Avengers: End Game Tenggelamkan Rekor Titanic

Avengers: End Game Tenggelamkan Rekor Titanic
Brie Larson pemerann Kapten Marvel berpose bersama penggemarnya di pemutaran perdana “Avengers: Endgame" di Los Angeles, California, 22 April 2019 ( Foto: Reuters )
Dina Fitri Anisa / CAH Senin, 13 Mei 2019 | 13:06 WIB

Los Angeles, Beritasatu.com - Prestasi film Avengers: Endgame rupanya belum usai. Tayang kurang lebih tiga minggu, total pendapatan kotor film garapan Russo bersaudara ini mencapai US$ 2,4 miliar (Rp 34,5 triliun). Pencapaian angka tersebut rupanya mampu menenggelamkan rekor komersil film legendaris, Titanic (1997) sebagai pemegang kuasa pendapatan terbesar nomor dua di dunia sepanjang masa.

Angka yang diraih oleh Avengers: Endgame sendiri lebih unggul US$ 3 juta dari film Titanic yang meraup US$ 2,187 miliar (Rp 30,2 triliun) saat dirilis pada tahun 1997 silam. Hasil tersebut juga menjadikan Avengers: Endgame sebagai film tercepat yang mampu menembus angka US$ 2 miliar hanya di pekan kedua penayangannya.

Atas dasar itulah, beberapa waktu lalu, sutradara dan penulis skenario film terlaris di dunia, James Cameron memberikan ungkapan apresiasi tinggi terhadap film penutup 10 tahun perjalanan franchise Marvel Cinematic Universe (MCU) itu.

"Untuk Kevin dan semua orang di Marvel. Sebuah gunung es menenggelamkan Titanic secara nyata. Dibutuhkan Avengers untuk menenggelamkan Titanic saya. Semua orang di sini di Lightstorm Entertainment salut dengan prestasi luar biasa Anda. Anda telah menunjukkan bahwa industri film tidak hanya hidup dan sehat, ini lebih besar dari sebelumnya!,” cuit Cameron di Twitter pribadinya, beberapa waktu lalu.

Melihat usia rilis film yang baru tiga minggu, ada kemungkinan besar film Avengers: Endgame akan menjadi terlaris nomor satu sepanjang masa yang dipegang oleh Avatar. Film terlaris sepanjang masa sejak satu dekade terakhir masih film yang disutradarai Cameron dengan rekor pendapatan US$ 2,8 miliar (Rp 40,3 triliun).

Sementara itu, di box office domestik sendiri, kesuksesan Avengers: Endgame dibuntuti oleh film baru yang juga lama ditunggu, yaitu Pokemon Detective Pikachu. Saat pekan perdana, film ini meraih pendapatan sebesar US$ 58 juta (Rp 835,3 miliar) di 4.202 layar kawasan Amerika Utara. Sedangkan di pasar internasional, karakter Pikachu mampu menarik perhatian penonton dengan jumlah pendapatan US$ 112,4 juta (Rp 1,6 triliun).

Film yang diadaptasi dari video game 2016 dengan nama yang sama, sekarang menjadi akhir pekan pembukaan terbesar untuk adaptasi video game, melampaui Lara Croft Tomb Raider 2001 yang mendapatkan US$ 47,7 juta (Rp 687 miliar).

Tidak hanya itu, penonton akhir pekan yang suka film yang disutradarai oleh Rob Letterman ini juga menyumbangkan nilai "A-" di CinemaScore, yang baru keenam kalinya adaptasi video game mencetak skor yang lebih tinggi daripada "B".

Sedangkan pada ulasan aggregator Rotten Tomatoes, film ini memiliki persentase 63 persen berdasarkan 200 ulasan, dengan peringkat rata-rata 5.93 / 10. Konsensus kritis situs web tersebut berbunyi, "Pokémon Detective Pikachu mungkin tidak mengambil premis yang aneh, tetapi adaptasi offbeat ini harus menangkap sebagian besar penggemar waralaba."

Selain di CinemaScore, Pikachu juga unggul sebagai film yang berha memegang peringkat Rotten Tomatoes tertinggi dari semua film adaptasi video game di Rotten Tomatoes.

Lanjut di posisi tiga terakhir, diisi oleh film baru bertajuk The Hustle, yang meraih US$ 13,5 juta (Rp 187,2 miliar) saja. Film komedi Amerika yang disutradarai oleh Chris Addison dan ditulis oleh Jac Schaeffer ini merupakan remake dari film Dirty Rotten Scoundrels (1988) yang faktanya juga merupakan remake dari film Bedtime Story (1964). [DFA]

Berikut adalah 10 film yang masuk daftar box office:

1. Avengers: Endgame - US$ 63 juta

2. Pokemon Detective Pikachu - US$ 58 juta

3. The Hustle - US$ 13,5 juta

4. The Intruder (2019) - US$ 6,6 juta

5. Long Shot - US$ 6,1 juta

6. Poms - US$ 5,1 juta

7. Uglydolls - US$ 3,9 juta

8. Breakthrough - US$ 2,4 juta

9. Tolkien - US$ 2,1 juta

10. Captain Marvel - US$ 1,8 juta



Sumber: Suara Pembaruan