Peran Pendidikan dalam Persoalan Industri Perfilman

SDM industri film di Indonesia masih belum mampu mengimbangi percepatan industri.

HIBURAN | 26 Juli 2018

66 Film dan Animasi Warnai Film Screening UPH

Film screening dibuat untuk menampilkan karya-karya mahasiswa UPH.

HIBURAN | 26 Juli 2018

Fatin Shidqia Masuk Jajaran Musisi Asia Terbaik

Fatin sejajar dengan penyanyi Lea Salonga dari Filipina

HIBURAN | 25 Juli 2018

Penyanyi Dangdut Kristina Akhirnya Kepincut Panggung Politik

Kristina sempat menolak tawaran dari tujuh partai politik.

HIBURAN | 25 Juli 2018

Rayakan Hari Anak, J-Sky Ferriswhell Uji Keberanian dan Kreativitas Anak

“Coloring Competition In The Sky” digelar pada 28 Juli mendatang.

HIBURAN | 25 Juli 2018

Dinda Kanya Dewi Jadikan Parfum Pendongkrak Percaya Diri

Wewangian parfum membuat Dinda merasa tenang dan nyaman.

HIBURAN | 24 Juli 2018

We The Fest 2018 Juga Hadirkan Edukasi Bijak Berplastik

Gerakan #BijakBerplastik mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga lingkungan dengan membuang sampah botol plastik di tempat sampah yang disediakan.

HIBURAN | 24 Juli 2018

Baim Wong Matangkan Persiapkan Pernikahannya dengan Paula

Sebelumnya Baim Wong melakukan prosesi lamaran di Balemong Resort, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (21/7) kemarin.

HIBURAN | 23 Juli 2018

Miss Grand Indonesia Sampaikan Pesan Perdamaian

Ia mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya para generasi muda untuk bergerak maju dan juga menghargai segala perbedaan yang ada.

HIBURAN | 23 Juli 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS