Fan BTS dan Blackpink Berantem Gara-gara "Kill This Love"

Fan BTS dan Blackpink Berantem Gara-gara
Atas : Empat personel girl band K-Pop, BLACKPINK. Bawah : Tujuh personel Boy band K-Pop, BTS. ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 10 April 2019 | 20:06 WIB

Seoul, Beritasatu.com - Siapa sangka album "Kill This Love" dari grup vokal K-Pop, Blackpink, yang memecahkan rekor YouTube serta tangga lagu dari sejumlah aplikasi musik daring seperti Spotify dan iTunes, telah membuat ARMY dan Blink berantem di media sosial (medsos).

ARMY adalah julukan bagi penggemar atau fan grup boy band K-Pop, BTS. Sedangkan Blink adalah panggilan bagi para pendukung Blackpink.

Seperti diberitakan, YouTube resmi mengumumkan "Kill This Love" dari Blackpink memecahkan rekor baru setelah berhasil meraih 56,7 juta penonton pada hari pertama (24 jam), menggeser penyanyi pop Amerika Serikat, Ariana Grande, yang merupakan pemegang rekor sebelumnya untuk albuk "Thank u, Next" yang meraih 55,4 juta penonton dalam 24 jam.

Tidak hanya itu, YouTube juga mengonfirmasi bahwa "Kill This Love" adalah video musik tercepat yang mencapai 100 juta penonton hanya dalam waktu dua hari.

Kesuksesan Blackpink tersebut disambut gegap gempita oleh Blink di berbagai belahan dunia. Namun kontroversi telah mencuat seiring tuduhan yang dilontarkan seorang anggota ARMY dan memicu pertengkaran antarkedua kubu fan grup K-Pop tersebut.

Menurut portal allkpop, sejumlah anggota ARMY menuding bahwa Blink telah membayar layanan streaming Spotify untuk memastikan bahwa iklan Blackpink diputar terlebih dahulu sebelum trek BTS dapat didengarkan. Taktik itu secara tidak langsung meningkatkan jumlah penonton streaming lagu "Kill This Love".

"OMG (Oh My God, Red), kamu masuk ke aplikasi untuk mendengarkan BTS dan kamu dipaksa untuk mendengarkan Blackpink?" seorang anggota ARMY menulis komentar dan langsung memicu perdebatan di medsos.

Namun, Spotify telah mengklarifikasi bahwa iklan tersebut tidak diperhitungkan dalam tabulasi penghitungan streaming untuk "Kill This Love".

Tak lama, anggota ARMY yang pertama kali berkomentar tentang dugaan taktik Spotify untuk mendongkrak penonton "Kill This Love" meminta maaf atas komentarnya yang telah memicu pertengkaran antara ARMY dan Blink.

"Saya telah memposting cerita yang belum dikonfirmasi tentang Spotify dan lebih banyak orang daripada yang saya bayangkan akhirnya salah paham. Saya tahu itu tidak benar, tetapi saya hanya meninggalkan pesan singkat dan tidak membayangkan bahwa itu menimbulkan masalah. Karena ulahku, anggota Blackpink yang tidak bersalah sangat dikritik. Aku minta maaf," kata fans yang tidak disebutkan identitasnya.

Tak hanya itu, kontroversi lain juga muncul seiring beredarnya kampanye tanda pagar #KillThisLoveStarbucks. Retail kopi internasional itu disebut-sebut menawarkan voucher minuman gratis kepada siapa pun yang memposting gambar dirinya sedang mendengarkan "Kill This Love", disertai dengan tagar #KillThisLoveStarbucks.

Starbucks sedang menyelidiki sumber kampanye tersebut. Belum diketahui apakah klaim promosi itu berasal dari penggemar Blackpink yang terlalu bersemangat, atau penggemar BTS yang ingin membuat masalah bagi kubu Blackpink.

Blackpink dan BTS menjadi dua grup vokal K-Pop teratas yang bersaing secara internasional. Manajemen keduanya pun sama-sama mengumumkan peluncurkan album baru di April 2019.

Bedanya, Blackpink lebih dahulu meluncurkan "Kill This Love" pada 5 April 2019, sedangkan BTS akan meluncurkan album "Map Of The Soul: Persona" pada 12 April 2019, meskipun pemasarannya sudah dilakukan sejak 13 Maret 2019.



Sumber: allkpop/Forbes/Suara Pembaruan