Film Koboy Kampus Angkat Kisah Mahasiswa di Awal Reformasi

Film Koboy Kampus Angkat Kisah Mahasiswa di Awal Reformasi
Pidi Baiq (kanan) bersama David John Schaap. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Rabu, 19 Juni 2019 | 15:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai seorang penulis cerita buat sebuah film, Pidi Baiq dikenal sebagai penulis cerita yang jempolan lantaran dirinya kerap mengangkat kisah masa lalu dalam ide ceritanya. Penulis cerita film Dylan itupun kini mencoba menghadirkan kembali sebuah ide cerita tentang kehidupan mahasiswa di era awal reformasi, tahun 1998 yang dikemasnya dalam film berjudul Koboy Kampus.

Cerita tentang kehidupan koboy kampus itu dituangkan Pidi melalui sebuah film yang menarik. Pidi tak perlu melakukan riset mendalam, sebab di kehidupan nyata, ia sempat bersentuhan dengan kelompok koboy kampus yang sempat terkenal di lingkungan kampus Institut Tekhnologi Bandung. Hal itu diungkapkan Pidi Baiq saat berbincang dengan sejumlah media di Jakarta belum lama ini.

"Istilah Koboy Kampus muncul di lingkungan ITB setelah adanya lagu Koboy Kampus yang dibawakan oleh The Panas Dalam. Kebetulan saya sendiri berkewan dengan mereka, jadi dengan sendirinya saya tahu, siapa dan bagaimana kiprah mereka di dunia yang fana ini," ungkap Pidi Baiq.

Ditambahkannya, Mahasiswa yang tergabung di koboy kampus, kerap menjalani kehidupan tanpa aturan. Mulai dari jarang pulang ke rumah, hingga sering berbicara politik di dalam kampus. Itu dianggapnya layak diangkat dalam sebuah film layar lebar.

"Kebanyakan mahasiswa yang menyandang koboy kampus adalah penduduk The Panas Dalam yang pada tahun 1995 didirikan sebagai negara. Sebanyak 95 persen penduduk The Panas Dalam adalah koboy kampus, lima persennya lagi penduduk nggak jelas.Buat saya ini layak diangkat dalam sebuah film layar lebar karena pastinya akan kembali membangkitkan memori masyarakat tentang kehidupan mereka dulu masih menjalani pendidikannya di Kampus," tandasnya.

Film Koboy Kampus sendiri akan dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air pada 25 Juli 2019. Film itu sendiri rencananya akan dibintangi beberapa aktor dan aktris kenamaan Indonesia seperti Ricky Harun, Bisma Karisma, Miqdad Addausy, Jason Ranti dan David John Schaap serta beberapa pemain lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com