Bumilangit, Mengabadikan Komik-komik Lokal Legendaris

Bumilangit, Mengabadikan Komik-komik Lokal Legendaris
Kumpulan komik-komik karya komikus lokal yang kini nyaris ditinggalkan para pembaca milenial. ( Foto: Majalah Investor / Fajar Widhiyanto )
Dina Fitri Anisa / FMB Jumat, 5 April 2019 | 13:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Banyak yang belum tahu, sejak 1950-an, Indonesia memiliki puluhan, bahkan ratusan komik yang dibuat oleh para legendaris. Mereka adalah R.A Kosasih, Jan Mintaraga, Hasmih, Ganes T.H, dan masih banyak lagi sosok pendiri dunia komik Indonesia.

Sebagai sarana penanda zaman, sudah sebaiknya komik para legendaris ini diabadikan, sebelum lapuk termakan waktu. Untuk itu, pada 2003, Bumilangit Entertaiment Corpora berdiri sebagai tonggak awal dimulainya sebuah ikhtiar, untuk membangkitkan kembali budaya penceritaan komik bertema kepahlawanan di Indonesia.

Commercial General Manager, Bumilangit Entertainment Corpora, Andy Wijaya mengatatakan, kini Bumilangit menjadi sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, lebih dari 500 karakter-karakter komik yang telah diterbitkan selama enam puluh tahun terakhir.

“Buat kita restorasi komik adalah upaya untuk dokumentasi terbaik, daripada hilang dan akhirnya menyesal. Ini semua karya-karya milik bangsa dan pernah populer, serta menginspirasi banyak orang. Mendorong banyak orang, untuk jadi komikus pula,” terangnya kepada SP, saat dijumpai di peluncuran perangko bertema Jagoan Indonesia, Kamis (4/4/2019).

Ia menjelaskan, pustaka karakter Bumilangit terbagi menjadi dua kategori semesta. Semesta Superhero adalah semesta karakter yang terdiri dari lebih dari 300 karakter superhero dan 110 judul komiknya yang telah diterbitkan dan dijual.

Sepanjang sejarahnya komik-komik ini telah terjual lebih dari 2 juta eksemplar dan dibaca oleh lebih dari 10 juta orang. Karakter-karakter terkemuka yang termasuk di dalamnya adalah Gundala, superhero Indonesia yang paling terkenal, dan Sri Asih, superhero pertama Indonesia yang diciptakan tahun 1954.

Kategori kedua adalah Semesta Pendekar yang tidak kalah pamornya. Semesta Pendekar dirajai oleh dua karakter legenda, Si Buta dari Gua Hantu dan Mandala. Pustaka pendekar memiliki lebih dari 200 karakter dengan 50 judul komiknya yang telah diterbitkan.

Dalam proses pencarian komik-komik legenda untuk segera direstorasi, Andy bercerita harus menempuh berbagai rintangan. Kesulitan pertama adalah mencari dan membujuk para kolektor untuk memberikan komik koleksinya untuk didigitalisasikan.

“Kami berburu hingga ke Padang sampai membawa 200 kg komik-komik lawas. Setelah itu, kami juga sempatkan berburu ke Bali, Bandung, dan juga Jakarta. Semua ini kami lakukan menggunakan biaya sendiri,” jelasnya.

Setelah komik didapat, barulah kesulitan lainnya yaitu untuk mengembalikan komik legenda seperti baru dalam bentuk digital. Dalam satu bulan, Bumilangit menargetkan untuk dapat merestorasi minimal satu komik.

“Kami bongkar dulu komiknya, di-scan, kemudian diperbaiki yang cacat dan rusak melalui berbagai tools, yang semuanya dilakukan oleh anak-anak negeri. Diperbaiki bukan dimanipulasi, sebisa mungkin kami mengembalikan naskah aslinya,” jelasnya.

Dirinya pun berharap, dengan makin banyaknya komik-komik lawas yang berhasil direstorasi dan digitalisasikan, akan menggugah kembali dunia komik bertema kepahlawanan di Indonesia. Sehingga, generasi muda dapat menghargai dan menggemari karya para legenda, sehingga teciptalah perputaran ekonomi yang sehat di dunia komik Indonesia.

“Komik itu bisnis IP (Intellectual Property), karakter kita tidak menutup kemungkinan hidup di komik saja, tetapi juga film, merchandise, dll. Saat ini orang juga telah membuka mata, bahwa komik lama juga bagus ya ceritanya. Sehingga, film seperti Gundala, dan Si Buta dari Gua Hantu juga akan mewarnai layar lebar Indonesia kembali,” tukasnya.



Sumber: Suara Pembaruan