Tiga Jagoan Komik Hadir dalam Perangko Spesial

Tiga Jagoan Komik Hadir dalam Perangko Spesial
Ketua Asosiasi Komik Indonesia, Faza Meonk, berfoto bersama para ahli waris dari komik, Sri Asih, Si Buta dari Gua Hantu, dan Gundala, dalam peluncuran edisi perangko spesial bertemakan Jagoan Indonesia di Jakarta, Kamis (4/4). ( Foto: Suara Pembaruan / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / IDS Jumat, 5 April 2019 | 12:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bertepatan dengan 100 tahun usia penulis dan komikus legenda RA Kosasih, Asosiasi Komik Indonesia (Aksi) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) meluncurkan edisi perangko spesial bertemakan Jagoan Indonesia dengan mengangkat karakter Sri Asih, Si Buta dari Gua Hantu, dan Gundala.

Ketua Aksi, Faza Meonk mengatakan, peluncuran perangko dengan simbol karakter komik bisa menjadi salah satu bagian strategi budaya. Menurutnya, di beberapa negara maju seperti Jepang dan Amerika komik tumbuh subur dan menjadi bagian penting dari identitas sebuah negara.

"Di negara maju, komik dijadikan strategi budaya. Karakter komik bukan hanya ada di komik saja, tetapi bisa menjelma ke berbagai medium. Makanya, komik adalah hulu dari industri kreatif, dari komik bisa ke game, film, dan juga merchandise, seperti perangko ini,” ujar Faza di Gedung Filateli Jakarta, Kamis (4/4).

Dengan upaya mentransformasikan tiga karakter legendaris ini, Faza berharap komik Indonesia bisa menjadi penghantar budaya yang baik ke generasi muda, sekaligus simbol penanda zaman. Sehingga, dunia komik Indonesisa bisa terus berkembang menjadi industri kreatif yang maju.

“Komik harus bisa jadi industri. Itu goal kami. Kami berusaha agar komik jadi industri yang sehat dan maju,” tukasnya.

Perangko edisi khusus tersebut dirilis dalam beberapa versi yaitu souvenir sheet yang berisik perangko dengan nominal Rp 10.000, versi standar dengan masing-masing nominal Rp 3.000, dan sampul hari pertama (SHP) yang dilepas secara terbatas.

Kolektor komik Indonesia, Andi Wijaya menjelaskan, tiga legenda komik yang dijadikan perangko yakni, Sri Asih, Si Buta dari Gua Hantu dan Gundala, merupakan bagian dari kebangkitan komik Indonesia. Menurutnya, kehadiran perangko tersebut menjadi momentum yang baik karena bertepatan dengan 100 tahun lahirnya Bapak Komik Indonesia RA Kosasih.

"Sri Asih merupakan karya dari RA Kosasih, tokoh superhero yang kemunculannya membangkitkan industri komik di Indonesia. Pada tahun itu, banyak komik di media cetak. Memang ada yang bentuknya buku, tapi baru sedikit. Sejak tampilnya Sri Asih di Madjalah Komik, sejarah komik berkembang. Banyak komik dalam bentuk buku dan didistribukan secara nasional," ujar Andi.

Sri Asih pun menjadi tonggak sejarah komik Indonesia. Kisahnya pertama kali diterbitkan pada 1954 oleh penerbit Meloedi Sri Asih. Edisi pertama itu hanya dicetak 2000 buku. Namun setelah itu, cetakan selanjutnya bisa mencapai sampai puluhan ribu.

Tokoh Sri Asih adalah adisatria perempuan yang pertama muncul pada 1 Januari 1954 di Madjalah Komik. Sri Asih menginspirasi kelahiran adisatria lainnya di dunia komik Indonesia.

Kemudian, Andi melanjutkan, pada 1967, Si Buta dari Gua Hantu dirilis. "Ini kembali menjadi kebangkitan komik Indonesia, dari yang sebelumnya horor dan roman menjadi bentuk silat" kata Andi. Menurutnya, banyak yang berubah menjadi genre silat mulai dari Jaka Sembung dan serial komik lainnya.

Si Buta dari Gua Hantu merupakan sosok pendekar buta dari Banten yang berkeliling nusantara untuk menegakkan keadilan dan memberantas angkara murka. Tokoh pendekar tersebut adalah karya dari Ganes TH. "Memang Si Buta dari Gua Hantu adalah pionir komik silat. Dia mengorbankan indera penglihatannya untuk mendapatkan ilmu yang digunakan membasmi kejahatan" tutur Andi.

Gundala lahir dari komikus Harya Suraminta atau biasa dikenal Hasmi. Dia terinspirasi oleh tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Selo Sang Penangkap Petir. Superhero itu mengalahkan musuhnya dengan kekuatan yang bersumber dari petir.

Sejak pertama kali terbit pada 1967, Gundala langsung menjadi tokoh cerita gambar ikon legendaris Indonesia. Gundala telah dirilis dalam 23 judul hingga 1982. "Dari survei kami Gundala adalah superhero yang paling populer di Indonesia. Tiga ini kami ajukan dan diterima," kata Andy.



Sumber: Suara Pembaruan