Dynand Fariz, Kreator Jember Fashion Carnaval Tutup Usia

Dynand Fariz, Kreator Jember Fashion Carnaval Tutup Usia
Desainer dan CEO Jember Fashion Carnival (JFC), Dynand Fariz. ( Foto: Beritasatu Photo/Dina Fitrianisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Rabu, 17 April 2019 | 12:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berita duka menyelimuti dunia fashion Tanah Air. Dynand Fariz (50), pencetus sekaligus presiden fashion karnaval terbesar di Indonesia, Jember Fashion Carnaval (JFC) wafat hari ini, Rabu (17/4/2019), pukul 03.56 WIB.

Informasi diperoleh dari akun Instagram official JFC. Dalam unggahan tersebut, disebut bahwa Dynand telah menjalani perawatan selama tiga hari di RS Jember Klinik.

"Dengan ini kami Jember Fashion Carnaval ingin menyampaikan kabar duka yang mendalam. Saat ini jenazah sedang disemayamkan di rumah duka di jalan Letjend Soeprapto no 8A, sebelum akhirnya jenazah diberangkankan ke tanah kelahiran beliau di Gerahan pukul 12 siang,” terangnya.

Ketua Bidang Komunikasi Mega Angkasa dari Yayasan Puteri Indonesia, menuturkan rasa bela sungkawa melalui akun Instagram dengan mengunggah foto Dynand bersama seorang model di panggung jalan.

"Inalillahi wainailaihi roji'un,... Indonesia kembali kehilangan salah satu desainer berbakat yang selama ini telah menjadi bagian dari keluarga besar Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu. Maestro National Costume kebanggaan negeri, mas Dynand Fariz @jemberfashioncarnaval," tulis Mega.

Dynand adalah seorang desainer asal Jember yang punya peran besar di dunia mode Indonesia. Tidak saja menggagas Jember Fashion Carnaval, pria itu juga diketahui kerap mendesain untuk kostum-kostum para finalis Putri Indonesia.

Buah Manis

Dalam dunia karnaval, bakat dan tangan terampil Dynand berhasil mempersembahkan buah manis untuk Indonesia. Beberapa kali wakil dari Indonesia menang untuk kategori kostum nasional terbaik di ajang Miss Universe, Miss Supranational dan Miss International.

Dynand bahkan pernah bercerita kepada Suara Pembaruan/Beritasatu.com tentang perjuangannya mencapai puncak kesuksesan. Ia mengatakan, semua hal yang kini telah dilihat orang tentang dirinya tidaklah diraih dengan cara instan.

Diketahui ia sudah 18 tahun banting tulang dan berani mengambil risiko untuk mengenalkan budaya Indonesia melalui JFC. Ide membuat JFC memang tidak biasa, mengingat Kabupaten di Jawa Timur itu termasuk daerah tapal kuda yang penduduknya mayoritas beragama Islam dan relatif taat.

"Pelan-pelan saya mengenalkan dunia mode kepada masyarakat di Jember. Saat itu mereka tidak tahu apa sebenarnya fashion itu. Banyak yang memandang sebelah mata ataupun menolak adanya JFC. Tetapi saya dan teman-teman terus bertahan dan berjalan sampai seperti sekarang ini,” kata Dynand kepada SP.

Berkat kerja kerasnya bersama masyarakat, Jember yang dulunya hanya kota kecil kini menjadi sorotan publik sebagai kota karnaval, seperti yang dikatakan oleh Presiden Republik Indonesia saat berkunjung ke JFC 2017. JFC tak hanya menarik masyarakat lokal, tetapi banyak pengunjung dari luar Indonesia yang sengaja berkunjung untuk melihat meriahnya JFC 2017 ini.



Sumber: BeritaSatu.com