Menarik, Ini Lagu Lama yang Baru Dirilis Pencipta “Gemu Fa Mi Re”

Menarik, Ini Lagu Lama yang Baru Dirilis Pencipta “Gemu Fa Mi Re”
Sejumlah anak-anak berlatih di Sanggar Benza, Maumere, NTT yang dipimpin Nyong Franco.
Heri Soba / HS Minggu, 4 Agustus 2019 | 09:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Setelah melesat dengan lagu Gemu Fa Mi Re, Frans Cornelis Dian Bunda atau yang lebih dikenal dengan Nyog Franco tidak berhenti mencipta lagu. Salah satu lagu yang baru dirilis beberapa hari lalu berjudul Tanpa Kau dan Dia yang sudah diciptakan sejak tahun 2013 lalu.

“Mohon maaf lama tidak upload lagi. semoga lagu ini bisa memberi warna dan suasana baik pada pendengar sekalian,” demikian pesan Nyong dalam akun Youtube yang diterima Beritasatu.com, beberapa hari lalu dengan link https://www.youtube.com/watch?v=OaOaqBgYYBs.

Dalam pesannya, Nyong menjelaskan bahwa lagu yang bertema cinta dan rumah tangga ini sudah diciptakan sejak tahun 2013, tetapi baru dirilis kepada publik pada Kamis (1/8/2019). Menariknya, dalam beberapa lagu sebelumnya, Nyong biasa memadukan tema kegembiraan dan hentakan bernuansa Gong Waning (tarian berirama khas Sikka, Flores), justru lagu ini bisa dikategorikan dalam genre pop. Dalam lagu ini tidak ada lagi penampilan gembira dan goyang melingkar khas Maumere, tetapi wajah sendu Nyong dengan penuh penyesalan.

“Engkau sahabatku...Yang pastinya tahu...Dia sgalanya bagiku. Bagaimana mungkin.... Engkau khianati.... Tulusnya kasih.... Pertemanan ini,” demikian salah satu potongan syair lagu tersebut.

Dalam penggalan lainnya,” Pergi saja bersama dia, bila itu yng kau inginkan.. Biar saja aku sendiri jalani hari tanpa dirimu lagi”.

Mayus Madyanto, salah satu netizen penggemar Gemu Fa Mi Re memberi apresiasi atas lagu yang dirilis Nyong Franco tersebut. "Mantap golo," demikian ungkapan untuk memberi apresiasi  tersebut.

Baca : Tak Hanya Pecahkan Rekor, Tari Gemu Famire Persatukan Bangsa

Sebenarrnya, setelah Gemu Fa Mi Re atau dikenal juga sebagai Goyang Maumere, Nyong Franco juga sudah menciptakan banyak lagu dan dirilis melalui sejumlah media sosial. Adapun beberapa lagu tersebut adalah Gireng Gemu, Higo Hagong, Twinge Star, Sahabatkah, dan Sore 5.

Baca : Tito Karnavian Joget Gemu Famire, Netizen Berharap Polisi Makin Dahsyat

Dalam sebuah percakapan, Nyong menjelaskan harapanya untuk memajukan seni dan budaya lokal, terutama di Kabupaten Sikka. Hal ini dibuktikan dalam beberapa lagunya, Nyong menampilkan irama, syair, dan pakaian yang kuat dengan identitas lokal. Bahkan, lagu Gemu Fa Mi Re yang sudah mendunia tersebut diciptakan Nyong Franco dengan syair-syair plesetan yang pernah didengar dari kakek dan neneknya.

Di balik irama gembira dan syair-syair plesetan tersebut, Nyong justru ingin menyampaikan pesan kepada semua masyarakat. Salah satu pesan itu adalah pentingnya perubahan karakter di tengah kondisi masyarakat yang semakin kompleks.

“Tekadnya agar dalam lagu ciptaan saya ada perubahan karakter. Hal itu bisa dilakukan dengan tetap mempertahankan budaya dan tradisi lokal yang sudah diwariskan ratusan tahun lalu,” ujar pendiri Sanggar Benza Maumere ini.



Sumber: Suara Pembaruan