Far From Home Tetap Memimpin di Box Office

Far From Home Tetap Memimpin di Box Office
Spider-Man: Far from Home ( Foto: Istimewa )
Dina Fitri Anisa / JAS Selasa, 16 Juli 2019 | 08:15 WIB

Los Angeles, Beritasatu.com - Dua film baru Crawl dan Stuber, belum mampu menggeser posisi Spider-Man: Far from Home dari puncak box office. Meskipun pendapatan turun 51 persen, pada minggu ke dua ini film produksi Sony ini mendapatkan US$ 45 juta (Rp 633,4 miliar) di 4.634 layar.

Dengan demikian, total keseluruhan pendapatan Far From Home kini telah mencapai US$ 274,5 juta (Rp 3,8 triliun). Namun sayang, keuntungan tersebut rupanya masih di bawah pendapatan prekuel Spider-Man: Homecoming (2017) lalu, yaitu sekitar US$ 334,2 juta.

Selain di kawasan domestik, pemasukan Far From Home juga terus mengalir dari 74 pasar internasional. Tercatat US$ 572,5 juta (Rp 7,9 triliun). Tiongkok menyumbangkan pendapatan terbanyak, sekitar US$ 191,8 juta (Rp 2,6 triliun), sedangkan Indonesia sekitar US$ 15,9 juta (Rp 221,3 miliar) dari pemasukan tersebut.

Mendapat total penghasilan kotor hingga US$ 850 juta (Rp 11,9 triliun) membuat para kritikus menantikan momen, saat film ini bisa mencatatkan nama dalam daftar film Marvel Cinematic Universe berpenghasilan menyentuh angka US$ 1 miliar dari seluruh dunia hingga masa film ini usai.

Pasalnya, dari 23 film yang masuk ranah MCU, hanya delapan film yang sukses mencicipi penghasilan lebih dari US$ 1 miliar. Dari delapan film tersebut, diketahui franchise belum ada yang berhasil menembus klub film berpenghasilan di atas US$ 1 miliar.

Beralih ke posisi box office selanjutnya, yang kini masih ditempati oleh film animasi Toy Story 4 (Disney) dengan pemasukan US$ 20,6 juta (Rp 286,8 miliar) hasil penayangan dari 4.210 lokasi.

Dengan raihan US$ 346,3 juta (Rp 4,8 triliun) setelah empat pekan tayang dari pasar domestik, bagian keempat petualangan tokoh Woody dan Buzz Lightyear ini tertinggal sekitar US$ 69 juta dari pendahulunya yang tayang sembilan tahun lalu.

Urutan ketiga kemudian diduduki oleh Crawl, sebuah film baru yang menggabungkan antara bencana, horor, dan thriller. Film yang diproduksi oleh Paramount ini hanya mendapatkan US$ 12 juta (Rp 167 miliar) di 3.170 layar.

Sedangkan film baru lainnya, yaitu Stuber berada di posisi empat dengan pendapatan yang cukup minim, yaitu US$ 8,2 juta (Rp 114 miliar) di 3.050 lokasi penayangan. Film ini dinilai cukup menarik karena dibintangi jagoan Indonesia, Iko Uwais.

Apakah alasan dua film baru ini belum mampu mencapai puncak box office? Selama ini terlihat banyak yang menilai studio-studio besar cenderung lebih mengutamakan perilisan film-film waralaba (sekuel, sempalan, adaptasi jenama populer, dan lain-lain), terutama saat musim panas, ketimbang menggarap cerita yang sama sekali baru alias orisinal.

"Giliran ada film orisinal yang rilis di bioskop, penjualannya justru tidak berjalan terlalu bagus. Sungguh membingungkan," ujar analis media senior Comscore, Paul Dergarabedian, dalam laman USA Today.

Selain itu, alasan lain mengapa film-film baru tersebut kalah bersaing, ialah karena biaya produksi. Jika dilihat, biaya produksi Crawl ialah US$ 13,5 juta (Rp 187,9 miliar), dan Stuber mengeluarkan US$ 16 juta (Rp 222,7 miliar). Tentu, pengeluaran ini tidak sebesar biaya produksi Spiderman dan Toys Story 4, yang dapat dialokasi untuk promosi dan pemasaran.

Berikut adalah 10 film box office pekan lalu:

1. Spider-Man: Far from Home - US$ 45 juta

2. Toy Story 4 - US$ 20 juta

3. Crawl - US$ 12 juta

4. Stuber - US$ 8 juta

5. Yesterday - US$ 6,7 juta

6. Aladdin (2019) - US$ 5,8 juta

7. Annabelle Comes Home - US$ 5,5 juta

8. Midsommar - US$ 3,5 juta

9. The Secret Life of Pets 2 - US$ 3,1 juta

10. Men in Black International - US$ 2,2 juta



Sumber: Box Office