Didi Kempot: Menghibur Presiden adalah Sebuah Kehormatan

Didi Kempot: Menghibur Presiden adalah Sebuah Kehormatan
Penyanyi campur sari Didi Kempot menghibur penonton sesaat sebelum dimulainya acara rangkaian peringatan HUT RI ke 74 Wayang Kulit dengan lakon ‘Kresno Jumeneng Ratu' di halaman depan Istana Merdeka, Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Jumat 2 Agustus 2019 malam. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Dina Fitri Anisa / FMB Sabtu, 3 Agustus 2019 | 10:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mendapat kesempatan bernyanyi di depan ribuan orang mungkin sudah menjadi hal yang biasa untuk Didi Kempot. Namun, pada Jumat (2/8/2019) malam, satu mimpi lamanya yaitu bernyanyi di Istana Merdeka berhasil diwujudkan oleh orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo.

“Ya ini mimpi betul, saya nyanyi pertama kali di Istana Merdeka hari ini. Pak Jokowi, terima kasih,” ungkapnya kepada SP, usai tampil di rangkaian pagelaran Wayang Kulit, di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019).

Tidak hanya senang, dirinya juga merasa sangat bangga bisa menghibur ribuan masyarakat umum, dan juga Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, saat melihat Presiden terhibur, tersenyum, dan tepuk tangan hal itu adalah sebuah kehormatan baginya.

“Ini sebuah kebanggaan, rakyat, seniman, pengusaha, atau orang apapun kalau diundang presiden pasti senang karena suatu kehormatan sekali,” jelasnya.

Menanggapi pagelaran wayang kulit ini, penyanyi campursari legendaris ini mengapresiasi usaha presiden yang ingin menunjukkan kebinekaan Indonesia. Pasalnya, yang ditampilkan tidak hanya kesenian wayang kulit yang berasal dari Jawa saja, tetapi juga tarian dari Sumatera Selatan, penyanyi dari tanah Timur, Edo Kondologit, dan juga lantunan lagu daerah lainnya.

“Hal semacam ini sangat baik, dan semoga ke depannya ada daerah-daerah lain yang dilibatkan. Dengan keberagaman seperti ini, Indonesia menjadi semakin indah di mata dunia,” tukas pria yang juga dikenal sebagai The Godfather of Broken Heart ini. [DFA]



Sumber: Suara Pembaruan