Melanie Putria Merasakan Pengalaman Spiritual Kala Berlari

Melanie Putria Merasakan Pengalaman Spiritual Kala Berlari
Melanie Putria ( Foto: dina fitri anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Jumat, 9 Agustus 2019 | 14:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini lari menjadi olah raga yang paling digemari, khususnya generasi milenial. Namun, bukan berarti lari hanya untuk kaum muda saja, mereka yang berusia matang pun bisa mencoba olah raga lari. Konon, jika rutin berlari Anda akan merasa bahagia dan lebih tenang.

Hal itu juga yang dirasakan figur publik Melanie Putria. Saat ditemui Beritasatu.com, Kamis (8/8/2019). Melanie mengaku selalu merasakan pengalaman spiritual saat berlari.

"Lari itu membawa kebahagiaan, berbeda dengan olah raga lainnya. Entah daya magis apa yang dimiliki dari lari. Setiap lari, endorfin dan keringat yang keluar seperti memberi tambahan nyawa dalam diri aku. Sekarang, berlari menjadi perjalanan spiritual aku,” ungkapnya saat dijumpai di acara Garmin Run Indonesia 2019, di kawasan Jakarta Pusat.

Melanie bercerita, kecintaannya terhadap lari berawal dari depresi pist partum yang ia alami saat melahirkan anak pertama pada 2011. Kepercayaan dirinya menurun, terlebih saat melihat kondisi tubuhnya yang tidak lagi menjanjikan untuk kembali ke dunia hiburan.

"Saat itu aku uring-uringan. Karier aku sebagai Melanie Putria akan tamat, tidak ada kelanjutannya lagi. Sudah gemuk, jelek, ada anak. Mau balik ke gym, aku dibilang seperti kulkas dua pintu. Bagi seorang yang terkena babyblues, itu adalah pukulan. Aku minder tidak mau melakukan apa-apa lagi,” kisahnya.

Sampai akhirnya, Melanie melihat salah satu komunitas lari yang diperuntukkan bagi pemula. Tertarik mencoba, akhirnya ia merasa bahwa lari adalah bagian dari hidupnya.

"Lari mungkin jawaban dari apa yang aku cari. Awalnya aku belum pernah lari, sepatu lari pinjam punya orang tua. Saat mencoba lari, aku langsung jatuh cinta. Saya merasa bahagia,” ungkapnya.

Puteri Indonesia 2002 itu juga tak main-main menekuni lari. Ia antusias mengikuti perlombaan, dan sampai saat ini sudah mengikuti berbagai event maraton, baik di dalam maupun di luar negeri.

"Aku saat itu baru selesai melahirkan 4 bulan, langsung mendaftar maraton 42 kilo. Memang keputusan kala itu tidak patut dicontoh, karena aku ingin membuktikan nazar. Saat aku menginjak finish line, aku berjanji akan mejadi Melanie yang dulu lagi,” terangnya.

Benar saja, kini tidak hanya menekuni dunia lari untuk diri sendiri, Melanie pun menjadi inspirasi banyak perempuan dalam memotivasi diri bangkit dari keterpurukan, dan juga memulai gaya hidup sehat.

"Lari bergantung target. Aku bukan atlet elit. Aku punya kewajiban menjaga performance dalam berlari. Awalnya, aku berlari buat diri sendiri, tetapi sekarang jadi motivator bagi banyak orang. Ini sebuah keberkahan buat saya. Namun aku akui sekarang senang bisa jadi penyemangat buat orang lain," jelasnya.

Dirinya pun berpesan, perempuan Indonesia harus menerapkan gaya hidup sehat. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi bagi keberlangsungan generasi selanjutnya. 

"Aku seorang pelari amatir, pekerjaan utama aku pekerja seni, penyiar radio, dan juga ibu. Membagi waktu latihan dan kehidupan aku pribadi cukup sulit, namun aku bisa membuktikan kalau Melanie saja bisa, yang pasti bisa," katanya. 



Sumber: BeritaSatu.com