Kiny Cultura Indonesia Bertekad Promosikan Budaya Indonesia di Kancah Internasional

Kiny Cultura Indonesia Bertekad Promosikan Budaya Indonesia di Kancah Internasional
Kiny Cultura Indonesia menggelar acara "Gelar Warisan Budaya" di Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019. Acara digelar sebagai konser mini sebelum anak-anak asuh Kiny Cultura Indonesia berangkat ke festival dan kompetisi yang sesungguhnya di luar negeri. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Kamis, 27 Juni 2019 | 23:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan keragamanan suku bangsa, etnis, dan budaya. Kebudayaan telah menjadi ciri dan identitas Indonesia yang juga sekaligus berperan sebagai dasar ketahanan nasional serta pemersatu bangsa.

Karena itu, tidak mengherankan jika misi budaya yang merupakan sebuah upaya untuk menguatkan pemahaman generasi penerus sejak kecil harus terus dijalankan dengan konsisten. Sehingga, mereka dapat tumbuh dan berkembang secara utuh dalam memahami karakteristik bangsa Indonesia yang penuh dengan beragam suku dan budaya.

Kiny Cultura Indonesia adalah salah satu yayasan yang peduli dengan pengembangan kebudayaan di Indonesia. Kiny Cultura Indonesia yang berdiri sejak 2016 merupakan anggota dari CID Unesco (Conseil International de la Danse) dan pendiri South Jakarta Section dari CID Unesco. Yayasan ini senantiasa konsisten untuk menjalankan sejumlah kegiatan, seperti edukasi, pelestarian, dan promosi budaya Indonesia sebagai langkah untuk terus mempromosikan budaya Indonesia secara global.

CEO and Director of Culture and Education of Kiny Cultura Indonesia, Kiki Puspita Sari mengatakan, salah satu visi dan misi Kiny Cultura Indonesia adalah mempromosikan budaya Indonesia di kancah internasional. Pihaknya bekerja sama dengan Gema Citra Nusantara (GCN) untuk melatih dan mempersiapkan anak-anak bangsa agar dapat memberikan suguhan budaya terbaik dari warisan leluhur.

“Kami bangga, karena Indonesia selalu diapresiasi dan menjadi pusat perhatian pada saat festival berlangsung,” kata Kiki Puspita Sari ungkap di sela-sela acara “Gelar Warisan Budaya” di The Ice Palace Lotte Shopping Avenue, Rabu (26/6/2019).

Dalam menjalankan misinya, Kiny Cultura Indonesia bekerja sama dengan Gema Citra Nusantara (GCN) untuk melatih dan mempersiapkan anak–anak bangsa Indonesia agar dapat memberikan suguhan budaya terbaik dari warisan leluhur melalui program edukasi yang dimilikinya.

“Melalui program ini, anak-anak bangsa akan siap untuk mempromosikan Indonesia dengan mengikuti sejumlah kompetisi di kancah internasional,” tutur Kiki.

GCN merupakan sanggar tari tradisional yang didirikan pada 2004 dan memiliki peran strategis dalam proses pengembangan kebudayaan Indonesia. Sanggar GCN sudah terdaftar di Dinas Kebudayan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta di bawah asuhan Mira Marina Arismunandar.

Komunitas ini aktif sebagai peserta dan pengisi acara dalam berbagai festival, event, dan misi kebudayaan yang diselenggarakan oleh KBRI, KJRI, dan berbagai organisasi kebudayaan yang ada di luar negeri. Sebagai perwujudan dari upaya melestarikan budaya Indonesia dan sekaligus ajang promosi di dunia, pada Juli dan Agustus 2019, Kiny Cultura Indonesia dan Sanggar GCN akan berkolaborasi dengan membawa empat grup tari yang akan berpartisipasi di kompetisi festival tarian internasional.

Acara itu, antara lain Llangollen International Musical Eisteddfod, yang merupakan ajang tahunan festival musik dan tari di Llangollen, North Wales. Festival ini diadakan oleh kerajaan Inggris dan dihadiri langsung oleh Pangeran Charles. Pada ajang ini yang akan menjadi peserta adalah Sanggar GCN Junior, yang diwakili oleh anggota dari berbagai sekolah di Jakarta.

Lalu, ada International Art-Festival Competition, New Life, Georgia yang diwakilkan oleh SMA Negeri 70; 20th International Buyukcekmece Culture and Art Festival, Istanbul, Turki, yang akan diwakilkan oleh SMP dan SMA Al-Izhar Pondok Labu; dan terakhir International Rainbow Folk Festival, Prague yang diwakili oleh SMP Labschool Kebayoran.

Festival–festival yang akan diikuti tersebut merupakan ajang bergengsi yang ada dalam pengawasan serta mendapatkan sertifikat dari UNESCO. Festival tersebut setidaknya diikuti oleh 50 negara yang terdiri dari 3.000 penyanyi, penari, dan pemusik serta ditonton hampir 50.000 orang setiap tahun.

Acara “Gelar Warisan Budaya” merupakan “Gelar Pamit” atau “Mini Concert” sebelum peserta berangkat ke festival dan kompetisi yang sesungguhnya di luar negeri. Acara itu juga sekaligus sebagai apresiasi atas keuletan dan kegigihan para penari cilik yang sudah menyiapkan waktu, mental, dan disiplin dalam keseriusan untuk ikut berkompetisi ditingkat global.

Selain sebagai apresiasi atas keuletan dan kegigihan peserta untuk berlatih sebagai persiapan mengikuti kompetisi di tingkat global, “Gelar Warisan Budaya” juga diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan budaya Indonesia.

Kiny Cultura Indonesia, ujar Kiki, akan terus mendedikasikan diri untuk pengembangan kebudayaan dan berharap bisa menambah harumnya nama Indonesia dengan membawa hasil yang gemilang dalam ajang kompetisi yang akan diikuti pada Juli dan Agustus mendatang.

“Kiny Cultura Indonesia optimistis, tim tari dari Indonesia akan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia mengingat banyaknya apresiasi yang selama ini senantiasa diberikan kepada Indonesia dalam sejumlah festival berskala international,” kata Kiki.



Sumber: BeritaSatu.com