Ari Tulang Yakin Seni Pertunjukkan Tidak Akan Mati

Ari Tulang Yakin Seni Pertunjukkan Tidak Akan Mati
koreografer Ari Tulang (Foto: dina fitri anisa)
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 23 Oktober 2018 | 10:51 WIB

Jakarta - Waktu terus bergulir, perkembangan sarana hiburan pun deras mengalir. Jika dulu seni pertunjukan merupakan salah satu sarana hiburan paling dinanti, kini hiburan modern masyarakat urban seperti bioskop sampai gawai-pun dirasa bisa menandingi. Namun, hal ini tidak membuat seni pertunjukan di Indonesia mati, walau harus berdiri dalam keadaan tertatih.

Menurut pria yang telah menyelami dunia seni pertunjukan selama puluhan tahun, Ari Tulang (54), justru di situasi saat ini seni pertunjukan di Indonesia terus memperlihatkan perkembangannya. Bahkan tidak jarang institusi pendidikan mulai melirik dan membuka sekolah-sekolah kesenian, atau mengadakan workshop akting secara berkala.

"Seni pertunjukan di Indonesia sangat berkembang. Kini kita lihat banyak sutradara muda yang membuat drama musikal dan teater dengan format kekinian. Masyarakat juga melihat, dan mencari sesuatu yang bisa membuka pikiran berkesenian mereka,” terang Ari Tulang kepada BeritaSatu.com saat dijumpai beberapa waktu lalu.

Namun memang kendalanya adalah untuk membuat sebuah seni pertunjukan menjadi modern itu memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Ditambah tidak begitu banyak sponsorship yang bersedia menggelontorkan dananya untuk membuat hal tersebut. Alhasil, untuk membeli tiket masyarakat harus mengeluarkan kocek lebih.

"Harga tiket, kita nonton film Rp 50.000, tetapi kalau nonton seni pertunjukan mungkin paling murah Rp 150 ribu. Memang harga tiket kita tidak bisa murah, karena biaya produksi kita membuat set panggung, sewa lighting, led, dan biaya persiapan juga lama. Di sini seni pertunjukan memiliki biaya yang berbeda, dan masyarakat urban saat ini memiliki prioritas yang berbeda juga,” terangnya.

Meski diakui untuk melestarikan seni pertunjukan membutuhkan tenaga lebih, Ari Tulang tidak patah arang. Ia berjanji untuk terus cinta dunia seni pertunjukan. Bahkan ia bersedia memberikan edukasi dan enginspirasi generasi muda untuk terus mencintai seni pertunjukan dan tradisi Indonesia.

“Saya terus karena cinta. Kalau kita senang sebuah profesi, kita tidak akan berhenti untuk melakukan itu. Saya mendapatkan talenta dari Tuhan, yang menurut saya ini adalah sebuah keajaiban. Bayangkan, saya tidak sekolah tentang seni, saya selama ini learning by doing. Namun nyatanya bisa membuat banyak orang tertawa, dan mengundang kepercayaan orang,” ungkapnya



Sumber: BeritaSatu.com