Kompetisi Seni Jalanan Mencari 12 Milenial Berbakat

Kompetisi Seni Jalanan Mencari 12 Milenial Berbakat
Bincang santai Super Art Fest yang hadir sebagai wadah bagi generasi milenial berekspresi dan merealisasikan bakat seni, di kawasan Kemang, belum lama ini. ( Foto: istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Rabu, 26 Juni 2019 | 15:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perkembangan seni pop seperti street art, ilustrasi, komik strip, dan custom sneakers saat ini terlihat sangat pesat. Menarik, karena akhirnya seni menjadi bagian dari hidup sehari-hari, yang bahkan dapat menjadi jati diri.

Menjawab tren dan kebutuhan generasi milenial untuk mengekspresikan diri di seni pop culture, Super Art Fest hadir sebagai wadah bagi generasi milenial berekspresi dan merealisasikan bakat seni.

Pendaftaran Super Art Fest dilakukan melalui website www.superartfest.id yang dibuka dari 21 Juni hingga 16 Agustus 2019. Dikatakan Leon Barto sebagai Head Curator Super Art Fest, ajang ini hadir untuk mendorong munculnya bakat muda, mendukung perkembangan dunia kreatif Indonesia, dan membuka kesempatan dan apresiasi yang lebih besar dari masyarakat untuk pekerja seni di Indonesia.
"Melalui ajang ini, kami mencari 12 anak muda berbakat di seni jalanan. Ajang ini juga menjadi sebuah wadah dan membuka kesempatan bagi para generasi muda untuk berekspresi serta membuktikan diri di panggung nasional," kata Leon dilansir dari siaran pers, Rabu (26/6/2019).

Super Art Fest merupakan kompetisi pop culture art yang memiliki konsep kompetisi multi genre, melombakan 4 kategori seni yaitu street art, ilustrasi, comic strip & custom art (medium sneakers).

Super Art Fest menghadirkan juri serta kurator berpengalaman di keempat genre seni yang diperlombakan seperti Leon Barto yang sudah malang melintang di dunia seni internasional. Bahkan di tahun 2019 ini Leon terpilih menjadi salah satu kurator di Yamaguchi Center of Arts and Media (YCAM, Yamaguchi, Jepang).

Ada juga Tutu (juri kategori street art), adalah seorang seniman street art bergenre abstrak kontemporer. Karyanya pernah menjadi bagian dari pameran seni di kantor International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Washington DC 2018. Tutu juga pernah diundang untuk tampil di HKWalls 2017 silam.



Sumber: BeritaSatu.com