Gita Bahana Nusantara 2019 Bawa Harmoni Kebinekaan

Gita Bahana Nusantara 2019 Bawa Harmoni Kebinekaan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyaksikan penampilan perdana usai pemusatan latihan Gita Bahana Nusantara 2019, di Gedung A Kemendikbud, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Agustus 2019. ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / CAH Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 210 orang tergabung dalam Gita Bahana Nusantara (GBN) 2019 yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia memeriahkan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Mereka terdiri dari 74 orang dari tim orkestra, dan 136 orang dari tim paduan suara. Keragaman asal daerah ini menjadi representasi Indonesia kecil yang ditampilkan dalam sebuah penampilan seni musik untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Mereka yang lulus audisi GBN 2019 tidak hanya berasal dari pulau Jawa, melainkan juga berasal dari daerah lain, seperti Medan dan Papua Barat yang diwakili oleh Carolina Steffan. Ia mengaku sangat terkejut kala dirinya mendapat kabar lolos seleksi menjadi tim paduan suara GBN 2109.

“Sebenarnya saya punya cita-cita supaya saya bisa ikut GBN, karena menurut saya GBN itu suatu paduan suara yang luar biasa di Indonesia. Selain dapat mengharumkan nama keluarga, sekolah dan provinsi, saya sendiri juga bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya dalam rilis, Rabu (14/8/2019).

Peserta lain dari Medan, yakni Andrew Setiawan, mengaku dirinya sempat grogi saatmengetahui lolos seleksi GBN 2019. Andrew terpilih sebagai pemain contra bass di tim orkestra GBN 2019. Andrew berharap selama mengikuti pemusatan latihan, dirinya bisa mendapat banyak pengalaman baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya.

Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara adalah wahana untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme, sekaligus memberikan suntikan semangat membangun Indonesia yang lebih maju dan modern bagi pemuda-pemudi Indonesia.

Mereka juga diberikan pengetahuan dan pemahaman akan keragaman seni budaya Indonesia, sehingga putera-puteri terbaik daerah itu akan menjadi agen-agen perubahan dan pemajuan budaya di daerahnya.

Penyelenggaraan Gita Bahana Nusantara yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun secara nyata telah mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda untuk menggeluti kegiatan kesenian, serta menguatkan semangat nasionalisme melalui pewarisan nilai-nilai kebangsaan.

Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari, mengatakan tujuan diselenggarakan pemusatan latihan bagi peserta GBN antara lain untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, menghormati perbedaan, dan memupuk rasa kebersamaan di kalangan generasi muda.

“GBN tidak hanya sekedar berlatih tentang musik, tapi makna di dalamnya terdapat nilai-nilai yang luar biasa, seperti nilai kemandirian, nilai nasionalisme, nilai integritas, nilai gotong royong, dan nilai rasa sayang terhadap cinta tanah air,” katanya.

Pergelaran utama GBN adalah pada Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia di Sidang DPR-DPD RI di Gedung DPR/MPR RI, dan puncaknya ada Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka Jakarta.

Lagu-lagu yang ditampilkan adalah lagu-lagu nasional dan lagu-lagu daerah yang digubah dalam bentuk medley. Ciri khas Gita Bahana Nusantara adalah susunan orkestra yang memasukkan unsur-unsur musik etnik pada instrumennya, seperti sasando, sampek, kendang, kecapi, dan gondang batak.

Tidak hanya itu, aransemen lagu-lagu daerah yang mewakili wilayah-wilayah di Indonesia juga akan dibawakan. Antara lain, Nyanyian Negeriku, Nyanyian Nusantara, Tembang Nusantara, dan Tembang Indonesia. Dalam penampilannya, peserta paduan suara Gita Bahana Nusantara mengenakan pakaian daerah masing-masing, sehingga mencerminkan kebinekaan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan etnik. 



Sumber: Suara Pembaruan