Art Moments Jakarta 2019

Menularkan Kesadaran Pentingnya Seni Rupa di Indonesia

Menularkan Kesadaran Pentingnya Seni Rupa di Indonesia
Pameran Jati Diri yang digelar di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta. ( Foto: Beritasatu.com/ Carla Isati Octama )
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 4 Oktober 2018 | 15:05 WIB

Jakarta - Perkembangan seni rupa di Indonesia terus bergerak maju, walau belum banyak yang memberikan perhatian. Museum dan galeri masih menjadi pilihan terakhir tempat berekreasi kebanyakan masyarakat urban.

Persoalan tersebut ternyata memberikan ide pada Leo Silitonga untuk menghelat sebuah art fair yang memiliki konsep berbeda dari biasanya. Pameran nantinya digelar di kawasan Gandaria City Mall dan Grand Sheraton Jakarta, pada 3-5 Mei 2019.

Art Moments Jakarta (AMT) adalah nama yang dikukuhkan Leo untuk ajang art fair ini. Lebih dari sekadar narasi, ajang ini akan menyediakan berbagai program yang diharapkan bisa menarik minat hingga 30.000 pengunjung.

Salah satu program menarik yang dirancang khusus dan diharapkan dapat merebut perhatian publik adalah program public engegement, yang tujuan utamanya mendekatkan seni kepada publik tanpa harus pergi ke museum secara khusus atau harus mengunjungi pameran yang ada di galeri-galeri seni rupa.

Untuk itu, AMT akan memamerkan karya-karya dari seniman lokal dan Internasional di dalam mal yang bisa dilihat bebas oleh publik. Di antaranya, seperti karya dari Christine Ay Tjoe, Kaws, Marc Quinn, Fernando Bortero, Ju Ming, dan salah satu karya dari Jean Mitchel Othoniel yang berjudul “Double Lacana Knot”.

Karya ini diketahui sempat melalang buana dan dipamerkan di Brooklyn Museum New York, serta Centre Georges Popidou di Paris.

Sedangkan untuk menanamkan kepedulian dan apresiasi terhadap karya seni, nantinya AMT akan mengundang sekolah-sekolah untuk datang berkunjung dan terjun langsung melihat koleksi seni bertaraf internasional.

Lebih dari itu, AMT nantinya juga akan menyediakan berbagai program untuk anak, atau Art for Children melatih rasa serta emosi.

"Kita akan membuat aktivitas yang menyenangkan untuk anak-anak. Dengan menggabungkan unsur petualangan dan seni dalam satu waktu. Seperti misal, anak-anak yang hadir akan mendapatkan kertas yang didalamnya terdapat teka-teki yang akan membawa mereka mendatangi dan mencari tahu secara detail karya-karya buatan para maestro yang dipamerkan dalam mall,” terang Fair Director, Leo Silitonga dalam taklimat media di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (3/10).



Sumber: Suara Pembaruan