Abimana Aryasatya Meninggalkan Makanan MSG

Abimana Aryasatya Meninggalkan Makanan MSG
Abimana Aryasatya ( Foto: Gugun/The Peak )
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 27 Juni 2019 | 12:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mendengar pandangan “setiap usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil”, membuat Abimana Aryasatya (36) semakin yakin bahwa usahanya untuk mendalami tokoh utama dalam film Gundala tidak akan sia-sia.

Saat menerima tawaran ini, Abi diharuskan menurunkan berat badan hingga 10 kilogram.

Rupanya tidak mudah bagi Abi untuk mengatur kembali pola makan yang telah menjadi kebiasaannya. Bahkan, dalam waktu yang lama, ia harus mengucapkan selamat tinggal pada zat penyedap rasa atau monosodium glutamate (MSG). Dan itulah yang cukup menyiksa.

"Saya harus memberikan yang terbaik. Kuncinya film ini menjadi pintu untuk yang lainnya. Standar film ini harus tinggi, dan kita mendorong diri kita sebaik mungkin,” terangnya saat media visit ke gedung Beritasatu Holdings, Rabu (26/6/2019).

Selain membentuk postur tubuh, dalam film ini Abi harus pandai-pandai menjaga stamina. Pasalnya, tidak sedikit adegan aksi yang diambil dalam waktu lama, sehingga perannya tidak bisa digantikan dengan stuntman.

"Saya bilang ke Joko, stamina saya bertahan selama empat jam saja. Lebih dari itu saya tidak kuat dan harus digantikan. Namun, selama wajah saya masih terlihat di layar saya tidak pakai stuntman. Tetapi ketika menggunakan kostum dan topeng, ada yang digantikan. Soalnya kostum itu juga membuat saya sulit bernapas,” ungkap pria keturunan Spanyol ini.

Diketahui, Abi adalah satu-satunya kandidat yang langsung dipilih oleh sutradara, Joko Anwar untuk memerankan Sancaka atau Gundala. Meski awalnya menolak untuk mengikuti proyek terbesar Joko Anwar ini, karena terbentur oleh jadwal yang padat, pada akhirnya Abi menerima film Gundala karena membaca kisah yang menyentuh hati.

"Ketika Joko ditolak dia akan melakukan berbagai cara untuk mengintimidasi dan meneror hidup orang itu, agar tawarannya bisa terima. Pas terakhir di hari sudah selesai jadwal saya, dia mengirim skenario. Joko menulis dengan hati, karena dikerjakan dengan serius, tujuannya baik, dan orang-orangnya juga sudah dikenal. Mereka bikin film tidak pernah asal,” terang bapak empat anak ini.

Dirinya pun yakin betul, film ini akan memberikan dampak positif bagi kemajuan jagoan Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan