Logo BeritaSatu

Musik Reggae Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia

Kamis, 29 November 2018 | 17:17 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Musik Reggae dengan irama dan hentakan yang khas dan mendunia berkat musisi papan atas seperti Bob Marley, pada Kamis (29/11) memenangkan satu tempat di daftar kekayaan budaya dunia yang dibuat PBB.

UNESCO, badan PBB untuk urusan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, menambahkan genre musik asal Jamaika itu pada koleksi "warisan budaya tak ternilai" yang layak dilindungi dan dipromosikan.

"Kontribusi musik Reggae terhadap interaksi internasional dalam masalah-masalah ketidakadilan, perlawanan, cinta, dan kemanusian menggarisbawahi dinamika dari sebuah elemen yang sifatnya cerdas, sosio-politikal, sensual, dan spiritual," kata UNESCO.

"Meskipun pada embrionya musik Reggae mewakili suara kaum terpinggirkan, namun sekarang musik ini dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat, berbagai kelompok gender, etnis, dan agama."

Dengan inklusi ini, Reggae sekarang bergabung dengan warisan budaya dan tradisi lain seperti seni berkuda di Wina, ritual pelatihan unta di Mongolia, pertunjukan boneka Ceska, dan lebih dari 300 tradisi lainnya.

Jamaika mendaftarkan Reggae dalam pertemuan dengan UNESCO tahun ini di Mauritius, di mana sebanyak 40 proposal menjadi pembahasan.

Reggae bersaing antara lain dengan kerajinan jerami Bahamia, tradisi gulat Korea Selatan, olahraga hurling Irlandia yang mirip permainan hoki, dan tradisi pembuatan parfum di kota Grasse, Prancis.

Reggae muncul di akhir dekade 1960an yang berakar dari gaya musik ska dan rocksteady Jamaika, ditambah pengaruh musik jazz dan blues Amerika.

Dengan cepat musik ini menjadi populer di Amerika Serikat dan Inggris, di mana terdapat banyak imigran Jamaika yang masuk pada tahun-tahun pasca-Perang Dunia II.

Reggae kerap dianggap sebagai musik kaum yang tertindas, dengan lirik yang menyindir masalah soosial-politik, pemenjaraan, dan kesenjangan.

Reggae juga dikaitkan dengan Rastafarianism, aliran yang memuja mantan kaisar Etiopia Haile Selassie dan mempromosikan penggunaan ganja atau mariyuana dalam ritual.

Lagu single 1968 "Do the Reggay" oleh Toots and the Maytals adalah lagu populer pertama yang memakai nama genre ini.

Lalu Bob Marley dan grupnya the Wailers melesat dengan hits seperti "No Woman, No Cry" dan "Stir It Up."

Peter Tosh, anggota inti the Wailers, juga sukses bersolo karir dengan lagu andalan seperto "Legalize It," sementara Desmond Dekker sukses dengan lagu "Israelites."

Toots and the Maytals populer dengan lagu "Pressure Drop" sementara Jimmy Cliff juga menjadi sensasi dengan lagu "The Harder They Come," yang kemudian menjadi judul film pada 1972 dengan dia sebagai bintangnya.

Irama Reggae yang dominan dengan suara bas dan drum telah memberi pengaruh ke banyak musisi dan menginspirasi lahirnya banyak genre seperti reggaeton, dub, dan dancehall.

Meskipun inklusi di daftar warisan budaya UNESCO ini sifatnya simbolis saja, tetapi bisa mengangkat harkat bangsa.

"Reggae adalah khas Jamaika," kata Olivia Grange, menteri kebudayaan negara itu, sebelum pemungutan suara dilakukan.

"Musik ini telah kami ciptakan dan bisa melakukan penetrasi ke semua ujung dunia."

[YOUTUBE]https://www.youtube.com/watch?v=cSqOR7Bz_c0[/YOUTUBE]



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Jokowi Ukraina


# Pengawasan Intelijen


# MyPertamina


# Roy Suryo


# Mars


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Intip Kebiasaan Selebritas K-Pop Rawat Kesehatan Gigi

Intip Kebiasaan Selebritas K-Pop Rawat Kesehatan Gigi

LIFESTYLE | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings