Drama Musikal Bunga Terakhir dan Kasih

Pesan Moral untuk Mencintai dan Setia pada Negeri

Pesan Moral untuk Mencintai dan Setia pada Negeri
Drama musikal "Bunga Terakhir Badai dan Kasih" dipersembahkan Yayasan Perempuan untuk Negeri, pada 20-21 Oktober 2018, di Ciputra Artpreneur Theater Kuningan, Jakarta. (Foto: Dina fitri anisa)
Dina Fitri Anisa / EAS Sabtu, 20 Oktober 2018 | 17:00 WIB

Jakarta - Drama musikal Bunga Terakhir Badai dan Kasih, persembahan Yayasan Perempuan Untuk Negeri mencoba menyisipkan nilai-nilai moral seperti loyalitas dan cinta kepada negeri dalam pementasannya. Pesan moral itu disisipkan dalam perjalanan dua sejoli, Badai dan Kasih mengelilingi Indonesia.

Drama musikal yang diselenggarakan pada 20-21 Oktober 2018, di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, mencoba menggabungkan unsur-unsur kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Indonesia. Dikatakan sutradara Sidi Saleh dalam konferensi pers sebelum pementasan, drama musikal Bunga Terakhir Badai dan Kasih ibarat cerita rangkuman kehidupan masyarakat kaum urban.

“Drama musikal dibagi menjadi tiga segmen merangkum kehidupan masyarakat urban di kawasan perkotaan, kekentalan adat masyarakat pesisir, dan juga kekuatan kekerabatan masyarakat di pegunungan dengan apik. Tidak lupa, perpaduan kisah cinta dengan dialog puitis, unsur komedi diramu melalui gerak tari dan nyanyian, ternyata berhasil membuat penonton merasa gembira,” kata Sidi.

Dari tiga kawasan dan tiga kisah cinta, Sidi Saleh yang dibantu oleh Harry Goro sebagai penulis cerita menyusupkan nilai-nilai kemanusiaan, seperti membangun kepedulian tentang pentingnya sarana baca untuk anak-anak, dan mendorong penonton untuk menafsir dalam menghargai segala perbedaan yang ada di negeri ini.

Koreografer Bunga Terakhir Badai dan Kasih, Ari Tulang, ikut mengatakan drama musikal ini diperankan langsung oleh sekitar 80 pemain lintas generasi dan usia.

“Ini menjadi tantangan bagi saya untuk bisa melatih orang-orang yang baru terjun di dunia musikal. Memang terlihat sulit, tetapi hal yang membuat saya bahagia dan semangat adalah, misi besar dari pertunjukan ini. Salah satu misinya adalah melestarikan kekayaan budaya, kesenian, serta kegiatan sosial untuk sanak saudara yang sedang dilanda musibah,” ungkap Ari Tulang.

Sebagai pemanis cerita, drama musikal Bunga Terakhir Badai dan Kasih menampilkan Edward Akbar (Badai), Yanti Airlangga (Kasih), Niniek L Karim, Marini SS, Tike Priatna, Aida Nurmala dan Widyawati Sophiaan.

Tidak ketinggalan musisi sekaligus penyanyi Bebi Romeo juga turut membawakan lagunya yang berjudul, Bunga Terakhir, dan 14 lagu lainnya yang dinyanyikan oleh para pemain, seperti Mencintaimu, Bawalah Cintaku, Begitulah Cintaku.



Sumber: Suara Pembaruan