Mantan Finalis Puteri Indonesia Diduga Terlibat Prostitusi Online

Mantan Finalis Puteri Indonesia Diduga Terlibat Prostitusi Online
Ilustrasi Prostitusi ( Foto: Istimewa )
Chairul Fikri / WBP Sabtu, 12 Januari 2019 | 13:17 WIB

Surabaya- Setelah menangkap artis Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila bersama dua muncikarinya ES dan TN,
Polda Jawa Timur terus mengungkap kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis dan model di Indonesia. Terbaru, Polda Jatim merilis 45 artis yang diduga menjalani praktik protitusi online dengan memanggil enam artis yakni AC (SI), TP, ML, RF, FG dan BS.

Menurut Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, ES dan TN yang kini berstatus tersangka mengendalikan praktik prostitusi online atas permintaan para artis dan model. "Berdasarkan pemeriksaan intensif terhadap ES dan TN, kita menemukan ada enam wanita yang berprofesi sebagai artis dan model kerap menggunakan jasa keduanya untuk mencari pelanggan," kata dia di Surabaya, Jumat (11/1).

Dia menjelaskan, dari enam orang itu, dua orang adalah artis sinetron, dan FTV serta dua lagi foto model. Sementara dua sisanya adalah mantan finalis Puteri Indonesia. "Mereka dalam waktu dekat akan kita panggil karena berdasarkan fakta dan bukti-buktinya memang mereka terlibat kasus ini," ungkap Kapolda saat menggelar jumpa pers, kemarin.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera membeberkan nama artis yang terlibat. Dia mengatakan, keenam artis dan model yang akan dipanggil yakni artis Maulia Lestari yang merupakan finalis Puteri Indonesia 2016 asal Jambi, Fatya Ginanjarsari finalis Puteri Indonesia 2017 asal Kalimantan Utara sekaligus Miss Tourism World 2018 dan juga Top 15 Guess Girl Indonesia 2015.

Kemudian Baby Shu yang berprofesi model, Riri Febianti yang berprofesi pemain dinetron (Anak Jalanan), Aldira Chena yang berprofesi selebgram dan juga model, kemudian Tiara Permata Sari yang berprofesi pemain sinetron dan model. "Surat pemanggilan kepada mereka akan dikirimkan minggu depan. Bila dalam pemanggilan itu mereka tidak datang, kami akan jemput paksa untuk kami mintai keterangan," tandas Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE